RS Satria Medika – Kementerian Kesehatan mengingatkan masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan hati.
Organ hati menjalankan banyak fungsi penting untuk menjaga tubuh tetap sehat.
Namun, banyak orang baru menyadari gangguan hati ketika kondisinya sudah cukup parah.
Salah satu penyebab utama kerusakan hati adalah infeksi hepatitis.
Penyakit ini dapat berkembang menjadi sirosis hingga kanker hati jika tidak mendapat penanganan yang tepat.
“Baca Juga: Desta Jalani Operasi Mata, Kini Masuki Masa Pemulihan“
Jutaan Penduduk Indonesia Hidup dengan Hepatitis
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono membagikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan hati melalui media sosial.
Data Kementerian Kesehatan pada 2025 menunjukkan sekitar 6,7 juta penduduk mengidap hepatitis B.
Selain itu, sekitar 2,5 juta penduduk hidup dengan hepatitis C.
Jumlah tersebut menunjukkan bahwa hepatitis masih menjadi masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius.
Karena itu, masyarakat perlu memahami risiko penyakit hati sejak dini.
Hati Memiliki Banyak Fungsi Penting
Hati membantu tubuh mengubah makanan menjadi energi.
Organ ini juga menyaring racun dari darah setiap hari.
Selain itu, hati menghasilkan empedu yang membantu proses pencernaan.
Hati juga membentuk berbagai protein yang dibutuhkan tubuh.
Ketika hepatitis atau gangguan hati lainnya muncul, kemampuan organ ini akan terus menurun.
Gangguan lain seperti penumpukan lemak pada hati juga dapat memperburuk kondisinya.
Jika kerusakan terus berlanjut, hati dapat mengalami sirosis atau kanker.
Penyakit Hati Sering Tidak Menimbulkan Gejala
Penyakit hati sering berkembang tanpa tanda yang jelas.
Hati mampu memperbaiki sebagian kerusakan sehingga gejala awal sering tidak muncul.
Akibatnya, banyak pasien baru mengetahui penyakitnya setelah kondisinya semakin berat.
Karena itu, pemeriksaan kesehatan secara rutin menjadi langkah yang sangat penting.
Masyarakat juga perlu mengenali beberapa tanda gangguan hati.
Gejala tersebut meliputi tubuh mudah lelah, kulit atau mata menguning, dan perut membesar.
Selain itu, urine yang berwarna gelap juga dapat menjadi tanda adanya gangguan pada hati.
Terapkan Gaya Hidup Sehat untuk Melindungi Hati
Masyarakat dapat menjaga kesehatan hati melalui kebiasaan sederhana.
Konsumsi makanan bergizi seimbang setiap hari.
Jaga berat badan agar tetap ideal.
Lakukan olahraga secara rutin sesuai kemampuan tubuh.
Selain itu, hindari konsumsi minuman beralkohol.
Gunakan obat sesuai petunjuk dokter agar hati tidak bekerja terlalu berat.
Kementerian Kesehatan juga mendorong masyarakat memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis.
Program tersebut membantu mendeteksi gangguan hati lebih awal.
Pemeriksaan sangat penting bagi orang dengan obesitas, diabetes, atau riwayat penyakit hati dalam keluarga.
Deteksi dini dan pola hidup sehat dapat membantu menurunkan risiko sirosis maupun kanker hati di masa depan.