Dokter Ungkap Sarkopenia Bisa Dimulai Sejak Usia 20-an

RS Satria Medika – Banyak orang menganggap penurunan massa otot hanya terjadi pada lansia.

Namun, dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Cecep Hermawan, menjelaskan bahwa proses tersebut sudah dimulai sejak usia 20-an.

Penurunan massa dan kekuatan otot berlangsung secara perlahan.

Akibatnya, banyak orang tidak menyadari perubahan tersebut selama usia produktif.

Karena itu, dr. Cecep mengajak masyarakat mulai menjaga kesehatan otot sedini mungkin melalui latihan beban secara rutin.

Penelitian Tunjukkan Otot Menyusut Secara Bertahap

dr. Cecep mengutip penelitian yang menggunakan magnetic resonance imaging (MRI) pada peserta berusia 18 hingga 88 tahun.

Hasil penelitian menunjukkan proporsi otot mulai berkurang sejak usia muda.

Pada tahap awal, penurunan tersebut biasanya tidak menimbulkan gejala.

Namun, kondisi itu dapat berkembang menjadi nyeri, kelemahan, dan keterbatasan gerak ketika massa otot terus menurun.

Meski begitu, kekuatan otot masih dapat meningkat kembali melalui latihan yang teratur.

“Baca Juga: Studi UGM: Beban Ekonomi DBD di Indonesia Tembus Rp9 Triliun“

Lansia Berusia 90 Tahun Masih Bisa Menambah Kekuatan Otot

dr. Cecep juga membagikan hasil penelitian pada penghuni panti jompo dengan usia rata-rata 90 tahun.

Peneliti memberikan latihan beban selama delapan minggu.

Hasilnya menunjukkan peningkatan kemampuan mengangkat beban dari delapan kilogram menjadi 20 kilogram.

Selain itu, dua peserta tidak lagi memerlukan tongkat untuk berjalan.

Temuan tersebut membuktikan bahwa tubuh tetap mampu beradaptasi terhadap latihan meski usia sudah sangat lanjut.

Latihan Beban Rutin Tingkatkan Kekuatan Otot

Program latihan beban dilakukan tiga kali setiap minggu selama delapan minggu.

Program tersebut meningkatkan kekuatan otot peserta hingga rata-rata 174 persen.

Penelitian juga menunjukkan latihan tersebut tidak memperburuk kondisi peserta yang memiliki osteoartritis.

Karena itu, dr. Cecep mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu munculnya keluhan sebelum mulai berolahraga.

Menurutnya, semakin cepat seseorang memulai latihan, semakin besar manfaat yang diperoleh pada masa tua.

WHO Anjurkan Latihan Beban Minimal Dua Kali Seminggu

dr. Cecep menyarankan latihan beban dilakukan secara rutin minimal dua kali setiap minggu.

Anjuran tersebut sesuai dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

Ia menekankan bahwa konsistensi memberikan manfaat yang lebih besar daripada latihan berat yang hanya dilakukan sesekali.

Penelitian yang sama menunjukkan peserta kehilangan sekitar 32 persen kekuatan otot hanya dalam empat minggu setelah menghentikan latihan.

Karena itu, latihan ringan yang dilakukan secara rutin menjadi pilihan yang lebih baik.

Fokus pada Gerakan yang Berguna untuk Aktivitas Harian

dr. Cecep menyarankan masyarakat memprioritaskan gerakan yang mendukung aktivitas sehari-hari.

Beberapa contoh latihan meliputi squat, mengangkat, mendorong, dan menarik.

Gerakan tersebut membantu tubuh melakukan aktivitas sederhana dengan lebih mudah.

Misalnya, seseorang dapat bangun dari kursi, mengangkat barang belanjaan, atau menaiki tangga dengan lebih nyaman.

Selain latihan, tubuh juga memerlukan asupan protein yang cukup.

Protein membantu memperbaiki jaringan otot sekaligus mendukung pembentukan otot baru.

Konsultasikan dengan Dokter Jika Memiliki Kondisi Tertentu

Meski latihan beban umumnya aman, sebagian orang perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Kelompok tersebut meliputi penderita penyakit jantung, tekanan darah yang belum terkontrol, osteoporosis, dan nyeri sendi yang menetap.

Selain itu, orang yang baru menjalani operasi atau mengalami cedera juga perlu mendapatkan saran medis sebelum berolahraga.

Dengan latihan yang tepat dan dilakukan secara konsisten, masyarakat dapat menjaga massa otot, mempertahankan kemandirian, serta mengurangi risiko gangguan gerak saat memasuki usia lanjut.

“Baca Juga: Dokter Ungkap Penyebab Pria Mandul, Bukan Masturbasi“

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *