RS Satria Medika – Banyak orang mengira batuk saat cuaca panas hanya terjadi karena kurang minum air putih.
Padahal, penyebabnya tidak selalu berkaitan dengan kekurangan cairan.
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Cecep Hermawan, menjelaskan bahwa suhu udara yang tinggi dapat membuat tenggorokan menjadi kering.
Kondisi tersebut tetap bisa terjadi meski seseorang sudah minum air putih dalam jumlah cukup.
Akibatnya, tenggorokan terasa tidak nyaman dan batuk mudah muncul, terutama pada malam hari.
“Baca Juga: Studi UGM: Beban Ekonomi DBD di Indonesia Tembus Rp9 Triliun“
Tenggorokan Kering Ganggu Sistem Pembersih Saluran Napas
dr. Cecep menjelaskan bahwa cuaca panas mempercepat penguapan cairan pelumas alami di tenggorokan.
Saat lapisan pelindung itu mengering, lendir menjadi lebih kental.
Selain itu, rambut getar kecil di saluran napas tidak dapat bekerja secara maksimal.
Rambut getar tersebut berfungsi membersihkan debu dan partikel asing dari saluran pernapasan.
Ketika fungsinya menurun, kotoran lebih mudah menempel di tenggorokan.
Tubuh kemudian merespons kondisi tersebut dengan refleks batuk untuk mengeluarkan partikel yang mengganggu.
Debu Lebih Mudah Menempel saat Tenggorokan Kering
Menurut dr. Cecep, tenggorokan yang kehilangan kelembapan menjadi lebih rentan terhadap iritasi.
Debu, polusi, dan partikel kecil lebih mudah menempel pada lapisan tenggorokan yang kering.
Kondisi itu membuat batuk dapat muncul meski seseorang tidak sedang mengalami infeksi.
Karena itu, menjaga kelembapan tenggorokan menjadi langkah penting saat cuaca sedang panas.
Madu dan Rempah Bisa Membantu Meredakan Batuk
dr. Cecep menyarankan masyarakat mengonsumsi bahan alami yang membantu menjaga kelembapan tenggorokan.
Salah satu pilihan yang dianjurkan ialah madu.
Madu dapat melapisi tenggorokan sehingga rasa kering berkurang.
Selain itu, madu juga dapat dikombinasikan dengan jahe, kayu manis, daun saga, dan jeruk nipis.
Menurut dr. Cecep, kombinasi bahan tersebut membantu meredakan iritasi pada tenggorokan.
Beberapa bahan juga mengandung senyawa yang mendukung daya tahan tubuh.
Tetap Penuhi Kebutuhan Cairan Tubuh
Meski cuaca panas dapat memicu batuk, masyarakat tetap perlu memenuhi kebutuhan cairan setiap hari.
Air putih membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh dan mendukung kesehatan saluran pernapasan.
Selain itu, hindari paparan udara yang terlalu panas atau berdebu dalam waktu lama.
Jika batuk berlangsung terus-menerus, semakin berat, atau disertai demam dan sesak napas, segera periksakan diri ke dokter.
Dengan menjaga tubuh tetap terhidrasi dan mempertahankan kelembapan tenggorokan, risiko batuk akibat cuaca panas dapat berkurang.
“Baca Juga: Vili Usus Halus, Jaringan Cantik yang Menyerap Nutrisi“