RS Satria Medika – Penyakit hati kronis masih menjadi masalah kesehatan yang besar di Indonesia. Karena itu, Kementerian Kesehatan RI terus memperkuat upaya pencegahan melalui program skrining yang lebih luas.
Pemerintah mendorong masyarakat untuk memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis. Langkah ini bertujuan menemukan penyakit lebih awal sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
“Baca Juga: Pikiran Sulit Tenang Saat Tidur? Kenali Penyebabnya“
Penyakit Hati Kronis Masih Mengancam Jutaan Warga
Kementerian Kesehatan memperkirakan sekitar 70 juta penduduk Indonesia mengalami penyakit hati kronis.
Angka tersebut menunjukkan bahwa penyakit hati masih menjadi tantangan besar bagi sistem kesehatan nasional.
Di tingkat global, penyakit hati kronis menyebabkan sekitar dua juta kematian setiap tahun. Sebagian besar kasus berkaitan dengan infeksi Hepatitis B dan Hepatitis C.
Masalahnya, banyak penderita tidak menyadari kondisi mereka. Penyakit ini sering berkembang perlahan tanpa gejala yang jelas.
Akibatnya, banyak pasien baru mengetahui penyakitnya saat kondisi sudah memasuki tahap berat.
Menkes Tekankan Pentingnya Pencegahan dan Deteksi Dini
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan bahwa penyakit hati memerlukan perhatian serius.
Menurutnya, penyakit ini dapat berkembang selama bertahun-tahun tanpa tanda yang terlihat.
Karena itu, pemerintah terus mengutamakan langkah promotif dan preventif. Upaya pencegahan dinilai lebih efektif dibandingkan pengobatan saat penyakit sudah parah.
Selain itu, pencegahan juga dapat menekan biaya pengobatan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Menkes Budi mengingatkan masyarakat agar tidak menunda pemeriksaan kesehatan meski merasa sehat.
Banyak penyakit kronis berkembang diam-diam. Ketika gejala muncul, kondisi pasien sering kali sudah memburuk.
Cakupan Skrining Hepatitis Masih Rendah
Saat ini, cakupan skrining hepatitis di Indonesia masih tergolong rendah.
Pemerintah memperkirakan hanya sekitar 10 persen kasus yang berhasil terdeteksi melalui pemeriksaan kesehatan.
Angka tersebut masih jauh dari target World Health Organization atau WHO.
Organisasi kesehatan dunia tersebut menargetkan 90 persen kasus hepatitis terdeteksi lebih awal. Selain itu, WHO juga menargetkan 80 persen pasien mendapatkan pengobatan yang tepat.
Karena itu, pemerintah terus memperluas akses pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat.
Program Cek Kesehatan Gratis Kini Sertakan Skrining Hati
Pemerintah kini memasukkan skrining penyakit hati ke dalam Program Cek Kesehatan Gratis atau CKG.
Melalui program ini, tenaga kesehatan dapat mendeteksi Hepatitis B melalui pemeriksaan HBsAg.
Selain itu, petugas juga dapat menilai kondisi hati melalui pemeriksaan darah tertentu.
Langkah ini membantu tenaga medis menemukan tanda kerusakan hati lebih awal.
Dengan deteksi dini, pasien memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Pemerintah Perkuat Pencegahan dari Berbagai Sisi
Selain skrining, pemerintah juga memperkuat berbagai program pencegahan lainnya.
Kementerian Kesehatan terus menjalankan imunisasi Hepatitis B bagi tenaga kesehatan.
Pemerintah juga memberikan terapi pencegahan bagi ibu hamil yang mengidap Hepatitis B. Langkah ini bertujuan mengurangi risiko penularan kepada bayi.
Di sisi lain, pemerintah akan menerapkan kebijakan Nutri-Level mulai 2026.
Kebijakan tersebut membantu masyarakat memahami kandungan gula, garam, dan lemak dalam makanan.
Dengan informasi yang lebih jelas, masyarakat dapat membuat pilihan makanan yang lebih sehat.
Langkah ini penting karena pola makan yang kurang sehat dapat meningkatkan risiko gangguan hati akibat masalah metabolisme.
Jadikan Pemeriksaan Kesehatan Sebagai Kebiasaan Tahunan
Kementerian Kesehatan mengajak masyarakat untuk rutin memeriksakan kesehatan setiap tahun.
Pemeriksaan rutin dapat membantu menemukan penyakit sebelum menimbulkan komplikasi.
Selain itu, pengobatan pada tahap awal biasanya memberikan hasil yang lebih baik.
Karena itu, masyarakat tidak perlu menunggu munculnya gejala untuk melakukan pemeriksaan.
Dengan kebiasaan cek kesehatan secara berkala, risiko penyakit hati kronis dapat ditekan sejak dini. Pemerintah berharap semakin banyak masyarakat memanfaatkan layanan CKG demi menjaga kesehatan jangka panjang.
“Baca Juga: Trimethylaminuria, Penyakit Langka Penyebab Bau Amis Tubuh“