WHO Tetapkan Ebola Darurat Global, Ini Penyebabnya

RS Satria Medika –  World Health Organization resmi menetapkan wabah Ebola sebagai darurat kesehatan global. Keputusan ini muncul setelah penyebaran virus meningkat di Republik Demokratik Kongo dan Uganda.

Status tersebut membuat banyak negara mulai meningkatkan kewaspadaan kesehatan. Selain itu, masyarakat juga mulai mencari informasi mengenai virus Ebola dan cara penularannya.

“Baca Juga: MRI Bisa Deteksi Penyakit Saraf Mirip Stroke Ini“

WHO Soroti Penyebaran Strain Bundibugyo

Dokter spesialis mikrobiologi klinik, Ayman Alatas menjelaskan perkembangan wabah Ebola melalui akun X miliknya.

Menurut dr. Ayman, wabah kali ini berasal dari strain Bundibugyo. Strain tersebut termasuk jenis virus orthoebola yang menyebabkan penyakit Ebola.

Sebelumnya, banyak wabah Ebola didominasi strain Zaire. Namun, kali ini penyebaran Bundibugyo menjadi perhatian utama WHO.

Dr. Ayman menjelaskan bahwa strain tersebut memiliki tingkat kematian cukup tinggi. Selain itu, penyebarannya juga berlangsung cukup cepat.

Ebola Menular Lewat Cairan Tubuh

Virus Ebola menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita. Penularan juga bisa terjadi melalui benda yang terkontaminasi.

Selain itu, jenazah pasien Ebola juga dapat menjadi sumber penularan jika tidak ditangani dengan aman.

Karena itu, tenaga kesehatan dan masyarakat harus menerapkan protokol keselamatan secara ketat.

Gejala Ebola Perlu Diwaspadai

Dr. Ayman menjelaskan beberapa gejala utama Ebola. Gejala awal biasanya meliputi demam, nyeri tubuh, dan tubuh lemas.

Selain itu, penderita juga bisa mengalami muntah. Dalam beberapa kasus, pasien mengalami pendarahan.

Gejala tersebut dapat memburuk dalam waktu singkat. Karena itu, pasien membutuhkan penanganan medis secepat mungkin.

Hingga sekarang, pengobatan Ebola masih berfokus pada perawatan suportif untuk membantu kondisi pasien.

Tingkat Kematian Ebola Masih Tinggi

Strain Bundibugyo memiliki tingkat kematian sekitar 30 hingga 40 persen. Angka tersebut membuat WHO meningkatkan perhatian terhadap wabah ini.

Menurut dr. Ayman, wabah saat ini menjadi outbreak Bundibugyo terbesar yang pernah tercatat.

Data sementara menunjukkan terdapat 246 kasus suspek dan 80 kematian.

Kondisi tersebut menandakan virus kemungkinan sudah menyebar selama berminggu-minggu sebelum terdeteksi secara resmi.

WHO Dorong Pencegahan dan Pelacakan Kontak

WHO dan tenaga kesehatan kini fokus melakukan pencegahan penyebaran virus. Pemerintah setempat juga meningkatkan pengawasan kesehatan masyarakat.

Selain itu, petugas kesehatan melakukan pelacakan kontak terhadap orang yang berhubungan dengan pasien.

Dr. Ayman menilai strategi ini penting untuk mengendalikan penyebaran Ebola.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan.

Kemenkes Pastikan Ebola Belum Masuk Indonesia

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memastikan belum menemukan kasus Ebola di Indonesia.

Meski begitu, pemerintah tetap meningkatkan langkah antisipasi di berbagai pintu masuk negara.

Petugas kesehatan kini memperkuat pemeriksaan pelaku perjalanan internasional. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan prosedur rujukan rumah sakit jika ditemukan gejala mencurigakan.

Kemenkes juga memantau laporan kesehatan selama 24 jam melalui sistem kewaspadaan nasional.

Selain itu, laboratorium nasional tetap bersiaga penuh untuk mendukung deteksi dini dan respons cepat terhadap potensi penyebaran Ebola.

“Baca Juga: Fakta Gerakan Sperma Saat Menuju Sel Telur“

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *