RS Satria Medika – Karina aespa mengungkap pengalaman diet ekstrem yang pernah dijalaninya saat masih menjadi trainee. Penyanyi asal Korea Selatan itu mengaku sempat menaikkan berat badan hingga 4 kilogram dalam satu hari. Namun, ia berhasil menurunkan berat badan tersebut dalam waktu yang sama melalui latihan fisik yang sangat berat.
Karina membagikan kisah tersebut saat tampil dalam program variety show JTBC Please Take Care of My Refrigerator. Ia hadir bersama Winter dan menceritakan pengalaman yang membuat para pembawa acara terkejut.
“Baca Juga: Wabah Ebola di RD Kongo Meluas, 754 Orang Meninggal“
Karina Mengaku Berat Badannya Mudah Berubah
Karina mengatakan tubuhnya sangat mudah mengalami perubahan berat badan. Menurutnya, berat badan bisa naik maupun turun dalam waktu singkat.
Ia mengingat momen ketika masih menjalani masa pelatihan sebagai idol. Saat itu, ia makan dalam jumlah banyak tanpa memikirkan berat badan. Setelah menimbang tubuhnya, ia terkejut karena berat badannya bertambah hingga 4 kilogram.
Karina harus mengikuti penimbangan keesokan harinya. Karena itu, ia memutuskan menjalani latihan yang sangat berat agar berat badannya kembali seperti semula.
“Aku tipe yang cepat naik berat badan, tapi juga cepat turun,” ujar Karina.
Latihan Selama Enam Jam untuk Menurunkan Berat Badan
Karina memilih cara yang sangat ekstrem untuk mengurangi berat badannya. Ia memanaskan ruang latihan, lalu mengenakan beberapa lapis pakaian agar tubuhnya mengeluarkan lebih banyak keringat.
Ia memakai legging, baju sauna, hoodie, dan jaket tebal. Setelah itu, ia berlari tanpa henti selama lima hingga enam jam.
Karina memperkirakan dirinya berlari sepanjang sekitar 100 lagu. Selain berolahraga, ia juga melakukan mandi setengah badan selama satu jam sebagai bagian dari usahanya.
Metode tersebut akhirnya membuat berat badannya turun hingga 4 kilogram dalam satu hari.
Ahli Nilai Penurunan Berat Badan Berasal dari Cairan Tubuh
Cerita Karina mendapat tanggapan dari mantan pesepak bola Korea Selatan, Ahn Jung-hwan. Ia menjelaskan bahwa metode tersebut sering digunakan atlet sebelum bertanding untuk memenuhi batas berat badan.
Namun, ia menegaskan bahwa penurunan berat badan yang sangat cepat umumnya berasal dari hilangnya cairan tubuh, bukan pembakaran lemak.
Tubuh mengeluarkan banyak keringat selama aktivitas fisik berat. Akibatnya, berat badan turun sementara karena kehilangan cairan.
Karina juga mengakui tubuhnya terasa sangat lemas setelah menjalani latihan tersebut.
“Kalau melakukan itu, rasanya tubuh benar-benar kehilangan energi,” kata Karina.
Kini Karina Memilih Cara yang Lebih Sehat
Karina mengatakan dirinya sudah tidak mampu menjalani pola latihan seberat itu. Ia merasa kondisi tubuhnya sekarang berbeda dibandingkan saat masih menjadi trainee.
Menurutnya, usia membuat tubuh lebih cepat lelah. Karena itu, ia tidak lagi menerapkan pola makan maupun olahraga yang terlalu ekstrem.
Ia memilih menjaga kondisi tubuh dengan cara yang lebih realistis dan sesuai kemampuan fisiknya.
Ahli Sarankan Menurunkan Berat Badan Secara Bertahap
Pengalaman Karina memang menarik perhatian banyak penggemar. Namun, para ahli kesehatan tidak menyarankan penurunan berat badan secara drastis dalam waktu singkat.
Penurunan berat badan yang terlalu cepat biasanya terjadi karena tubuh kehilangan cairan. Kondisi tersebut tidak menunjukkan berkurangnya lemak secara signifikan.
Selain itu, metode ekstrem juga dapat memicu dehidrasi, kelelahan, gangguan keseimbangan elektrolit, serta menurunkan performa tubuh.
Para ahli menyarankan penurunan berat badan dilakukan secara bertahap. Cara tersebut meliputi pola makan bergizi seimbang, olahraga rutin, tidur yang cukup, serta menjaga kebiasaan hidup sehat setiap hari.
Dengan pendekatan tersebut, berat badan lebih mudah dipertahankan dan risiko gangguan kesehatan dapat diminimalkan.
“Baca Juga: Wabah Ebola di RD Kongo Meluas, 754 Orang Meninggal“