Medicalnews – Tuberkulosis atau TB masih menimbulkan kekhawatiran karena masyarakat mengenalnya sebagai penyakit menular. Namun, tidak semua jenis TB memiliki risiko penularan yang sama.
Dokter spesialis paru Prof. Erlina Burhan menjelaskan perbedaan tersebut melalui unggahan di Instagram. Menurutnya, lokasi infeksi menentukan risiko seseorang menularkan TB kepada orang lain.
“Baca Juga: Hipertensi di Usia Muda: Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya“
TB Paru Menjadi Jenis yang Menular
Prof. Erlina menjelaskan bahwa TB paru menjadi sumber utama penularan. Sebagian besar kasus TB di Indonesia menyerang paru-paru.
Menurutnya, sekitar 80 persen kasus TB di Indonesia melibatkan paru-paru. Karena itu, masyarakat perlu mengenali ciri TB paru dan cara penularannya.
TB paru dapat menyebarkan kuman melalui udara ketika penderita mengalami batuk. Saat batuk, penderita dapat mengeluarkan partikel kecil yang membawa kuman TB.
Orang di sekitar kemudian dapat menghirup partikel tersebut. Risiko penularan meningkat ketika seseorang sering berdekatan dengan penderita dalam ruang tertutup.
Namun, tidak semua penderita TB paru memiliki tingkat penularan yang sama. Dokter perlu menilai kondisi penderita dan hasil pemeriksaan sebelum menentukan risikonya.
TB di Luar Paru Tidak Menular Lewat Udara
TB ekstra paru menyerang organ selain paru-paru. Contohnya mencakup TB tulang, TB otak, TB usus, dan TB pleura.
Prof. Erlina menjelaskan bahwa TB ekstra paru umumnya tidak menularkan kuman melalui udara. Kuman berada pada organ yang mengalami infeksi dan tidak keluar melalui batuk.
Karena itu, masyarakat tidak perlu langsung menjauhi penderita TB ekstra paru. Namun, setiap kondisi tetap membutuhkan penanganan medis sesuai organ yang terkena.
Pemahaman tersebut penting untuk mencegah ketakutan berlebihan. Masyarakat juga perlu menghindari stigma terhadap pasien yang sedang menjalani pengobatan.
Kenali Cara Penularan TB
TB paru terutama menular melalui udara ketika penderita mengeluarkan kuman. Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan gejala dan kondisi lingkungan sekitar.
Batuk yang berlangsung lama dapat menjadi salah satu tanda yang membutuhkan pemeriksaan. Gejala lain dapat muncul sesuai kondisi setiap pasien.
Masyarakat juga sebaiknya tidak menyimpulkan status penularan hanya berdasarkan nama penyakit. Jenis TB dan lokasi infeksi menentukan risiko penularannya.
Selain itu, pasien perlu mengikuti pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan. Pengobatan yang tepat dapat membantu mengendalikan infeksi dan menurunkan risiko penularan.
Tidak Semua TB Menular: Jangan Kucilkan Penderitanya
Pemahaman yang benar dapat membantu masyarakat mengurangi stigma terhadap pasien TB. Penderita tetap membutuhkan dukungan keluarga dan lingkungan selama menjalani pengobatan.
Masyarakat juga perlu mengikuti informasi dari dokter dan sumber kesehatan terpercaya. Hindari menyebarkan anggapan bahwa semua jenis TB dapat menular dengan cara yang sama.
Dengan demikian, TB paru memiliki risiko penularan melalui udara. Sementara itu, TB di luar paru umumnya tidak menular melalui udara.
Pengetahuan tersebut dapat membantu masyarakat bersikap lebih tenang dan tepat. Selain itu, pemahaman yang benar dapat mendukung upaya pengendalian TB tanpa memperkuat stigma terhadap pasien.
“Baca Juga: Benarkah Penis Panjang Menentukan Kesuburan Pria?“