RS Satria Medika – Air putih berperan penting dalam menjaga kesehatan ginjal. Namun, banyak orang masih kurang memenuhi kebutuhan cairan setiap hari. Kebiasaan tersebut dapat mengganggu kerja ginjal jika berlangsung dalam waktu lama.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Hamidah, menjelaskan bahwa kurang minum air putih dapat mengurangi volume darah di dalam tubuh. Akibatnya, aliran darah menuju ginjal ikut menurun.
Menurutnya, darah membawa oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan ginjal untuk bekerja dengan baik. Oleh karena itu, kekurangan cairan dapat memengaruhi fungsi organ tersebut.
“Kurang minum air putih itu bisa merusak ginjal karena volume darah di dalam tubuh berkurang. Akibatnya, aliran darah menuju ginjal ikut menurun sehingga pasokan nutrisi juga berkurang,” jelas dr. Hamidah dalam cuplikan podcast bersama dr. Jefry Tribowo yang diunggah di Instagram.
“Baca Juga: 6 Tanda Kolesterol Naik Setelah Kebanyakan Makan Daging“
Ginjal Bekerja Lebih Keras Saat Tubuh Kekurangan Cairan
Dr. Hamidah menjelaskan bahwa ginjal menyaring sisa metabolisme dan menjaga keseimbangan cairan tubuh. Namun, ginjal harus bekerja lebih keras ketika tubuh kekurangan air.
Selain itu, tubuh biasanya memberikan tanda ketika cairan mulai berkurang. Salah satu tanda paling mudah terlihat yaitu warna urine menjadi lebih pekat dibandingkan kondisi normal.
Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak mengabaikan perubahan warna urine. Tanda tersebut dapat menjadi peringatan bahwa tubuh membutuhkan lebih banyak cairan.
Penuhi Kebutuhan Air Putih Setiap Hari
Dr. Hamidah menyarankan masyarakat mengonsumsi sekitar 1,5 hingga 2 liter air putih setiap hari. Jumlah tersebut dapat membantu menjaga fungsi ginjal tetap optimal.
Meski begitu, kebutuhan cairan setiap orang tidak selalu sama. Aktivitas fisik, kondisi kesehatan, serta lingkungan dapat memengaruhi jumlah air yang dibutuhkan tubuh.
Seseorang yang banyak beraktivitas di luar ruangan, misalnya, biasanya membutuhkan lebih banyak cairan dibandingkan orang yang beraktivitas ringan.
Batasi Konsumsi Minuman Berenergi
Selain mengingatkan pentingnya air putih, dr. Hamidah juga mengimbau masyarakat agar tidak terlalu sering mengonsumsi minuman berenergi.
Menurutnya, sebagian besar minuman berenergi mengandung gula atau glukosa dalam jumlah tinggi. Jika seseorang mengonsumsinya secara berlebihan, kandungan tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Dr. Hamidah menjelaskan bahwa kadar gula yang tinggi dapat memengaruhi kesehatan ginjal. Risiko tersebut juga dapat meningkat apabila gula memicu penyakit diabetes.
“Minuman berenergi sering mengandung glukosa atau gula yang tinggi. Kondisi itu dapat berdampak buruk pada ginjal, baik secara langsung maupun melalui penyakit diabetes,” ujar dr. Hamidah.
Jaga Kebiasaan Minum untuk Lindungi Ginjal
Dr. Hamidah mengimbau masyarakat agar membiasakan diri minum air putih dalam jumlah cukup setiap hari. Langkah sederhana tersebut membantu menjaga fungsi ginjal tetap optimal.
Selain itu, masyarakat juga perlu membatasi konsumsi minuman berenergi, terutama jika memiliki aktivitas fisik yang berat. Dengan menjaga asupan cairan dan mengurangi minuman tinggi gula, risiko gangguan ginjal dapat ditekan sejak dini.
“Baca Juga: Stres Bikin Penis Terasa Mengecil? Ini Fakta Medisnya“