RS Satria Medika – Banyak pria menikmati mandi atau berendam air hangat karena memberikan rasa nyaman dan membantu tubuh menjadi rileks. Namun, kebiasaan ini ternyata dapat memengaruhi kesehatan reproduksi jika dilakukan terlalu sering.
Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Fajar Alam, menjelaskan bahwa paparan suhu panas secara rutin dapat menurunkan kualitas sperma. Meski begitu, ia menegaskan bahwa mandi air hangat biasa tidak memberikan dampak yang sama seperti berendam atau sauna.
“Baca Juga: Mudah Kesal dan Bad Mood? Waspadai Kekurangan Zat Besi“
Berendam Air Hangat Berisiko Menurunkan Kualitas Sperma
dr. Fajar Alam membagikan penjelasan tersebut melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.
Ia menjelaskan bahwa testis memiliki fungsi utama sebagai tempat produksi sperma. Organ tersebut berada di luar rongga tubuh karena membutuhkan suhu yang lebih rendah dibandingkan suhu tubuh.
Menurutnya, posisi tersebut membantu menjaga proses pembentukan sperma tetap berjalan dengan baik.
Karena itu, suhu yang terlalu tinggi dapat mengganggu fungsi alami testis.
“Testis memang membutuhkan suhu yang lebih rendah daripada suhu tubuh,” jelas dr. Fajar.
Suhu Panas Mengganggu Produksi Sperma
Paparan air panas dalam waktu lama dapat meningkatkan suhu di sekitar testis.
Jika kondisi itu terjadi secara terus-menerus, proses pembentukan sperma dapat terganggu.
Selain itu, suhu panas juga dapat menurunkan jumlah dan kualitas sperma.
dr. Fajar menjelaskan bahwa kebiasaan berendam air panas setiap hari atau rutin menjalani sauna berpotensi menyebabkan banyak sel sperma mengalami kerusakan.
Akibatnya, peluang kesuburan pria dapat ikut menurun apabila kebiasaan tersebut berlangsung dalam jangka panjang.
Berendam dan Sauna Memberikan Efek Berbeda
dr. Fajar menegaskan bahwa risiko tersebut lebih berkaitan dengan aktivitas berendam dan sauna.
Kedua aktivitas itu membuat area testis terpapar suhu panas dalam waktu yang cukup lama.
Sebaliknya, mandi menggunakan shower atau gayung hanya memberikan paparan panas dalam waktu singkat.
Air juga langsung mengalir sehingga suhu di sekitar testis tidak bertahan terlalu lama.
Karena itu, mandi air hangat biasa masih tergolong aman bagi sebagian besar pria.
Mandi Air Hangat Tetap Boleh Dilakukan
dr. Fajar tidak melarang pria menggunakan air hangat saat mandi.
Ia justru menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir jika hanya mandi seperti biasa.
Menurutnya, air yang langsung mengalir tidak memberikan efek yang sama dengan berendam.
Oleh sebab itu, pria masih dapat menikmati mandi air hangat tanpa harus takut kualitas sperma langsung menurun.
Batasi Berendam Air Panas Secara Rutin
Pria sebaiknya membatasi kebiasaan berendam air panas atau sauna setiap hari.
Langkah sederhana ini dapat membantu menjaga suhu testis tetap ideal.
Selain itu, kebiasaan tersebut juga mendukung proses produksi sperma agar tetap optimal.
Menjaga pola hidup sehat, berolahraga, dan menghindari paparan panas berlebihan juga menjadi cara penting untuk mempertahankan kesehatan reproduksi.
Dengan memahami perbedaan antara mandi air hangat dan berendam, pria dapat tetap menikmati manfaat relaksasi tanpa mengabaikan kesehatan sistem reproduksi.
“Baca Juga: Korban Tewas Gempa Venezuela Naik Jadi 4.930 Orang“