Gen Z Rentan Gangguan Ginjal, Ini Penyebabnya

Medicalnews – ginjal selama ini sering masyarakat kaitkan dengan kelompok usia lanjut. Namun, dokter kini menemukan semakin banyak faktor risiko pada kelompok usia muda.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Rosandi Himawan, Sp.PD, membahas kondisi tersebut dalam acara Morning Zone di YouTube Okezone.

Menurut dr. Rosandi, beberapa penyakit pemicu gangguan ginjal kini semakin banyak menyerang usia 20 hingga 30 tahun.

“Baca Juga: Sudah Kurangi Garam, Kenapa Tekanan Darah Tetap Tinggi?“

1. Hipertensi dan Diabetes Menjadi Faktor Risiko Utama

Dr. Rosandi menjelaskan bahwa hipertensi dan diabetes menjadi dua penyebab utama penyakit ginjal. Dahulu, dokter lebih sering menemukan kedua kondisi tersebut pada pasien berusia lebih tua.

Namun, kondisi tersebut kini mulai berubah. Dokter semakin sering menemukan hipertensi dan diabetes pada pasien berusia 20 hingga 30 tahun.

“Sekarang saya praktik, usia 20-30 tuh sudah banyak yang kena,” ujar dr. Rosandi.

Karena itu, masyarakat perlu mengendalikan kedua kondisi tersebut sejak usia muda. Hipertensi dan diabetes yang tidak terkontrol dapat mengganggu fungsi ginjal dalam jangka panjang.

2. Pemeriksaan Kesehatan Membantu Menemukan Gangguan Ginjal

Selain peningkatan faktor risiko, perkembangan dunia medis juga memengaruhi jumlah kasus yang ditemukan. Dokter kini memiliki kemampuan lebih baik untuk mendeteksi berbagai gangguan kesehatan.

Masyarakat juga semakin sadar terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan. Karena itu, lebih banyak orang menjalani pemeriksaan secara rutin.

Kondisi tersebut membantu dokter menemukan gangguan kesehatan yang sebelumnya mungkin tidak diketahui. Pemeriksaan lebih awal juga dapat membantu masyarakat mengambil langkah untuk menjaga kesehatan ginjal.

Dr. Rosandi menyebut peningkatan kesadaran masyarakat sebagai salah satu faktor yang membuat kasus gangguan ginjal pada usia muda semakin terlihat.

3. Penyakit Ginjal Tidak Hanya Berkaitan dengan Diabetes

Meskipun diabetes dan hipertensi menjadi faktor utama, keduanya bukan satu-satunya penyebab gangguan ginjal. Anak muda juga dapat mengalami gangguan ginjal karena berbagai kondisi lainnya.

Dr. Rosandi menyebut gangguan pada struktur ginjal sebagai salah satu penyebab yang perlu diperhatikan. Selain itu, peradangan juga dapat memengaruhi kondisi ginjal.

Penyakit autoimun juga dapat memicu gangguan pada organ tersebut. Karena itu, orang muda tetap perlu memperhatikan kesehatan ginjal meskipun tidak memiliki diabetes atau hipertensi.

4. Kenali Faktor Risiko Sejak Usia Muda

Pergeseran usia pada hipertensi dan diabetes perlu menjadi perhatian masyarakat. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya menjaga kesehatan sejak usia muda.

Masyarakat dapat melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk mengetahui kondisi tubuh. Selain itu, masyarakat perlu mengendalikan faktor risiko yang dapat memengaruhi kesehatan ginjal.

Dengan mengenali faktor risikonya lebih awal, seseorang dapat mengambil langkah pencegahan dengan lebih cepat. Pemeriksaan juga membantu dokter menemukan masalah kesehatan sebelum kondisi berkembang lebih jauh.

“Baca Juga: Kasus ISPA Naik di Wilayah Terdampak Karhutla“

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *