Dokter Ungkap Penyebab Bisul, Bukan karena Makan Telur

RS Satria Medika – Anggapan bahwa makan telur dapat menyebabkan bisul masih banyak dipercaya masyarakat.

Padahal, hingga kini tidak ada bukti medis yang menunjukkan telur menjadi penyebab langsung munculnya bisul.

Mitos tersebut kembali menjadi perhatian setelah Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengenang masa kecilnya yang sering makan telur hingga mengalami bisulan.

Pernyataan itu memicu diskusi di masyarakat mengenai hubungan antara konsumsi telur dan kesehatan kulit.

“Baca Juga: Dokter Ungkap Penyebab Tenggorokan Kering saat Cuaca Panas“

Dokter Tegaskan Bisul Disebabkan Infeksi Bakteri

Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik, dr. Ayman Alatas, meluruskan anggapan tersebut.

Menurutnya, bisul muncul akibat infeksi bakteri, bukan karena konsumsi telur.

Ia menjelaskan bahwa bakteri Staphylococcus aureus menjadi penyebab paling sering munculnya bisul.

Sementara itu, jerawat memiliki penyebab yang berbeda.

Jerawat umumnya muncul akibat bakteri Cutibacterium acnes.

Karena itu, masyarakat tidak perlu mengaitkan telur dengan munculnya bisul.

Mengapa Ada Orang Mengalami Keluhan Setelah Makan Telur?

dr. Ayman menjelaskan bahwa sebagian orang memang memiliki alergi atau sensitivitas terhadap telur.

Reaksi tersebut dapat memicu gatal, ruam, atau kemerahan pada kulit.

Ketika seseorang terus menggaruk area yang gatal, kulit dapat mengalami luka.

Luka tersebut kemudian memberi peluang bagi bakteri untuk masuk dan menyebabkan infeksi.

Infeksi itulah yang akhirnya memicu terbentuknya bisul.

Dengan kata lain, telur bukan penyebab bisul.

Alergi hanya menjadi pemicu munculnya luka yang memudahkan infeksi terjadi.

Reaksi Peradangan Dapat Memperburuk Kondisi Kulit

Selain luka akibat garukan, reaksi alergi juga dapat meningkatkan peradangan pada kulit.

Peradangan tersebut dapat memperburuk kondisi kulit yang sebelumnya sudah mengalami infeksi.

Misalnya, seseorang sudah memiliki bisul berukuran kecil.

Ketika alergi muncul, peradangan dapat membuat bisul menjadi lebih besar atau lebih nyeri.

Namun, kondisi tersebut tidak berarti telur menyebabkan bisul.

Reaksi alergi hanya memperparah masalah kulit yang sudah ada.

Telur Tetap Menjadi Sumber Protein yang Baik

Telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang terjangkau dan kaya nutrisi.

Makanan ini mengandung protein, vitamin, mineral, dan berbagai zat gizi penting bagi tubuh.

Karena itu, masyarakat tidak perlu menghindari telur apabila tidak memiliki riwayat alergi.

Sebaliknya, konsumsi telur dapat menjadi bagian dari pola makan sehat dan seimbang.

Kenali Penyebab Bisul yang Sebenarnya

dr. Ayman mengimbau masyarakat agar tidak lagi mempercayai mitos bahwa telur menyebabkan bisul.

Ia menegaskan bahwa infeksi bakteri menjadi penyebab utama munculnya bisul.

Sementara itu, alergi terhadap telur hanya terjadi pada sebagian orang dan tidak dialami semua individu.

Jika seseorang mengalami gatal, ruam, atau reaksi lain setelah mengonsumsi telur, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

Dengan memahami penyebab yang sebenarnya, masyarakat dapat menghindari kesalahpahaman sekaligus tetap memenuhi kebutuhan protein harian melalui konsumsi telur secara aman.

“Baca Juga: Saraf Kejepit L4-L5: Penyebab, Gejala, dan Pencegahannya“

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *