RS Satria Medika – Bau kaki sering muncul setelah seseorang memakai sepatu dalam waktu lama. Banyak orang mengira keringat menjadi penyebab utama masalah tersebut.
Namun, penjelasan medis menunjukkan hal berbeda. Keringat sebenarnya hampir tidak memiliki aroma.
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Aditya Surya Pratama, menjelaskan bahwa bakteri menjadi penyebab utama bau kaki.
“Baca Juga: Selangkangan Lembap Setelah Cebok Bisa Picu Jamur“
Menurutnya, bakteri yang hidup di permukaan kulit memanfaatkan kondisi kaki yang lembap. Aktivitas bakteri tersebut kemudian menghasilkan aroma tidak sedap.
Bakteri Berkembang di Kaki yang Lembap
Telapak kaki menjadi salah satu bagian tubuh dengan jumlah kelenjar keringat yang banyak. Dalam sehari, kaki dapat menghasilkan lebih dari 200 mililiter keringat.
Akan tetapi, keringat tersebut tidak langsung menghasilkan bau. Masalah muncul ketika kaki tertutup sepatu dan kaos kaki dalam waktu lama.
Kondisi tersebut membuat area kaki menjadi hangat, lembap, dan kurang mendapatkan udara.
Lingkungan seperti ini menjadi tempat ideal bagi bakteri untuk berkembang.
Dr. Aditya menjelaskan bahwa beberapa bakteri seperti Brevibacterium dan Staphylococcus hidup secara alami di kulit.
Ketika bakteri berkembang, mereka mulai memecah keringat, sel kulit mati, dan minyak alami pada kaki.
Proses tersebut menghasilkan senyawa tertentu yang memunculkan aroma khas bau kaki.
Bau Kaki Memiliki Hubungan dengan Aroma Keju
Fakta menariknya, salah satu bakteri penyebab bau kaki memiliki hubungan dengan bakteri dalam proses pembuatan beberapa jenis keju.
Karena itu, beberapa aroma bau kaki dan keju tertentu dapat memiliki kemiripan.
Kesamaan tersebut terjadi karena keduanya menghasilkan senyawa kimia yang mirip.
Meski terdengar unik, kondisi ini menunjukkan bahwa bakteri memiliki peran besar dalam menciptakan aroma tertentu.
Faktor yang Membuat Bau Kaki Semakin Parah
Setiap orang bisa mengalami tingkat bau kaki yang berbeda. Beberapa faktor dapat memengaruhi kondisi tersebut.
Pertama, faktor genetik dapat memengaruhi jumlah keringat dan jenis bakteri pada kulit seseorang.
Kedua, kebersihan kaki dan alas kaki juga memiliki pengaruh besar.
Kaos kaki yang lembap atau sepatu yang jarang dibersihkan dapat mempercepat pertumbuhan bakteri.
Selain itu, kondisi kesehatan tertentu juga dapat memperburuk bau kaki.
Infeksi jamur pada kaki menjadi salah satu masalah yang dapat meningkatkan aroma tidak sedap.
Cara Mengurangi Bau Kaki
Untuk mengurangi bau kaki, seseorang perlu menjaga kondisi kaki tetap bersih dan kering.
Membersihkan kaki secara rutin dapat membantu mengurangi jumlah bakteri.
Selain itu, pengguna sepatu perlu mengganti kaos kaki secara berkala.
Menjemur sepatu juga membantu mengurangi kelembapan yang menjadi tempat berkembangnya bakteri.
Penggunaan alas kaki yang memiliki sirkulasi udara baik juga dapat membantu menjaga kaki tetap nyaman.
Jangan Salahkan Keringat, Perhatikan Bakteri
Dr. Aditya mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menyalahkan keringat ketika mengalami bau kaki.
Menurutnya, bakteri menjadi penyebab utama yang sering terabaikan.
Karena itu, menjaga kebersihan kaki dan alas kaki menjadi langkah penting untuk mencegah bau.
Dengan perawatan sederhana, seseorang dapat mengurangi risiko bau kaki dan menjaga kesehatan kulit kaki.
“Baca Juga: Cara Pilih Tumbler Aman, Hindari Risiko Keracunan“