RS Satria Medika – Ginjal memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh. Organ ini juga membantu menyaring sisa metabolisme dari dalam tubuh.
Namun, penurunan fungsi ginjal sering tidak menimbulkan keluhan pada tahap awal. Kondisi tersebut membuat banyak orang tidak menyadari masalah ginjalnya.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Ginjal dan Hipertensi, dr. Decsa Medika Hertanto, menjelaskan kondisi tersebut. Ia membagikan lima gejala yang sering ia temukan dalam praktik medis.
“Baca Juga: Positif Kuman TB Tanpa Gejala? Kenali TB Laten“
1. Tubuh Mengalami Pembengkakan
Pembengkakan pada kaki dan area sekitar mata dapat menjadi salah satu tanda gangguan ginjal. Ginjal yang sehat membantu tubuh membuang kelebihan cairan.
Ketika fungsi ginjal menurun, tubuh dapat menahan lebih banyak cairan. Kondisi tersebut kemudian dapat memicu pembengkakan pada sejumlah bagian tubuh.
Karena itu, seseorang perlu memperhatikan pembengkakan yang muncul tanpa penyebab jelas. Pemeriksaan medis dapat membantu mencari penyebab keluhan tersebut.
2. Kulit Terasa Gatal Terus-Menerus
Kulit yang terus terasa gatal juga dapat menunjukkan gangguan fungsi ginjal. Kondisi ini dapat muncul ketika tubuh kesulitan membuang zat sisa.
Penumpukan zat sisa dalam tubuh dapat memengaruhi kondisi kulit. Namun, rasa gatal juga dapat muncul akibat berbagai kondisi kesehatan lainnya.
Karena itu, seseorang perlu berkonsultasi dengan dokter jika keluhan berlangsung terus-menerus. Dokter dapat melakukan pemeriksaan untuk menemukan penyebabnya.
3. Tubuh Mudah Lelah dan Lemas
Penurunan fungsi ginjal juga dapat membuat seseorang lebih mudah merasa lelah. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan berkurangnya produksi hormon yang membantu pembentukan sel darah merah.
Gangguan tersebut dapat menyebabkan anemia pada penderita penyakit ginjal. Akibatnya, tubuh dapat terasa lemas dan aktivitas sehari-hari terasa lebih berat.
Jika seseorang mengalami kelelahan terus-menerus, pemeriksaan medis dapat membantu menemukan penyebabnya. Jangan menganggap keluhan tersebut sebagai kelelahan biasa tanpa pemeriksaan.
4. Mual dan Muntah Terus-Menerus
Mual dan muntah yang berlangsung terus-menerus juga perlu mendapat perhatian. Penurunan fungsi ginjal dapat menyebabkan zat sisa menumpuk dalam darah.
Kondisi tersebut dapat memengaruhi sistem pencernaan dan memicu rasa mual. Pada kondisi berat, seseorang juga dapat mengalami muntah berulang.
Namun, mual dan muntah memiliki banyak penyebab lain. Karena itu, pemeriksaan dokter tetap diperlukan untuk menentukan penyebab keluhan.
5. Gagal Ginjal Dapat Muncul Tanpa Gejala
Tidak munculnya gejala justru menjadi salah satu hal yang perlu masyarakat waspadai. Penyakit ginjal kronis dapat berkembang tanpa keluhan yang jelas pada tahap awal.
Seseorang masih dapat merasa sehat meskipun fungsi ginjalnya mulai menurun. Karena itu, seseorang tidak dapat mengandalkan gejala untuk mengetahui kondisi ginjal.
Dr. Decsa menjelaskan bahwa gejala fisik biasanya muncul pada tahap penyakit yang lebih lanjut. Pada kondisi tersebut, kerusakan ginjal sudah dapat menjadi sangat berat.
Pemeriksaan Darah dan Urin Membantu Deteksi Dini
Deteksi dini menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi ginjal. Pemeriksaan darah dan urin dapat membantu dokter menilai fungsi ginjal.
Karena itu, masyarakat perlu melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Langkah tersebut menjadi semakin penting bagi orang yang memiliki faktor risiko penyakit ginjal.
Gejala seperti bengkak, gatal, lemas, mual, dan muntah memang perlu mendapat perhatian. Namun, seseorang tetap membutuhkan pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebab keluhan tersebut.
Dengan pemeriksaan rutin, dokter dapat menemukan gangguan ginjal lebih awal. Penanganan lebih cepat juga dapat membantu menjaga fungsi ginjal selama mungkin.
“Baca Juga: PDPI Ungkap Kanker Paru Bisa Menyerang Usia Muda“