RS Satria Medika – Perayaan Idul Adha identik dengan berbagai hidangan berbahan dasar daging kurban. Meski begitu, konsumsi daging secara berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol, terutama jika tidak diimbangi pola makan sehat dan aktivitas fisik.
Tubuh sebenarnya membutuhkan kolesterol untuk membentuk hormon, menghasilkan vitamin D, dan menjaga fungsi sel. Namun, kadar kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL) yang terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, hipertensi, hingga diabetes.
Masalahnya, kolesterol tinggi sering berkembang tanpa gejala yang jelas. Oleh karena itu, mengenali tanda-tanda awal sangat penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
“Baca Juga: Kemenkes Evaluasi Program Internsip Usai Dokter Meninggal“
Apa yang Terjadi Saat Kolesterol Naik?
Kolesterol yang berlebihan dapat menumpuk di dinding pembuluh darah. Penumpukan ini membentuk plak yang menghambat aliran darah ke berbagai organ tubuh.
Akibatnya, pasokan oksigen dan nutrisi menjadi berkurang. Kondisi tersebut kemudian memicu berbagai keluhan yang sering dianggap sepele.
1. Tubuh Mudah Mengantuk
Kolesterol tinggi dapat mengganggu sirkulasi darah. Akibatnya, tubuh tidak memperoleh pasokan oksigen secara optimal.
Kondisi ini membuat seseorang lebih cepat lelah. Selain itu, rasa kantuk juga dapat muncul meski aktivitas tidak terlalu berat.
2. Kesemutan Lebih Sering Terjadi
Kesemutan pada tangan atau kaki dapat menjadi salah satu tanda aliran darah tidak lancar.
Saraf membutuhkan pasokan darah yang cukup agar bekerja dengan baik. Jika aliran darah terganggu, sensasi kesemutan bisa muncul lebih sering.
3. Tangan dan Kaki Mudah Pegal
Kolesterol tinggi juga dapat menyebabkan pegal atau nyeri pada kaki dan tangan.
Keluhan ini muncul karena penyempitan pembuluh darah mengurangi aliran darah menuju otot. Akibatnya, bagian tubuh tersebut terasa tidak nyaman saat beraktivitas.
4. Leher dan Pundak Terasa Kaku
Rasa kaku pada leher atau pundak memang memiliki banyak penyebab. Namun, kondisi ini juga sering dialami oleh penderita kolesterol tinggi.
Jika keluhan muncul berulang dan disertai faktor risiko lainnya, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan kesehatan.
5. Sering Pusing atau Sakit Kepala
Penumpukan plak kolesterol dapat mengurangi aliran darah menuju otak.
Kondisi tersebut dapat memicu pusing, sakit kepala, atau migrain. Oleh karena itu, jangan abaikan keluhan yang muncul berulang tanpa penyebab yang jelas.
6. Nyeri di Dada Sebelah Kiri
Kolesterol tinggi dapat menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah jantung.
Akibatnya, aliran darah menuju otot jantung berkurang. Kondisi ini dapat menimbulkan nyeri dada dan meningkatkan risiko serangan jantung jika tidak segera ditangani.
Cara Mengurangi Risiko Kolesterol Tinggi
Setelah menikmati hidangan daging, masyarakat sebaiknya menjaga pola makan tetap seimbang. Konsumsi sayur, buah, dan air putih yang cukup dapat membantu menjaga kesehatan tubuh.
Selain itu, lakukan olahraga secara rutin, batasi makanan tinggi lemak jenuh, dan periksa kadar kolesterol secara berkala. Langkah sederhana ini dapat membantu menurunkan risiko komplikasi akibat kolesterol tinggi serta menjaga kesehatan jantung dalam jangka panjang.
“Baca Juga: Bedah Jantung Minimal Invasif, Ini Keunggulannya“