RS Satria Medika – Banyak orang menganggap disfungsi ereksi hanya terjadi pada pria berusia lanjut.
Namun, kenyataannya kondisi ini juga dapat menyerang pria muda.
Beberapa kebiasaan sehari-hari bahkan dapat meningkatkan risiko gangguan ereksi sejak usia produktif.
Karena itu, pria muda perlu memahami faktor yang memengaruhi kesehatan seksual mereka.
Dokter Kulit RS Columbia Hospital Pulomas, dr. Radema Maradong Ayu Pranata, Sp.DVE, menjelaskan bahwa gaya hidup memiliki peran besar.
Menurutnya, kebiasaan yang sering dilakukan pria perkotaan dapat memicu masalah ereksi.
“Baca Juga: 7 Penyebab Sering Mengantuk yang Tak Boleh Diabaikan“
Kebiasaan Pria Perkotaan Dapat Meningkatkan Risiko
Banyak pria menghabiskan waktu berjam-jam di depan laptop setiap hari.
Selain itu, sebagian orang jarang berolahraga dan lebih banyak duduk.
Sebagian lainnya juga merokok, menggunakan rokok elektronik, atau sering begadang.
Banyak orang menganggap kebiasaan tersebut tidak berhubungan dengan fungsi seksual.
Padahal, dokter menilai anggapan itu hanya mitos.
Dr. Dema menjelaskan bahwa kesehatan ereksi bergantung pada kondisi pembuluh darah, hormon, dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Jika salah satu faktor tersebut terganggu, fungsi ereksi dapat ikut menurun.
Merokok dan Vaping Merusak Pembuluh Darah
Merokok menjadi salah satu penyebab utama gangguan ereksi.
Nikotin dan zat kimia lain dapat merusak pembuluh darah dalam tubuh.
Akibatnya, aliran darah menuju organ reproduksi menjadi kurang optimal.
Kondisi tersebut dapat menghambat kemampuan pria untuk mencapai dan mempertahankan ereksi.
Risiko yang sama juga muncul pada pengguna rokok elektronik.
Banyak orang menganggap vaping lebih aman daripada rokok biasa.
Namun, sebagian besar produk vaping tetap mengandung nikotin.
Zat tersebut tetap dapat memengaruhi kesehatan pembuluh darah.
Karena itu, vaping bukan pilihan yang bebas risiko.
Terlalu Lama Duduk Juga Berbahaya
Gaya hidup yang minim aktivitas fisik dapat memengaruhi kesehatan seksual.
Tubuh yang jarang bergerak lebih mudah mengalami kenaikan berat badan.
Selain itu, risiko gangguan metabolisme juga meningkat.
Kondisi tersebut dapat memicu diabetes dan penyakit jantung.
Kedua penyakit itu memiliki hubungan erat dengan disfungsi ereksi.
Kurangnya olahraga juga membuat kesehatan jantung menurun.
Padahal, jantung dan pembuluh darah berperan penting dalam proses ereksi.
Semakin baik sirkulasi darah, semakin baik pula fungsi seksual pria.
Begadang Dapat Menurunkan Hormon Penting
Kebiasaan tidur larut malam juga memberi dampak negatif.
Saat tidur, tubuh memproduksi berbagai hormon penting.
Salah satunya adalah testosteron yang berperan dalam gairah seksual pria.
Kurang tidur secara terus-menerus dapat menurunkan kadar hormon tersebut.
Selain itu, tubuh menjadi lebih mudah lelah dan sulit berkonsentrasi.
Kurang tidur juga dapat meningkatkan tingkat stres.
Jika kondisi ini berlangsung lama, performa seksual dapat ikut menurun.
Risiko menjadi lebih besar ketika begadang disertai rokok dan alkohol.
Gaya Hidup Sehat Membantu Menjaga Fungsi Seksual
Pria dapat mengurangi risiko disfungsi ereksi dengan langkah sederhana.
Pertama, lakukan olahraga secara rutin setiap minggu.
Kedua, jaga berat badan agar tetap ideal.
Ketiga, hentikan kebiasaan merokok dan vaping.
Selain itu, batasi konsumsi minuman beralkohol.
Pria juga perlu mendapatkan waktu tidur yang cukup setiap malam.
Langkah-langkah tersebut membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Selain itu, tubuh dapat menjaga keseimbangan hormon dengan lebih baik.
Karena itu, gaya hidup sehat tidak hanya meningkatkan kesehatan seksual.
Kebiasaan tersebut juga membantu menjaga kualitas hidup dalam jangka panjang.
“Baca Juga: Pria dengan Benjolan Tiroid Lebih Rentan Kanker“