RS Satria Medika – Rasa lelah yang muncul terus-menerus sering dianggap sebagai akibat kurang tidur atau aktivitas padat. Namun, kondisi tersebut juga bisa berkaitan dengan penurunan hormon testosteron pada pria.
Testosteron memiliki peran penting dalam menjaga energi, fokus, dan performa tubuh. Ketika kadarnya menurun, seseorang dapat mengalami perubahan dalam aktivitas sehari-hari.
Dokter spesialis andrologi dan edukator kesehatan, dr. Jefry Tribowo, menjelaskan bahwa testosteron rendah dapat memengaruhi kondisi fisik dan kemampuan berpikir.
“Baca Juga: AI di Kursi Pijat Bantu Pantau Stres dan Kualitas Istirahat“
Testosteron Rendah Dapat Menurunkan Energi Pria
Menurut dr. Jefry, salah satu tanda yang sering muncul adalah rasa lelah berkepanjangan. Kondisi ini dapat membuat produktivitas seseorang ikut menurun.
Pria yang sebelumnya mampu bekerja dengan baik bisa mengalami perubahan. Mereka mulai merasa mengantuk pada siang hari dan sulit menjaga stamina.
Selain itu, rasa lelah tersebut sering tidak membaik meski seseorang sudah cukup beristirahat. Kondisi ini dapat membuat seseorang merasa tubuhnya berubah.
Karena itu, pria perlu memperhatikan perubahan energi yang terjadi dalam waktu lama. Rasa lelah yang terus muncul tidak selalu berasal dari aktivitas harian.
Testosteron Rendah Juga Ganggu Konsentrasi
Selain memengaruhi energi, testosteron rendah juga dapat berdampak pada fungsi otak. Banyak pria mengalami kesulitan fokus saat melakukan pekerjaan.
Mereka juga lebih mudah terdistraksi dan merasa kemampuan berpikir menurun. Kondisi ini sering disebut sebagai brain fog atau pikiran yang terasa berkabut.
Akibatnya, seseorang dapat mengalami hambatan saat menyelesaikan tugas. Perubahan tersebut dapat mengganggu pekerjaan dan aktivitas sehari-hari.
Namun, banyak orang masih menganggap kondisi tersebut hanya akibat stres. Padahal, perubahan hormon juga dapat menjadi salah satu penyebabnya.
Testosteron Berperan dalam Produksi Sel Darah Merah
Dr. Jefry menjelaskan bahwa testosteron juga membantu proses pembentukan sel darah merah. Ketika kadar hormon menurun, tubuh dapat mengalami gangguan pada proses tersebut.
Sel darah merah memiliki fungsi penting untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh. Jika jumlahnya berkurang, tubuh dapat lebih mudah merasa lelah.
Selain itu, pasokan oksigen yang kurang optimal dapat membuat seseorang merasa mengantuk. Kondisi ini membuat aktivitas harian terasa lebih berat.
Karena itu, rasa lelah yang tidak kunjung hilang perlu mendapat perhatian. Tubuh bisa memberikan tanda ketika mengalami perubahan tertentu.
Jangan Abaikan Gejala Testosteron Rendah
Penurunan testosteron dapat memberikan berbagai perubahan pada tubuh pria. Gejalanya tidak hanya muncul dalam bentuk gangguan fisik.
Beberapa pria juga mengalami penurunan fokus dan perubahan kemampuan berpikir. Selain itu, mereka dapat merasa kehilangan energi meski sudah cukup tidur.
Oleh sebab itu, pria perlu mengenali tanda-tanda tersebut lebih awal. Pemeriksaan kesehatan dapat membantu mengetahui penyebab pasti dari keluhan yang muncul.
Dengan memahami kondisi tubuh, seseorang dapat mengambil langkah yang tepat. Perawatan dan perubahan gaya hidup dapat membantu menjaga kesehatan secara menyeluruh.
“Baca Juga: Vaginismus: Penyebab Nyeri Saat Berhubungan Intim“