Mpok Atiek Ungkap Terapi Kepret usai Divonis Sakit Jantung

RS Satria Medika – Kebiasaan merokok tidak hanya memicu kanker paru. Rokok juga meningkatkan risiko Penyakit Paru Obstruktif Kronis atau PPOK.

PPOK merupakan penyakit yang menyebabkan saluran napas menyempit. Selain itu, penyakit ini merusak jaringan paru secara permanen.

Akibatnya, tubuh kesulitan mendapatkan oksigen dalam jumlah yang cukup.

Dokter dan influencer kesehatan, dr. Aditya Surya Pratama, mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap PPOK sebagai gangguan ringan.

Menurutnya, kerusakan paru akibat PPOK tidak dapat kembali seperti semula.

“Baca Juga: Mpok Atiek Ungkap Terapi Kepret usai Divonis Sakit Jantung“

Gejala PPOK Sering Dianggap Faktor Usia

Dr. Aditya menjelaskan bahwa banyak orang tidak mengenali gejala awal PPOK.

Sebagian orang menganggap sesak napas sebagai tanda penuaan.

Padahal, napas pendek, mudah lelah, dan cepat kehabisan tenaga dapat menjadi gejala PPOK.

Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan perubahan pada kondisi pernapasan.

Semakin cepat penyakit terdeteksi, semakin besar peluang mengendalikan perkembangannya.

Perokok Pasif Juga Berisiko

Menurut dr. Aditya, risiko PPOK tidak hanya mengancam perokok aktif.

Paparan asap rokok dari lingkungan juga dapat merusak paru-paru.

Selain itu, polusi udara dan asap dari aktivitas memasak ikut meningkatkan risiko penyakit ini.

Paparan zat berbahaya dalam jangka panjang memicu peradangan pada saluran napas.

Peradangan tersebut kemudian merusak alveoli atau kantung udara kecil di paru-paru.

Akibatnya, paru kehilangan elastisitas dan kemampuan menyerap oksigen menurun.

PPOK Dapat Mengganggu Aktivitas Sehari-hari

Kerusakan paru yang terus berlangsung akan memperberat gejala.

Pada kondisi berat, penderita dapat bergantung pada terapi oksigen dalam waktu lama.

Aktivitas sederhana pun menjadi sangat melelahkan.

Sebagian penderita mengalami kesulitan saat berjalan, mandi, atau berbicara.

Kondisi tersebut terjadi karena tubuh kekurangan pasokan oksigen.

Karena itu, PPOK dapat menurunkan kualitas hidup secara signifikan.

Kenali Gejala dan Lakukan Pemeriksaan Sejak Dini

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mencatat PPOK sebagai salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia.

Jumlah kasus diperkirakan terus meningkat, terutama di negara dengan angka perokok yang tinggi.

Dr. Aditya mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan batuk berkepanjangan, sesak napas, atau riwayat merokok.

Pemeriksaan sejak dini sangat penting untuk memperlambat perkembangan penyakit.

Selain itu, berhenti merokok menjadi langkah utama untuk melindungi kesehatan paru.

Menjaga kualitas udara dan menghindari paparan asap juga membantu menurunkan risiko PPOK di masa depan.

“Baca Juga: Trump Pimpin Perayaan 250 Tahun Kemerdekaan Amerika“

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *