Medicalnews – Hipertensi kini tidak hanya menyerang orang lanjut usia. Anak muda juga dapat mengalami tekanan darah tinggi akibat berbagai faktor.
Dokter Tirta Mandira Hudhi menjelaskan dua faktor utama yang meningkatkan risiko hipertensi. Faktor tersebut mencakup riwayat keluarga dan gaya hidup sehari-hari.
Selain itu, tekanan psikologis juga dapat memperburuk risiko hipertensi pada usia muda. Karena itu, anak muda perlu memahami faktor risiko sejak dini.
“Baca Juga: Polusi Udara Sejak Dini Bisa Ganggu Perkembangan Paru Anak“
Faktor Genetik Tingkatkan Risiko Hipertensi
Riwayat hipertensi dalam keluarga dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Karena itu, seseorang perlu mengetahui riwayat kesehatan orang tua dan anggota keluarga.
Dr. Tirta menyarankan masyarakat melakukan pemeriksaan rutin jika keluarga memiliki riwayat penyakit jantung atau stroke.
“Kalau orang tua atau kakek-nenek memiliki riwayat penyakit tersebut, kamu perlu melakukan check-up,” ujar dr. Tirta.
Pemeriksaan rutin dapat membantu seseorang mengetahui kondisi tekanan darah lebih awal. Langkah tersebut juga memberi kesempatan untuk memperbaiki pola hidup sebelum masalah berkembang.
Tekanan Kerja Dapat Memicu Stres
Selain faktor genetik, tekanan psikologis juga dapat memengaruhi tekanan darah. Anak muda sering menghadapi tuntutan tinggi sejak masa sekolah hingga dunia kerja.
Tuntutan belajar, pekerjaan, lembur, dan tekanan sosial dapat meningkatkan tingkat stres. Kondisi tersebut dapat membuat tubuh menghasilkan lebih banyak hormon stres.
Menurut dr. Tirta, peningkatan hormon stres dapat meningkatkan risiko hipertensi. Karena itu, anak muda perlu mengelola tekanan psikologis dengan lebih baik.
“Tekanan kerja meningkat, stres meningkat, sehingga risiko hipertensi juga meningkat,” jelas dr. Tirta.
Pola Hidup Buruk Bisa Memperbesar Risiko
Tekanan psikologis sering berjalan bersama kebiasaan hidup yang kurang sehat. Pola tidur tidak teratur menjadi salah satu kebiasaan yang perlu mendapat perhatian.
Selain itu, kurang berolahraga juga dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan. Konsumsi karbohidrat berlebihan dan kebiasaan merokok juga dapat memperburuk kondisi.
Dr. Tirta juga mengingatkan kombinasi kopi dan rokok dapat meningkatkan aktivitas saraf tertentu. Kondisi tersebut dapat membuat tekanan darah meningkat pada sebagian orang.
Karena itu, anak muda perlu mengurangi kebiasaan yang dapat memperburuk kesehatan jantung. Mereka juga perlu membangun pola hidup yang lebih teratur.
Kenali Angka Tekanan Darah
Pemantauan tekanan darah dapat membantu seseorang mengetahui kondisi kesehatan lebih awal. Namun, setiap orang perlu menilai hasil pemeriksaan berdasarkan standar medis yang berlaku.
Dr. Tirta menyebut angka 120/80 mmHg sebagai gambaran tekanan darah normal. Namun, seseorang membutuhkan pemeriksaan berulang untuk memastikan kondisi tekanan darah.
Tekanan darah tinggi tidak selalu menimbulkan gejala yang jelas. Karena itu, seseorang tidak sebaiknya menunggu keluhan sebelum melakukan pemeriksaan.
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan angka tinggi secara berulang, konsultasikan kondisi kepada dokter. Tenaga medis dapat menentukan langkah pemeriksaan dan penanganan berikutnya.
Cara Mencegah Hipertensi Sejak Muda
Pencegahan hipertensi dapat dimulai dengan memperbaiki kebiasaan sehari-hari. Anak muda perlu berolahraga secara rutin sesuai kemampuan tubuh.
Selain itu, menjaga waktu tidur dapat membantu tubuh beristirahat dengan lebih baik. Mengurangi stres kerja juga penting untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh.
Masyarakat juga perlu mengurangi kebiasaan merokok dan memperhatikan pola makan. Konsumsi makanan seimbang dapat membantu menjaga berat badan dan kesehatan jantung.
Dr. Tirta menyarankan masyarakat menjalankan perubahan tersebut secara konsisten. Menurutnya, kebiasaan sehat dapat membantu mengurangi risiko masalah kesehatan pada masa mendatang.
Jangan Tunggu Sampai Muncul Gejala
Hipertensi pada usia muda dapat berkembang tanpa gejala yang jelas. Karena itu, pemeriksaan tekanan darah menjadi langkah penting untuk mendeteksi masalah sejak dini.
Riwayat keluarga, stres, kurang tidur, merokok, dan kurang olahraga dapat meningkatkan risiko. Namun, perubahan gaya hidup dapat membantu mengurangi sejumlah faktor tersebut.
Dengan menjaga pola hidup dan melakukan pemeriksaan rutin, anak muda dapat lebih waspada terhadap hipertensi. Konsultasi dengan dokter juga penting ketika hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah tinggi secara berulang.
“Baca Juga: Berhenti Merokok Bikin Asam Lambung Naik? Ini Faktanya“