RS Satria Medika – Banyak orang mengaitkan sembelit dengan kurang minum air. Karena itu, mereka sering menambah konsumsi air untuk melancarkan buang air besar.
Namun, air putih tidak selalu dapat mengatasi sembelit. Beberapa faktor lain juga dapat memengaruhi kebiasaan buang air besar.
Dokter Vineet Kumar Gupta menjelaskan bahwa hidrasi hanya menjadi salah satu faktor pencernaan. Ia juga menyarankan masyarakat memperhatikan pola makan dan kebiasaan sehari-hari.
“Baca Juga: Waktu Tidur Ideal Berdasarkan Usia dan Jadwal Bangun“
Kurang Serat Dapat Memicu Sembelit
Pola makan rendah serat dapat membuat tinja lebih sulit bergerak melalui usus.
Karena itu, masyarakat perlu mengonsumsi makanan kaya serat secara rutin. Buah, sayuran, gandum utuh, kacang, dan biji-bijian dapat menjadi pilihan.
Serat membantu menambah volume tinja. Selain itu, serat juga membantu pergerakan tinja melalui usus besar.
Namun, seseorang tetap perlu menyesuaikan asupan serat dengan kondisi tubuh. Konsumsi serat secara bertahap juga dapat membantu tubuh beradaptasi.
Terlalu Lama Duduk Dapat Mengganggu Pencernaan
Kurangnya aktivitas fisik juga dapat memengaruhi pergerakan usus.
Kebiasaan duduk terlalu lama dapat membuat tubuh kurang aktif sepanjang hari. Karena itu, aktivitas sederhana dapat membantu menjaga kebiasaan buang air besar.
Jalan kaki ringan dapat menjadi pilihan yang mudah dilakukan. Masyarakat juga dapat mengurangi waktu duduk dengan lebih sering bergerak.
Menunda BAB Dapat Memperburuk Sembelit
Kebiasaan menunda buang air besar dapat memperburuk masalah sembelit.
Karena itu, seseorang sebaiknya segera menggunakan toilet ketika tubuh memberikan dorongan untuk BAB.
Kebiasaan tersebut membantu tubuh mempertahankan pola buang air besar yang lebih teratur.
Obat dan Suplemen Tertentu Dapat Memicu Sembelit
Beberapa obat dan suplemen dapat memengaruhi pergerakan usus.
Obat pereda nyeri, suplemen zat besi, dan suplemen kalsium termasuk beberapa penyebab yang perlu diperhatikan.
Selain itu, obat alergi, antidepresan, dan obat tekanan darah juga dapat memengaruhi pencernaan.
Karena itu, masyarakat perlu berkonsultasi dengan dokter jika mencurigai obat tertentu menyebabkan sembelit.
Stres dan Perubahan Rutinitas Dapat Memengaruhi BAB
Perubahan rutinitas juga dapat mengubah kebiasaan buang air besar seseorang.
Waktu makan yang tidak teratur dan gangguan tidur dapat memengaruhi sistem pencernaan.
Selain itu, stres dapat mengubah pola buang air besar. Kondisi tersebut berkaitan dengan hubungan antara otak dan usus.
Karena itu, menjaga pola tidur dan mengelola stres juga dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan.
Sembelit Bisa Berkaitan dengan Kondisi Kesehatan
Sembelit yang terus berlangsung terkadang dapat menunjukkan masalah kesehatan tertentu.
Masalah tiroid dan gangguan otot dasar panggul dapat memengaruhi proses buang air besar.
Karena itu, masyarakat perlu memeriksakan diri jika mengalami perubahan kebiasaan BAB tanpa penyebab jelas.
Pemeriksaan juga penting bagi orang lanjut usia yang mengalami perubahan pola BAB.
Kenali Tanda Sembelit yang Membutuhkan Pemeriksaan
Dokter menyarankan masyarakat tidak hanya mengandalkan cara rumahan jika sembelit terus berlangsung.
Beberapa kondisi membutuhkan pemeriksaan medis lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya.
Segera hubungi dokter jika sembelit muncul bersama beberapa tanda berikut:
- Tinja mengandung darah.
- Berat badan turun tanpa alasan jelas.
- Sakit perut terus berlangsung.
- Tubuh terasa tidak sehat atau mengalami demam.
- Kebiasaan buang air besar berubah secara mendadak.
- Sembelit baru terus berlangsung.
Dengan demikian, minum cukup air tetap penting bagi tubuh. Namun, masyarakat perlu memperhatikan pola makan, aktivitas, obat, stres, dan kondisi kesehatan lainnya.
“Baca Juga: Guruh Soekarnoputra Wafat Akibat Komplikasi Penyakit“