RS Satria Medika – Olahraga memberikan manfaat yang jauh lebih besar daripada menjaga kebugaran tubuh. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik juga membantu menjaga kesehatan otak dan menurunkan risiko Alzheimer maupun demensia.
Perawat sekaligus kreator edukasi kesehatan, Rizal, membagikan pandangan tersebut melalui akun X miliknya. Ia menekankan bahwa gaya hidup aktif memiliki manfaat besar bagi fungsi otak, terutama ketika seseorang memasuki usia lanjut.
“Baca Juga: Sering Main HP Saat BAB? Ini Risiko Kesehatannya“
Olahraga Mendukung Kesehatan Otak
Rizal menyampaikan pendapatnya setelah menanggapi unggahan dokter Adam Prabata mengenai suplemen kreatin.
Dalam unggahan tersebut, dr. Adam menjelaskan bahwa kreatin tidak hanya berperan dalam pembentukan otot. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa zat tersebut dapat membantu meningkatkan fungsi otak.
Menanggapi informasi itu, Rizal menilai olahraga tetap menjadi pilihan utama untuk menjaga kesehatan otak dalam jangka panjang.
Menurutnya, aktivitas fisik rutin memiliki bukti ilmiah yang lebih kuat dalam menurunkan risiko penurunan fungsi kognitif.
Johanna Quaas Jadi Inspirasi Gaya Hidup Aktif
Rizal juga menyoroti sosok Johanna Quaas sebagai contoh nyata manfaat olahraga.
Pesenam asal Jerman tersebut masih aktif berolahraga meski telah berusia 100 tahun. Johanna juga tetap terlihat bugar dan memiliki fungsi kognitif yang baik.
Melalui contoh tersebut, Rizal mengajak masyarakat untuk mulai berolahraga secara rutin sejak usia muda.
Ia menilai investasi terbaik bagi kesehatan tidak hanya berasal dari makanan atau suplemen, tetapi juga dari kebiasaan bergerak setiap hari.
Penelitian Tunjukkan Manfaat Olahraga bagi Otak
Sejumlah penelitian menjelaskan bahwa olahraga membantu meningkatkan aliran darah menuju otak.
Aliran darah yang baik membuat sel-sel otak memperoleh oksigen dan nutrisi secara optimal. Selain itu, aktivitas fisik juga membantu mengurangi peradangan yang dapat memengaruhi fungsi otak.
Olahraga juga mendukung kesehatan jaringan saraf sehingga kemampuan berpikir dapat bertahan lebih lama.
Karena itu, banyak ahli menyarankan masyarakat melakukan aktivitas fisik secara teratur sebagai bagian dari pola hidup sehat.
Kreatin Berpotensi Dukung Fungsi Kognitif
Dr. Adam Prabata menjelaskan bahwa beberapa penelitian menemukan manfaat kreatin bagi fungsi otak.
Penelitian tersebut menunjukkan kreatin dapat membantu meningkatkan daya ingat dan mempercepat proses pengolahan informasi.
Bahkan, sebuah penelitian melaporkan bahwa konsumsi kreatin sebanyak 20 gram setiap hari selama delapan minggu mampu memperbaiki kemampuan kognitif pada pasien Alzheimer.
Meski demikian, dr. Adam mengingatkan bahwa penelitian tersebut belum membuktikan manfaat kreatin sebagai peningkat kecerdasan bagi orang yang sehat.
Gaya Hidup Aktif Tetap Menjadi Pilihan Terbaik
Rizal kembali menegaskan bahwa olahraga tetap memiliki peran yang lebih besar dibandingkan suplemen.
Menurutnya, olahraga tidak hanya menjaga massa otot, tetapi juga membantu mempertahankan fungsi otak seiring bertambahnya usia.
Ia juga menambahkan bahwa kebiasaan aktif dapat menurunkan risiko Alzheimer, demensia, dan pikun ketika seseorang memasuki usia lanjut.
Konsistensi Menjadi Kunci
Manfaat olahraga tidak muncul dalam waktu singkat. Sebaliknya, tubuh dan otak memperoleh manfaat ketika seseorang melakukannya secara rutin.
Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, bersepeda, berenang, atau senam sudah dapat membantu menjaga kesehatan tubuh dan otak.
Karena itu, membangun kebiasaan berolahraga sejak dini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas hidup pada masa depan.
Meski penelitian mengenai kreatin terus berkembang, gaya hidup aktif tetap menjadi salah satu cara paling efektif untuk menjaga fungsi otak. Kombinasi olahraga, pola makan seimbang, tidur yang cukup, dan pemeriksaan kesehatan rutin dapat membantu menjaga kualitas hidup hingga usia lanjut.
“Baca Juga: Temon Meninggal, Kenali Bahaya Serangan Jantung & Hipertensi“