Rekam Medis SatuSehat Aman, Ini Cara Kemenkes Menjaganya

RS Satria Medika – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan sistem Rekam Medis Elektronik (RME) pada SatuSehat menjaga keamanan data pasien.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa sistem tersebut menggunakan beberapa lapisan perlindungan.

Sistem itu menerapkan autentikasi, PIN, pengenalan wajah, serta enkripsi untuk melindungi data kesehatan pengguna.

Budi kemudian membandingkan sistem RME dengan layanan perbankan digital yang menyimpan informasi pribadi nasabah.

Menurut Budi, hanya pasien yang memiliki akun dapat membuka rekam medis pribadinya.

Pasien juga dapat memberikan izin kepada pihak lain ketika mereka membutuhkan akses terhadap data tersebut.

“Baca Juga: 5 Gejala Gagal Ginjal yang Sering Diabaikan“

RME Mengubah Pengelolaan Data Pasien

Sebelumnya, berbagai fasilitas kesehatan menyimpan rekam medis pasien secara terpisah.

Kini, SatuSehat menghubungkan data tersebut dalam satu ekosistem kesehatan nasional.

Setiap pemeriksaan di rumah sakit, klinik, laboratorium, atau apotek dapat menambah informasi ke dalam rekam medis pasien.

Namun, pasien tetap memegang kendali utama atas akses data tersebut.

Budi menilai sistem ini memberikan perubahan penting terhadap cara masyarakat mengelola informasi kesehatan.

Pasien nantinya dapat menggunakan akun SatuSehat sebagai pusat penyimpanan riwayat kesehatan pribadi.

Dengan demikian, masyarakat dapat mengakses informasi kesehatan mereka secara lebih terintegrasi.

Kemenkes Terapkan Dua Pilar Keamanan

Kemenkes menerapkan dua pilar utama untuk menjaga keamanan informasi dalam RME.

Pertama, sistem menggunakan autentikasi untuk memastikan identitas pengguna sebelum memberikan akses.

Sistem dapat memanfaatkan PIN, kata sandi, dan pengenalan wajah untuk memeriksa identitas pengguna.

Kedua, sistem menggunakan enkripsi ketika mengirimkan data antar fasilitas kesehatan.

Teknologi tersebut membantu melindungi informasi medis dari pihak yang mencoba menyadap pertukaran data.

Selain itu, Kemenkes bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Kolaborasi tersebut membantu Kemenkes menjaga keamanan lalu lintas data dalam ekosistem SatuSehat.

Sebanyak 60 Ribu Faskes Sudah Terhubung

Budi menyebut sekitar 60 ribu dari 100 ribu fasilitas kesehatan telah terhubung dengan SatuSehat.

Kemenkes menjalankan proses integrasi secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia.

Integrasi tersebut mencakup rekam medis, hasil laboratorium, resep obat, serta informasi radiologi.

Pemerintah juga terus memperluas koneksi fasilitas kesehatan untuk meningkatkan cakupan layanan.

Selain itu, SatuSehat menghadirkan fitur yang membantu masyarakat mengikuti jadwal konsumsi obat.

SatuSehat Hadirkan Fitur Pengingat Obat

SatuSehat juga menyediakan fitur pengingat untuk membantu pasien mengikuti aturan penggunaan obat.

Sebagai contoh, pasien dapat menerima pengingat ketika mereka harus mengonsumsi obat tertentu.

Fitur tersebut dapat membantu pasien menjaga kedisiplinan selama menjalani pengobatan.

Selain pengingat obat, SatuSehat juga tetap menyimpan informasi mengenai riwayat vaksinasi pengguna.

Dengan berbagai fitur tersebut, Kemenkes ingin membangun ekosistem kesehatan digital yang lebih terintegrasi.

Pemerintah juga terus mengembangkan keamanan sistem seiring bertambahnya jumlah pengguna.

Karena itu, masyarakat dapat memanfaatkan layanan SatuSehat sambil tetap menjaga keamanan akun pribadi.

Pengguna sebaiknya menjaga PIN, kata sandi, dan akses perangkat agar informasi kesehatan tetap terlindungi.

“Baca Juga: Mata Juling Bisa Diobati, Kenali Pilihan Terapinya“

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *