RS Satria Medika – Disfungsi ereksi terjadi ketika pria sulit mendapatkan atau mempertahankan ereksi saat berhubungan seksual.
Banyak orang menganggap kondisi ini hanya menyerang pria lanjut usia. Padahal, pria yang lebih muda juga dapat mengalaminya.
Berbagai faktor dapat memicu disfungsi ereksi. Gaya hidup, stres, hingga penyakit tertentu menjadi penyebab yang paling sering ditemukan.
Sesekali gagal ereksi masih tergolong normal. Namun, keluhan yang terus berulang memerlukan perhatian medis.
“Baca Juga: Tidur dengan Rambut Basah Bisa Picu Folikulitis“
1. Sulit Mendapatkan atau Mempertahankan Ereksi
Gejala paling umum adalah kesulitan mendapatkan ereksi.
Sebagian pria juga mengalami ereksi yang tidak bertahan cukup lama saat berhubungan intim.
Jika kondisi tersebut sering terjadi, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
Pemeriksaan dapat membantu menemukan penyebab yang mendasari keluhan tersebut.
2. Ereksi Pagi Hari Mulai Berkurang
Ereksi saat bangun tidur merupakan respons alami tubuh.
Kondisi tersebut biasanya menunjukkan aliran darah ke penis masih berjalan dengan baik.
Namun, frekuensi ereksi pagi yang semakin jarang perlu mendapat perhatian.
Perubahan tersebut dapat menandakan gangguan pada pembuluh darah yang berperan dalam proses ereksi.
3. Gairah Seksual Menurun
Penurunan gairah seksual juga dapat menjadi tanda disfungsi ereksi.
Kondisi ini sering berkaitan dengan rendahnya kadar hormon testosteron.
Selain menurunkan libido, kadar testosteron yang rendah dapat memicu gejala lain.
Pria dapat merasa lebih cepat lelah. Massa otot juga bisa berkurang dan kebugaran tubuh menjadi menurun.
4. Kesulitan Ereksi Terjadi Berulang
Kelelahan, kurang tidur, stres, atau konsumsi alkohol dapat menyebabkan gangguan ereksi sementara.
Rasa gugup saat bersama pasangan baru juga dapat memengaruhi kemampuan ereksi.
Namun, kondisi tersebut seharusnya tidak berlangsung terus-menerus.
Jika kesulitan ereksi muncul berulang tanpa penyebab yang jelas, dokter perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
5. Memiliki Kolesterol atau Tekanan Darah Tinggi
Kolesterol tinggi dan hipertensi dapat mengganggu kesehatan pembuluh darah.
Akibatnya, aliran darah menuju penis menjadi tidak optimal.
Kondisi tersebut membuat pria lebih sulit mendapatkan ereksi.
Karena itu, pria dengan tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi memiliki risiko lebih besar mengalami disfungsi ereksi.
Disfungsi Ereksi Dapat Menjadi Tanda Penyakit Lain
Disfungsi ereksi sering menjadi gejala dari gangguan kesehatan lain.
Diabetes, penyakit jantung, gangguan pembuluh darah, dan ketidakseimbangan hormon termasuk penyebab yang perlu diwaspadai.
Karena itu, pemeriksaan sejak dini sangat penting jika keluhan muncul berulang.
Dokter dapat menentukan penyebab sekaligus memberikan penanganan yang sesuai.
Gaya Hidup Sehat Membantu Menurunkan Risiko
Perubahan gaya hidup dapat membantu menjaga fungsi ereksi.
Pria sebaiknya menjaga berat badan ideal dan rutin berolahraga.
Selain itu, tidur yang cukup dan mengelola stres juga memberi manfaat bagi kesehatan.
Pola makan bergizi seimbang turut membantu menjaga kesehatan pembuluh darah.
Jika disfungsi ereksi berlangsung selama beberapa bulan atau mengganggu kualitas hidup, segera konsultasikan kepada dokter. Penanganan yang tepat dapat meningkatkan kesehatan sekaligus mencegah komplikasi lebih lanjut.
“Baca Juga: Koordinator Rekonstruksi Gaza Tewas dalam Serangan Drone“