Thalasemia Penyakit Keturunan yang Perlu Diwaspadai

RS Satria Medika – Thalasemia masih menjadi salah satu penyakit yang mendapat perhatian serius di Indonesia. Penyakit ini muncul karena faktor genetik yang diwariskan dari orang tua kepada anak.

Karena itu, masyarakat perlu memahami penyebab, gejala, dan jenis thalasemia. Selain itu, edukasi serta skrining kesehatan juga berperan penting dalam mencegah peningkatan kasus di masa depan.

Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, menjelaskan bahwa thalasemia merupakan penyakit keturunan yang dapat memengaruhi kualitas hidup penderitanya.

“Baca Juga: Panduan Waktu Terbaik Minum Vitamin dan Suplemen“

Thalasemia Membuat Sel Darah Merah Lebih Cepat Rusak

Dante menjelaskan bahwa thalasemia terjadi ketika sel darah merah memiliki usia yang lebih pendek dibandingkan kondisi normal.

Akibatnya, tubuh kehilangan sel darah merah lebih cepat. Kondisi tersebut kemudian memicu anemia atau kekurangan darah.

Sel darah merah berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh. Ketika jumlahnya berkurang, tubuh menjadi lebih mudah lelah dan lemas.

Karena itu, banyak penderita thalasemia membutuhkan transfusi darah secara rutin untuk menjaga kondisi tubuh tetap stabil.

Dante mengatakan bahwa penderita thalasemia sering mengalami anemia karena usia sel darah merah mereka lebih singkat dibandingkan orang sehat.

Faktor Genetik Menjadi Penyebab Utama Thalasemia

Selain memengaruhi darah, thalasemia juga termasuk penyakit yang diturunkan melalui faktor genetik.

Seseorang dapat membawa sifat thalasemia tanpa mengalami gejala berat. Namun, sifat tersebut tetap dapat diwariskan kepada keturunannya.

Risiko meningkat ketika ayah dan ibu sama-sama membawa gen thalasemia.

Dalam kondisi tersebut, anak memiliki peluang mengalami thalasemia mayor yang termasuk kategori paling berat.

Karena itu, pemeriksaan kesehatan sebelum menikah dan saat merencanakan kehamilan menjadi langkah yang sangat penting.

Dengan deteksi lebih awal, keluarga dapat memahami risiko yang mungkin terjadi pada anak di masa depan.

Kenali Tiga Jenis Thalasemia

Para ahli membagi thalasemia menjadi tiga kelompok utama. Setiap jenis memiliki tingkat keparahan yang berbeda.

1. Thalasemia Minor

Thalasemia minor terjadi pada seseorang yang hanya membawa sifat genetik penyakit ini.

Sebagian besar penderita tidak mengalami gangguan kesehatan yang serius. Namun, mereka tetap dapat mewariskan gen tersebut kepada anak.

2. Thalasemia Intermediate

Thalasemia intermediate berada di tingkat sedang.

Penderita biasanya mengalami gejala ringan hingga menengah. Kondisi mereka tidak seberat thalasemia mayor, tetapi tetap membutuhkan pemantauan medis.

3. Thalasemia Mayor

Thalasemia mayor merupakan bentuk paling berat dari penyakit ini.

Penderita membutuhkan transfusi darah secara berkala agar tubuh tetap mendapatkan pasokan oksigen yang cukup.

Tanpa penanganan yang tepat, kondisi ini dapat mengganggu berbagai fungsi tubuh dan menurunkan kualitas hidup.

Edukasi dan Skrining Jadi Kunci Pencegahan

Pemerintah terus mendorong edukasi tentang thalasemia kepada masyarakat. Langkah ini bertujuan meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan.

Selain itu, skrining genetik juga membantu pasangan mengetahui risiko sebelum memiliki anak.

Dengan edukasi yang baik, masyarakat dapat mengambil langkah pencegahan lebih dini. Upaya tersebut diharapkan mampu menekan jumlah kasus thalasemia di Indonesia pada masa mendatang.

“Baca Juga: Dahi Membentuk Huruf M? Waspadai Tanda Kebotakan Dini“

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *