Pundak Kaku Meski Dipijat Kenali Subconscious Guarding

RS Satria Medika – Pundak terasa kaku dan berat meski sudah sering dipijat? Kondisi tersebut bisa berkaitan dengan ketegangan otot yang berlangsung cukup lama.

Dokter sekaligus edukator kesehatan, dr. Cecep Hermawan, menjelaskan kondisi tersebut melalui unggahan videonya. Ia menyebut kondisi itu sebagai Subconscious Guarding.

Kondisi tersebut terjadi ketika stres membuat otot Trapezius terus menegang tanpa kita sadari. Otot Trapezius berada di sekitar leher, bahu, dan punggung bagian atas.

Jika ketegangan berlangsung lama, kondisi tersebut dapat memicu Tension Headache atau sakit kepala tegang.

Menurut dr. Cecep, banyak orang mengira pijat selalu menyelesaikan masalah tersebut. Namun, ketegangan akibat stres dapat membuat otot kembali menegang setelah pijatan selesai.

“Baca Juga: 5 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Merusak Ginjal“

Stres Bisa Membuat Otot Pundak Terus Tegang

Stres dapat memengaruhi tubuh melalui berbagai respons fisik. Salah satunya berupa peningkatan ketegangan pada otot leher dan pundak.

Seseorang terkadang tidak menyadari bahwa tubuhnya terus mempertahankan ketegangan tersebut. Kondisi inilah yang kemudian dapat menimbulkan rasa berat, kaku, atau tidak nyaman.

Karena itu, seseorang perlu memperhatikan pola keluhan tersebut. Terutama jika rasa kaku terus muncul meski sudah mencoba pijat atau beristirahat.

Post-Isometric Relaxation Membantu Melemaskan Otot

Dr. Cecep membagikan gerakan sederhana bernama Post-Isometric Relaxation. Gerakan tersebut bertujuan membantu tubuh menurunkan ketegangan otot.

Pertama, angkat kedua bahu setinggi mungkin menuju telinga. Kemudian, tahan posisi tersebut selama lima hingga sepuluh detik.

Setelah itu, lepaskan ketegangan secara tiba-tiba tanpa menahan gerakan. Selanjutnya, miringkan kepala secara perlahan ke kanan.

Tahan posisi tersebut selama sekitar sepuluh detik. Kemudian, ulangi gerakan yang sama ke arah kiri selama sepuluh detik.

Gerakan tersebut menggunakan respons alami tubuh setelah otot mengalami kontraksi. Ketika seseorang melepaskan kontraksi, tubuh dapat membantu menurunkan ketegangan otot.

Setelah itu, peregangan dapat membantu otot menjadi lebih rileks. Namun, lakukan setiap gerakan secara perlahan dan sesuai kemampuan tubuh.

Tiga Cara Sederhana Mengurangi Ketegangan Pundak

Selain latihan tersebut, beberapa kebiasaan sederhana juga dapat membantu mengurangi ketegangan.

1. Gunakan Kompres Air Hangat

Kompres pundak dan bagian belakang leher menggunakan air hangat selama 10 hingga 15 menit.

Anda dapat melakukan cara tersebut sebelum tidur. Suhu hangat dapat membantu tubuh terasa lebih nyaman ketika otot mengalami ketegangan.

2. Atur Posisi Layar

Posisikan layar komputer atau ponsel mendekati sejajar dengan mata. Posisi tersebut dapat membantu mengurangi kebiasaan menundukkan kepala terlalu lama.

Saat menggunakan laptop, Anda dapat menggunakan penyangga untuk meninggikan posisi layar. Dengan begitu, leher tidak perlu terus membungkuk.

3. Pilih Penyangga Leher yang Tepat

Gunakan bantal yang mampu menopang lekukan leher ketika tidur. Posisi tersebut dapat membantu menjaga leher tetap nyaman selama beristirahat.

Namun, kebutuhan setiap orang dapat berbeda. Karena itu, pilih bantal berdasarkan posisi tidur dan kenyamanan masing-masing.

Waspadai Gejala yang Membutuhkan Pemeriksaan

Keluhan pundak dan leher tidak selalu berasal dari ketegangan otot. Beberapa gejala dapat menunjukkan masalah saraf yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

Segera periksa ke dokter jika nyeri menjalar menuju lengan atau jari. Kesemutan pada tangan juga perlu mendapat perhatian.

Selain itu, rasa seperti tersetrum ketika menggerakkan leher juga perlu diperiksa. Kelemahan pada tangan juga menjadi tanda yang tidak boleh diabaikan.

Menurut dr. Cecep, gejala tersebut dapat berkaitan dengan saraf terjepit atau Hernia Nukleus Pulposus (HNP).

Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak hanya mengandalkan pijat untuk mengatasi keluhan. Jika gejala menetap atau semakin berat, konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter.

Dengan mengenali penyebab dan tanda peringatannya, seseorang dapat mengambil langkah penanganan yang lebih tepat.

“Baca Juga: Sering Pakai Celana Ketat? Kenali Risiko Iritasi Vagina“

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *