RS Satria Medika – Benjolan yang muncul di lipat paha atau kantong kemaluan anak sering membuat orang tua menganggapnya sebagai kondisi biasa. Padahal, benjolan tersebut dapat menjadi tanda hernia inguinalis yang memerlukan penanganan medis.
Hernia inguinalis dapat memicu komplikasi serius jika orang tua terlambat membawa anak ke dokter. Oleh karena itu, pemeriksaan sejak dini sangat penting agar dokter dapat menentukan penyebab benjolan dan memberikan penanganan yang tepat.
“Baca Juga: Polisi Sita Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar di Kasus TPPU“
Kenali Hernia Inguinalis pada Anak
Dokter Spesialis Bedah Anak Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Kozzy, Sp.BA, menjelaskan bahwa hernia inguinalis terjadi ketika jaringan atau sebagian usus keluar melalui celah pada otot yang lemah di area lipat paha.
Kondisi ini berbeda dengan hernia umbilikalis yang muncul di sekitar pusar. Hernia umbilikalis masih dapat menutup sendiri pada sebagian anak. Sebaliknya, hernia inguinalis umumnya tidak dapat sembuh tanpa tindakan medis.
Menurut dr. Kozzy, benjolan akibat hernia sering muncul ketika anak menangis, batuk, mengejan, atau banyak bergerak. Setelah anak beristirahat, benjolan tersebut dapat mengecil atau menghilang.
“Hernia pada anak sering terlihat sebagai benjolan yang hilang dan muncul kembali. Meskipun anak tampak aktif, orang tua tetap perlu memeriksakan kondisinya agar dokter dapat memastikan penyebabnya,” jelas dr. Kozzy.
Waspadai Gejala yang Menandakan Kondisi Darurat
Hernia inguinalis dapat berubah menjadi kondisi darurat apabila jaringan atau usus terjepit di dalam celah hernia. Kondisi tersebut dapat menghentikan aliran darah menuju jaringan yang terperangkap.
Jika aliran darah terhenti terlalu lama, jaringan dapat mengalami kerusakan. Oleh sebab itu, orang tua tidak boleh menunda pemeriksaan ketika muncul tanda-tanda yang mengarah pada komplikasi.
Anak biasanya merasakan nyeri hebat ketika kondisi ini terjadi. Selain itu, anak juga dapat mengalami muntah, perut membesar karena kembung, dan tampak sangat tidak nyaman.
“Bila benjolan terasa keras, menimbulkan nyeri, tidak dapat masuk kembali, atau disertai muntah, orang tua sebaiknya segera membawa anak ke fasilitas kesehatan,” kata dr. Kozzy.
Perhatikan Tanda-Tanda Komplikasi Hernia
Selain nyeri dan muntah, terdapat beberapa gejala lain yang perlu menjadi perhatian orang tua. Benjolan yang semakin besar dapat menunjukkan kondisi hernia semakin memburuk.
Orang tua juga perlu waspada apabila benjolan berubah menjadi kemerahan atau terasa keras saat disentuh. Anak yang tampak lemas, tidak mau makan, atau terus menangis juga memerlukan pemeriksaan segera.
Gejala tersebut dapat menandakan bahwa hernia sudah mengalami komplikasi dan membutuhkan penanganan secepat mungkin.
Operasi Menjadi Penanganan Utama Hernia Inguinalis
Dokter biasanya menangani hernia inguinalis melalui prosedur herniotomy. Tindakan ini bertujuan mengembalikan jaringan yang keluar ke posisi semula sekaligus menutup celah pada otot.
Dengan cara tersebut, dokter dapat mengurangi risiko hernia muncul kembali di kemudian hari.
Pada beberapa kondisi, dokter juga dapat menggunakan teknik laparoskopi. Prosedur ini memanfaatkan sayatan kecil dan kamera khusus sehingga luka operasi menjadi lebih kecil.
Namun, dokter tetap menentukan metode operasi berdasarkan usia, kondisi kesehatan, dan tingkat keparahan hernia pada setiap anak.
“Pendekatan laparoskopi dapat menjadi pilihan pada kasus tertentu. Namun, setiap anak tetap memerlukan penilaian secara individual agar tindakan sesuai dengan kondisinya,” tutup dr. Kozzy.
Jangan Abaikan Benjolan pada Anak
Benjolan di lipat paha atau kantong kemaluan anak tidak selalu berbahaya. Meski begitu, kondisi tersebut tetap memerlukan pemeriksaan medis untuk memastikan penyebabnya.
Semakin cepat dokter mendiagnosis hernia inguinalis, semakin besar peluang anak mendapatkan penanganan yang tepat sebelum muncul komplikasi serius. Karena itu, orang tua sebaiknya tidak menunggu hingga benjolan terasa nyeri atau membesar sebelum membawa anak ke dokter.
“Baca Juga: Polisi Sita Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar di Kasus TPPU“