Positif Kuman TB Tanpa Gejala Kenali TB Laten

RS Satria Medika – Seseorang bisa memiliki kuman Tuberkulosis (TB) tanpa mengalami batuk, demam, atau keluhan lainnya. Kondisi tersebut dikenal sebagai TB laten.

Spesialis Paru FKUI, Prof. Erlina Burhan, menjelaskan perbedaan antara TB laten dan TB aktif. Ia menyampaikan penjelasan tersebut melalui unggahan video di media sosial.

Menurut Prof. Erlina, TB laten terjadi ketika kuman TB berada dalam tubuh tetapi tidak berkembang. Sebaliknya, TB aktif terjadi ketika kuman berkembang dan menimbulkan kerusakan pada tubuh.

Karena itu, kedua kondisi tersebut membutuhkan perhatian yang berbeda. Masyarakat juga perlu memahami ciri masing-masing kondisi agar tidak salah mengambil kesimpulan.

“Baca Juga: Pundak Kaku Meski Dipijat? Kenali Subconscious Guarding“

TB Laten Tidak Menimbulkan Gejala

TB laten umumnya tidak menimbulkan keluhan fisik pada seseorang. Orang dengan kondisi tersebut biasanya tetap merasa sehat dalam aktivitas sehari-hari.

Mereka juga biasanya tidak mengalami batuk berkepanjangan, demam, atau keringat pada malam hari. Selain itu, berat badan mereka biasanya tidak mengalami penurunan tanpa sebab.

Pemeriksaan tertentu juga dapat menunjukkan hasil yang berbeda. Foto Rontgen dada dan pemeriksaan dahak biasanya tidak menunjukkan tanda penyakit aktif.

Namun, pemeriksaan khusus dapat menemukan tanda keberadaan kuman TB. Dokter dapat menggunakan tes Mantoux atau tes IGRA untuk mendeteksi respons tubuh terhadap kuman TB.

Hasil positif pada tes tersebut menunjukkan adanya paparan kuman TB. Namun, hasil tersebut tidak otomatis menunjukkan bahwa seseorang mengalami TB aktif.

TB Aktif Menimbulkan Berbagai Keluhan

Berbeda dari TB laten, TB aktif membuat kuman berkembang dan menimbulkan gangguan kesehatan. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada organ tubuh.

TB aktif pada paru biasanya menimbulkan batuk yang berlangsung cukup lama. Penderita juga dapat mengalami demam, keringat malam, dan penurunan berat badan.

Selain itu, penderita dapat mengalami penurunan nafsu makan dan tubuh terasa lemah. Pemeriksaan Rontgen juga dapat menunjukkan kelainan pada paru.

Pemeriksaan dahak juga dapat membantu dokter menemukan kuman TB. Karena itu, dokter membutuhkan pemeriksaan yang tepat untuk memastikan kondisi pasien.

TB Laten Tetap Memerlukan Perhatian

Meskipun TB laten tidak menimbulkan penyakit aktif, kondisi tersebut tetap membutuhkan perhatian. Kuman yang tidak aktif dapat berkembang ketika daya tahan tubuh menurun.

Risiko tersebut dapat meningkat pada kelompok tertentu. Bayi dan anak-anak memiliki risiko lebih tinggi karena sistem kekebalan tubuh mereka belum berkembang sempurna.

Orang dengan penyakit tertentu juga dapat menghadapi risiko lebih besar. Kondisi yang menurunkan daya tahan tubuh dapat membuka peluang kuman TB berkembang.

Karena itu, dokter dapat mempertimbangkan terapi pencegahan untuk kelompok tertentu. Terapi tersebut bertujuan mencegah TB laten berkembang menjadi TB aktif.

Terapi Pencegahan Tuberkulosis Membantu Mencegah TB Aktif

Prof. Erlina menjelaskan bahwa pasien tertentu dapat menjalani Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Terapi tersebut bertujuan mencegah perkembangan TB laten menjadi TB aktif.

Durasi TPT dapat berbeda sesuai kondisi dan jenis terapi. Beberapa pilihan terapi berlangsung selama enam bulan, tiga bulan, atau satu bulan.

Dokter akan menentukan pilihan terapi berdasarkan kondisi masing-masing pasien. Karena itu, seseorang tidak boleh menentukan atau menghentikan terapi tanpa arahan dokter.

Kenali Perbedaan TB Laten dan TB Aktif

Secara sederhana, TB laten menunjukkan keberadaan kuman tanpa penyakit aktif. Sebaliknya, TB aktif menunjukkan perkembangan kuman yang menimbulkan gejala dan kerusakan.

TB laten biasanya tidak menimbulkan gejala dan hasil pemeriksaan rutin dapat terlihat normal. Namun, tes Mantoux atau IGRA dapat menunjukkan paparan terhadap kuman TB.

Sementara itu, TB aktif dapat menimbulkan batuk, demam, keringat malam, dan penurunan berat badan. Pemeriksaan dokter juga dapat menemukan tanda infeksi melalui pemeriksaan tertentu.

Pemahaman tersebut penting agar masyarakat tidak menganggap TB laten sebagai penyakit aktif. Namun, masyarakat juga tidak boleh mengabaikan TB laten.

Jika seseorang memiliki hasil pemeriksaan yang menunjukkan TB laten, konsultasikan kondisinya kepada dokter. Dokter dapat menentukan apakah pasien membutuhkan terapi pencegahan.

Dengan penanganan yang tepat, masyarakat dapat membantu menurunkan risiko TB laten berkembang menjadi TB aktif.

“Baca Juga: Pria Bisa Kena Kanker Payudara, Kenali Gejalanya“

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *