RS Satria Medika – Menentukan waktu tidur tidak hanya bergantung pada kebiasaan tidur lebih awal.
Selain itu, seseorang perlu memastikan durasi tidur cukup dan menjaga jadwal tidur secara konsisten.
Tubuh memiliki ritme sirkadian yang membantu mengatur rasa kantuk dan kesiapan tubuh untuk beraktivitas.
Sistem tersebut bekerja mengikuti siklus sekitar 24 jam dan merespons pola terang serta gelap.
Karena itu, banyak orang merasa lebih mengantuk pada malam hari dan lebih segar pada pagi hari.
“Baca Juga: Berat Badan Naik Lagi Usai Diet? Ini Penyebabnya“
Kapan Waktu yang Tepat untuk Tidur?
Tidak ada satu waktu tidur yang cocok untuk semua orang.
Sebaliknya, seseorang perlu menyesuaikan waktu tidur dengan jadwal bangun dan kebutuhan tidurnya.
Orang dewasa umumnya membutuhkan setidaknya tujuh jam tidur setiap malam.
Karena itu, seseorang dapat menghitung waktu tidur berdasarkan jadwal bangun pada pagi hari.
Misalnya, seseorang yang harus bangun pukul 06.00 dapat mulai bersiap tidur sekitar pukul 22.00.
Kemudian, orang tersebut dapat berusaha tertidur sebelum pukul 23.00 untuk memenuhi kebutuhan tidur.
Namun, konsistensi jadwal tidur tetap menjadi bagian penting dalam menjaga pola tidur.
Ritme Sirkadian Mengatur Pola Tidur
Ritme sirkadian berfungsi seperti jam biologis yang mengatur berbagai aktivitas tubuh.
Sistem tersebut membantu mengatur rasa kantuk, kewaspadaan, dan waktu tubuh beristirahat.
Secara alami, manusia biasanya mengalami peningkatan rasa kantuk pada malam hari.
Sebaliknya, tubuh biasanya meningkatkan kewaspadaan ketika pagi mulai tiba.
Jika seseorang menjaga waktu tidur dan bangun secara teratur, tubuh dapat mengikuti jadwal tersebut.
Akibatnya, seseorang dapat merasa lebih mudah mengantuk menjelang waktu tidur.
Selain itu, tubuh juga dapat terbangun secara alami mendekati waktu bangun yang biasa.
Sebaliknya, perubahan jadwal tidur yang terlalu sering dapat mengganggu pola tersebut.
Kerja shift dan kebiasaan tidur terlalu larut juga dapat membuat tubuh sulit menyesuaikan diri.
Kebutuhan Tidur Berbeda Berdasarkan Usia
Kebutuhan tidur seseorang berubah seiring pertambahan usia.
Karena itu, setiap kelompok usia memiliki rekomendasi durasi tidur yang berbeda.
Berikut gambaran kebutuhan tidur berdasarkan kelompok usia:
- Bayi 0–3 bulan: 14–17 jam setiap hari.
- Bayi 4–12 bulan: 12–16 jam setiap hari, termasuk tidur siang.
- Anak 1–2 tahun: 11–14 jam setiap hari.
- Anak 3–5 tahun: 10–13 jam setiap hari.
- Anak 6–12 tahun: 9–12 jam setiap hari.
- Remaja 13–18 tahun: 8–10 jam setiap hari.
- Dewasa 18–60 tahun: setidaknya 7 jam setiap malam.
- Dewasa 61–64 tahun: 7–9 jam setiap malam.
- Lansia 65 tahun ke atas: 7–8 jam setiap malam.
Namun, kebutuhan tidur setiap orang dapat berbeda sesuai kondisi masing-masing.
Selain durasi, seseorang juga perlu memperhatikan kualitas tidur setiap malam.
Kurang Tidur Dapat Mengganggu Aktivitas
Kurang tidur dapat membuat tubuh dan pikiran tidak bekerja secara optimal.
Pada siang hari, seseorang mungkin merasa lebih mengantuk atau sulit mempertahankan konsentrasi.
Selain itu, kurang tidur juga dapat membuat seseorang lebih mudah tersinggung.
Gangguan tidur juga dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam mengingat berbagai informasi.
Dalam kondisi tertentu, kurang tidur dapat meningkatkan risiko kesalahan dan kecelakaan.
Risiko tersebut menjadi perhatian ketika seseorang melakukan aktivitas yang membutuhkan kewaspadaan tinggi.
Contohnya, seseorang perlu menjaga kondisi tubuh ketika mengemudi atau menjalankan pekerjaan tertentu.
Jadi, Kapan Waktu Tidur yang Ideal?
Pada dasarnya, waktu tidur ideal harus memenuhi kebutuhan durasi dan mengikuti jadwal yang konsisten.
Sebagai contoh, orang yang bangun pukul 06.00 dapat tidur sekitar pukul 22.00 hingga 23.00.
Jadwal tersebut dapat membantu orang dewasa memenuhi kebutuhan tidur setidaknya tujuh jam.
Namun, orang yang bekerja malam mungkin membutuhkan jadwal tidur berbeda.
Karena itu, seseorang tidak perlu terpaku pada satu waktu tidur tertentu.
Sebaliknya, fokuslah pada tiga hal utama dalam menjaga pola tidur.
Pertama, pastikan tubuh mendapatkan durasi tidur yang cukup setiap hari.
Kedua, jaga kualitas tidur agar tubuh mendapatkan waktu istirahat yang optimal.
Ketiga, pertahankan jadwal tidur dan bangun secara konsisten.
Dengan menerapkan ketiga kebiasaan tersebut, seseorang dapat membangun pola tidur yang lebih teratur.
“Baca Juga: Mengenal Stroke: Penyebab, Jenis, dan Risikonya“