RS Satria Medika – Pilihan orang tua terhadap susu pertumbuhan anak kini tidak hanya bergantung pada informasi nilai gizi.
Orang tua juga mulai memperhatikan bahan utama, proses produksi, komposisi, dan asal susu.
Temuan tersebut muncul dalam forum diskusi internal AceKid bersama 1.300 ibu.
Sebanyak 56 persen responden mengaku pernah menghadapi masalah saat memperkenalkan susu formula.
Namun, angka tersebut tidak menunjukkan semua responden mengganti merek susu.
Sebagian responden hanya mengalami kendala ketika pertama kali memberikan susu formula kepada anak.
Di antara responden yang mengganti merek, masalah pencernaan menjadi alasan terbanyak.
Sebanyak 34 persen responden menyebut sembelit atau diare sebagai alasan pergantian produk.
Selanjutnya, sebanyak 22 persen responden mengikuti rekomendasi dokter atau teman.
Sementara itu, sebanyak 11 persen responden menyebut alergi sebagai alasan mengganti susu.
“Baca Juga: Asap Karhutla Ganggu Paru dan Picu Risiko Pneumonia“
Nilai Gizi dan Komposisi Perlu Diperhatikan
Hasil diskusi tersebut menunjukkan 56 persen responden mengutamakan informasi nilai gizi.
Kemudian, 33 persen responden memperhatikan komposisi produk sebelum membeli susu.
Sementara itu, 11 persen responden mempertimbangkan rekomendasi dokter ketika memilih produk.
Informasi nilai gizi membantu orang tua mengetahui energi dan nutrisi dalam setiap sajian.
Namun, daftar komposisi memberikan informasi mengenai bahan yang menghasilkan kandungan tersebut.
Karena itu, orang tua sebaiknya membaca daftar bahan secara menyeluruh.
BPOM mengatur pencantuman bahan berdasarkan jumlah penggunaannya dalam produk.
Bahan dengan jumlah terbesar biasanya muncul lebih awal dalam daftar komposisi.
Orang tua dapat memeriksa sumber protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral.
Selain itu, orang tua perlu memeriksa bahan tambahan dan informasi alergi.
Kenali Perbedaan Bahan Susu
Produsen dapat menggunakan bentuk bahan baku dan proses produksi yang berbeda.
Sebagian produk menggunakan susu segar sebagai bahan utama.
Produk lain dapat menggunakan komponen susu berbentuk bubuk sebagai bahan awal.
Perbedaan tersebut terutama terletak pada bentuk bahan dan tahapan pengolahannya.
Namun, susu segar tidak otomatis membuat produk cocok untuk setiap anak.
Mutu produk juga bergantung pada formulasi, keamanan produksi, penyimpanan, dan cara penyajian.
AceKid menawarkan produk dengan pendekatan berbasis susu segar.
FEIHE International dan MAKUKU Indonesia mengembangkan produk tersebut untuk pasar Indonesia.
AceKid menggunakan proses bernama one-step fresh dalam produksi susunya.
Proses tersebut mengolah susu segar menjadi susu bubuk melalui rangkaian produksi.
Selain itu, AceKid menawarkan konsep traceable milk source.
Konsep tersebut memungkinkan perusahaan menelusuri sumber bahan baku susu.
Ketertelusuran Sumber Susu Jadi Perhatian
AceKid menyebut sumber bahan bakunya sebagai golden milk source.
Perusahaan mengambil bahan tersebut dari kawasan peternakan sapi perah di sekitar 47 derajat lintang utara.
Wilayah tersebut memiliki tanah Chernozem, sumber air alami, dan tanaman pakan ternak.
Perusahaan menggunakan konsep natural and fresh untuk menggambarkan proses dari peternakan.
Pendiri sekaligus CEO FEIHE International, Leng Youbin, menekankan pentingnya transparansi.
Menurutnya, transparansi perlu mencakup komposisi, asal bahan, dan edukasi bagi keluarga.
AceKid juga menawarkan formulasi tanpa tambahan sukrosa, maltodekstrin, sirup jagung, dan perisa sintetis.
Namun, karakteristik tersebut tidak menjamin produk cocok untuk setiap anak.
Pahami Fungsi Maltodekstrin dalam Produk
Maltodekstrin merupakan karbohidrat yang berasal dari pemecahan pati.
Produsen dapat menggunakan bahan tersebut sebagai sumber karbohidrat atau pembawa bahan tertentu.
Keberadaan maltodekstrin tidak otomatis menunjukkan bahwa produk berbahaya.
Orang tua perlu melihat fungsi, jumlah, dan aturan penggunaannya dalam produk.
Karena itu, orang tua sebaiknya membaca seluruh komposisi sebelum memilih susu pertumbuhan.
Orang tua juga perlu membedakan gula alami susu dengan gula tambahan.
Perhatikan Kelarutan dan Cara Penyajian
Selain komposisi, orang tua juga perlu memperhatikan kemudahan susu saat disajikan.
Susu bubuk yang tidak larut sempurna dapat meninggalkan gumpalan.
AceKid menggunakan teknologi flash dissolution untuk membantu bubuk lebih cepat larut.
Menurut perusahaan, teknologi tersebut membantu susu larut tanpa meninggalkan banyak gumpalan.
Namun, teknologi tersebut tidak menjamin susu mencegah sembelit atau gangguan pencernaan.
Orang tua tetap perlu menilai komposisi dan kebutuhan anak secara menyeluruh.
Selain itu, orang tua harus mengikuti takaran air dan bubuk pada kemasan.
Kesalahan takaran dapat mengubah konsentrasi nutrisi yang anak konsumsi.
Sesuaikan Susu dengan Kondisi Anak
AceKid Activegro menyediakan varian Care dan Plus untuk anak usia 1-3 tahun.
AceKid Care mengandung 14 vitamin, 10 mineral, GOS, DHA, AA, dan kolin.
Sementara itu, AceKid Plus memiliki beberapa tambahan bahan dalam formulanya.
Produk tersebut mengandung nukleotida, OPN, HMO alami, GOS, dan alfa laktalbumin.
Namun, orang tua tidak perlu menjadikan satu merek sebagai pilihan untuk semua anak.
Setiap anak dapat memberikan respons berbeda terhadap produk susu tertentu.
Orang tua perlu mempertimbangkan usia, pola makan, alergi, kondisi pencernaan, dan pertumbuhan anak.
Anak dengan kondisi medis tertentu mungkin membutuhkan formula khusus.
Karena itu, orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum memilih formula khusus.
Susu pertumbuhan juga tidak menggantikan makanan utama anak.
Anak usia 1-3 tahun tetap membutuhkan makanan beragam dan bergizi.
Pola makan tersebut perlu mencakup protein, karbohidrat, sayur, buah, dan sumber lemak.
Dengan demikian, orang tua dapat menjadikan susu sebagai pelengkap nutrisi anak.
Pilihan terbaik tetap harus menyesuaikan kebutuhan dan kondisi masing-masing anak.
“Baca Juga: Mengenal Fraktur Phalanx yang Dialami Pratama Arhan“