RS Satria Medika – Kementerian Kesehatan atau Kemenkes terus memperkuat layanan kesehatan setelah gempa mengguncang Nusa Tenggara Timur. Pemerintah mendirikan rumah sakit lapangan untuk menjaga pelayanan medis tetap berjalan.
Kemenkes mendirikan rumah sakit lapangan di Aeramo, Nagekeo, dan Ruteng, Manggarai. Kedua fasilitas tersebut membantu layanan rumah sakit yang terdampak gempa.
Fasilitas darurat tersebut memiliki ruang operasi untuk menangani pasien dengan cedera berat. Tim medis juga memberikan layanan kesehatan dasar dan penanganan kondisi darurat.
“Baca Juga: Kanker Paru Bisa Menyerang Usia 20 Tahun, Ini Faktanya“
Tim Medis Tangani Banyak Korban Patah Tulang
Korban patah tulang menjadi salah satu kasus yang banyak muncul setelah gempa. Karena itu, Kemenkes menyiapkan ruang operasi dan tenaga medis khusus.
RS lapangan Aeramo telah menangani operasi terhadap pasien dengan cedera akibat gempa. Hingga 26 Agustus, tim medis juga menangani berbagai kasus trauma di lokasi tersebut.
Sementara itu, RS lapangan Ruteng juga menangani pasien patah tulang. Tim medis melakukan operasi terhadap seorang anak dengan patah tulang paha pada 19 Agustus.
Sehari kemudian, tim kembali melakukan operasi terhadap dua pasien. Kedua pasien mengalami cedera pada lengan dan tungkai akibat gempa.
Kemenkes juga mengerahkan dokter spesialis untuk memperkuat pelayanan. Tim tersebut mencakup dokter ortopedi, dokter bedah, dokter anestesi, serta tenaga perawat.
Layanan Persalinan dan Cuci Darah Tetap Berjalan
Selain menangani korban gempa, tenaga kesehatan tetap melayani kebutuhan medis rutin. Layanan tersebut mencakup persalinan dan hemodialisis atau cuci darah.
Kemenkes mempertahankan layanan tersebut karena pasien tidak dapat menunda perawatan. Pemerintah juga menempatkan layanan ibu dan anak sebagai bagian penting dalam penanganan bencana.
Dengan demikian, rumah sakit lapangan tidak hanya menangani korban luka. Fasilitas tersebut juga menjaga layanan medis penting bagi masyarakat sekitar.
Kemenkes Kirim Obat dan Alat Kesehatan
Kemenkes terus mengirim obat dan peralatan medis ke wilayah terdampak. Pemerintah juga memperkuat sistem rujukan untuk pasien yang membutuhkan perawatan lanjutan.
Tim medis membawa berbagai kebutuhan darurat ke lokasi. Peralatan tersebut membantu tenaga kesehatan menangani pasien dengan kondisi yang membutuhkan tindakan segera.
Kemenkes juga menyiapkan fasilitas operasi dalam rumah sakit lapangan. Ruang tersebut memiliki perlengkapan khusus untuk menjaga keamanan tindakan bedah.
Rumah Sakit Lapangan Jaga Layanan di Tengah Kerusakan
Gempa merusak sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah Flores. Kondisi tersebut membuat sebagian layanan kesehatan tidak dapat berjalan secara normal.
Karena itu, Kemenkes memindahkan sebagian pelayanan ke fasilitas darurat. Langkah tersebut memungkinkan tenaga kesehatan tetap melayani pasien dengan lebih aman.
Kemenkes juga mengerahkan ratusan tenaga kesehatan untuk memperkuat fasilitas terdampak. Tim tersebut membantu pelayanan medis, bedah, gizi, hingga sanitasi.
Selain itu, pemerintah terus memantau kebutuhan obat dan alat kesehatan. Langkah tersebut membantu menjaga kesinambungan pelayanan selama masa tanggap darurat.
Kemenkes Perkuat Pelayanan di NTT
Penanganan korban gempa NTT kini tidak hanya berfokus pada cedera fisik. Pemerintah juga memperhatikan kebutuhan kesehatan masyarakat selama masa pengungsian.
Kemenkes terus memperkuat rumah sakit dan puskesmas yang terdampak. Pemerintah juga menyiapkan tenaga medis tambahan sesuai kebutuhan setiap wilayah.
Dengan dukungan rumah sakit lapangan, tenaga medis, dan logistik, layanan kesehatan tetap berjalan. Pemerintah juga terus memantau kondisi masyarakat hingga fasilitas kesehatan kembali berfungsi normal.
“Baca Juga: Asap Karhutla Berbahaya, Kemenkes Imbau Warga Pakai Masker“