RS Satria Medika – Kebiasaan memakai kaus kaki berulang kali dapat membuat kaki terus berada dalam kondisi lembap. Sepatu tertutup juga dapat menjaga panas dan keringat di sekitar kaki.
Kondisi tersebut dapat membantu bakteri berkembang lebih cepat. Salah satu masalah yang dapat muncul ialah pitted keratolysis, yaitu infeksi bakteri pada permukaan kulit telapak kaki.
Masalah ini biasanya menimbulkan lubang kecil seperti kawah pada telapak kaki. Selain itu, kaki dapat mengeluarkan bau yang cukup menyengat.
“Baca Juga: Latihan Tom Holland untuk Membentuk Tubuh ala Spider-Man“
Apa Itu Pitted Keratolysis?
Pitted keratolysis menyerang lapisan kulit paling luar pada telapak kaki. Bakteri seperti Corynebacterium dapat berkembang pada area yang hangat dan lembap.
Bakteri tersebut menghasilkan enzim yang merusak lapisan luar kulit. Akibatnya, permukaan telapak kaki dapat membentuk cekungan kecil yang khas.
Kondisi ini juga dapat menyebabkan bau kaki. Bakteri menghasilkan senyawa tertentu yang menimbulkan aroma tidak sedap.
Karena itu, bau kaki yang terus muncul tidak selalu menunjukkan infeksi jamur. Pitted keratolysis memiliki penyebab bakteri dan membutuhkan penanganan yang sesuai.
Kebiasaan yang Meningkatkan Risiko
Penggunaan sepatu tertutup dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko pitted keratolysis. Keringat juga dapat membuat lingkungan kaki semakin lembap.
Selain itu, kebersihan kaki yang kurang baik dapat meningkatkan peluang bakteri berkembang. Cuaca panas dan lembap juga dapat memperburuk kondisi tersebut.
Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan kebiasaan sehari-hari. Mengganti kaus kaki secara rutin menjadi salah satu langkah sederhana.
Pemilik sepatu juga perlu memberi waktu agar alas kaki benar-benar kering. Hindari menggunakan sepatu yang masih lembap setelah pemakaian sebelumnya.
Cara Mencegah Kaki Bau dan Berlubang
Pertama, ganti kaus kaki secara rutin. Pilih kaus kaki yang dapat menyerap keringat, seperti bahan katun atau wol.
Kedua, jaga kaki tetap kering. Setelah mandi, keringkan seluruh bagian kaki, termasuk sela-sela jari.
Ketiga, gunakan sepatu dengan sirkulasi udara baik. Selain itu, hindari penggunaan sepatu tertutup dalam waktu terlalu lama.
Keempat, keringkan sepatu setelah digunakan. Sebaiknya, gunakan sepatu secara bergantian agar setiap pasangan memiliki waktu untuk mengering.
Kelima, cuci kaus kaki setelah digunakan. DermNet juga merekomendasikan pencucian pada suhu sekitar 60°C untuk membantu menghilangkan bakteri.
Keenam, beri kesempatan kaki terkena udara. Anda dapat melepas sepatu ketika berada di rumah atau saat kondisi memungkinkan.
Jangan Sembarangan Menggunakan Obat
Pitted keratolysis memang dapat menyerupai masalah kulit lainnya. Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak langsung menggunakan obat antijamur tanpa pemeriksaan.
Dokter dapat menentukan penyebab berdasarkan kondisi kulit dan gejala yang muncul. Pemeriksaan juga membantu membedakan pitted keratolysis dari infeksi jamur atau masalah kulit lainnya.
Dokter dapat memberikan antibiotik oles atau antiseptik untuk menangani pitted keratolysis. Pasien juga perlu menjaga kaki tetap bersih dan kering selama proses pemulihan.
Jika lubang pada telapak kaki terus muncul atau bau tidak kunjung hilang, segera konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter. Dengan penanganan tepat, pitted keratolysis umumnya dapat sembuh dengan baik.
“Baca Juga: Ayah Perlu Berhenti Merokok Demi Kesehatan Anak“