RS Satria Medika – Berat badan yang kembali naik setelah diet tidak selalu menunjukkan kegagalan.
Dokter Spesialis Gizi Klinik Karina Marcella menjelaskan kondisi tersebut kepada masyarakat.
Menurut Karina, berbagai faktor dapat memengaruhi perubahan berat badan selama dan setelah diet.
Karena itu, seseorang perlu mencari penyebab kenaikan berat badan sebelum menyimpulkan kegagalan diet.
“Baca Juga: Manfaat Tidur Siang untuk Pulihkan Fungsi Otak“
Obesitas Dipengaruhi Banyak Faktor
Karina menjelaskan bahwa obesitas memiliki banyak faktor penyebab.
Faktor genetik dapat menyumbang sekitar 20 hingga 30 persen terhadap risiko obesitas.
Selain genetik, metabolisme tubuh juga memengaruhi perubahan berat badan seseorang.
Kemudian, aktivitas fisik dan pola makan turut menentukan perubahan berat badan.
Faktor lain juga dapat memengaruhi kemampuan seseorang mempertahankan berat badan.
Karena itu, seseorang tidak perlu langsung merasa gagal ketika berat badannya kembali naik.
Sebaliknya, seseorang perlu mengevaluasi perubahan kebiasaan dan kondisi tubuh.
“Jadi apabila berat badan naik-turun, jangan langsung merasa gagal,” kata Karina.
Karina menyarankan seseorang mencari faktor yang memicu perubahan berat badan tersebut.
Jangan Hanya Melihat Angka Timbangan
Karina menyarankan masyarakat tidak terlalu fokus pada angka timbangan.
Berat badan dapat berubah setiap hari karena berbagai kondisi tubuh.
Perubahan cairan tubuh dan makanan yang baru dikonsumsi dapat memengaruhi angka timbangan.
Karena itu, seseorang tidak harus menimbang berat badan setiap hari.
Karina menyarankan penimbangan sekitar satu kali setiap minggu.
Cara tersebut dapat membantu seseorang melihat perubahan berat badan secara berkala.
Selain itu, metode tersebut juga dapat mengurangi perhatian berlebihan terhadap perubahan harian.
Perhatikan Komposisi Tubuh
Menurut Karina, seseorang juga perlu memperhatikan komposisi tubuh selama menjalani diet.
Komposisi tubuh mencakup massa lemak, massa otot, dan cairan tubuh.
Seseorang dapat memeriksa komposisi tubuh secara berkala untuk melihat perkembangannya.
Karina menyarankan pemeriksaan tersebut sekitar dua minggu sekali.
Selain komposisi tubuh, seseorang juga dapat menggunakan indeks massa tubuh atau IMT.
IMT membandingkan berat badan dengan tinggi badan untuk memberikan gambaran kondisi berat badan.
Lingkar pinggang juga dapat menjadi indikator tambahan untuk memantau kondisi tubuh.
Perempuan umumnya perlu menjaga lingkar pinggang di bawah 80 sentimeter.
Sementara itu, laki-laki umumnya perlu menjaga lingkar pinggang di bawah 90 sentimeter.
Persentase lemak tubuh juga dapat membantu seseorang memantau perubahan komposisi tubuh.
Perempuan umumnya memiliki persentase lemak tubuh sekitar 20 hingga 30 persen.
Laki-laki biasanya memiliki persentase lemak tubuh yang lebih rendah.
Pilih Informasi Diet dengan Lebih Selektif
Karina juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mengikuti informasi diet dari media sosial.
Media sosial menawarkan berbagai metode diet dengan klaim yang beragam.
Namun, setiap metode diet belum tentu cocok untuk semua orang.
Karena itu, seseorang perlu mempertimbangkan kondisi tubuh sebelum mengikuti metode tertentu.
Selain itu, masyarakat juga perlu berhati-hati ketika memilih obat penurun berat badan.
Seseorang sebaiknya tidak menggunakan obat tersebut tanpa pendampingan dokter.
Dokter dapat menyesuaikan penggunaan obat dengan kondisi dan kebutuhan setiap individu.
Minat Masyarakat terhadap Konsultasi Obesitas Meningkat
VP Consultation & Diagnostics Halo Fit, Ignasius Hasim, melihat peningkatan kesadaran masyarakat terhadap obesitas.
Menurut Ignasius, semakin banyak masyarakat ingin menjalani pola hidup yang lebih sehat.
Masyarakat juga semakin memperhatikan upaya menurunkan berat badan secara tepat.
Halo Fit mencatat lebih dari 68.000 sesi konsultasi obesitas dalam satu tahun terakhir.
Jumlah konsultasi tersebut juga terus meningkat dari bulan ke bulan.
Data tersebut menunjukkan semakin banyak masyarakat mencari informasi dan pendampingan terkait pengelolaan berat badan.
Karena itu, masyarakat perlu memilih informasi kesehatan dari sumber yang terpercaya.
Pendampingan tenaga kesehatan juga dapat membantu seseorang menjalani program penurunan berat badan secara lebih terarah.
“Baca Juga: Waspada 5 Penyakit yang Sering Muncul Saat Pancaroba“