RS Satria Medika – Mengurangi makanan dan minuman manis dapat membantu menjaga kadar gula darah. Namun, pola makan secara keseluruhan juga memengaruhi kadar glukosa.
Komposisi nutrisi, aktivitas fisik, kondisi tubuh, dan pengobatan juga berperan penting. Karena itu, seseorang perlu menjaga pola hidup sehat secara menyeluruh.
Dr. Gagandeep Singh menjelaskan beberapa nutrisi yang dapat mendukung pengelolaan gula darah. Ia juga mengingatkan bahwa nutrisi tidak menggantikan pengobatan medis.
“Baca Juga: Gen Z Rentan Gangguan Ginjal, Ini Penyebabnya“
1. Protein Membantu Mengendalikan Lonjakan Gula Darah
Protein membantu tubuh membangun dan menjaga massa otot. Selain itu, protein dapat memengaruhi respons tubuh setelah mengonsumsi karbohidrat.
Mengonsumsi protein sebelum atau bersama karbohidrat dapat memperlambat pengosongan lambung. Proses tersebut dapat membantu tubuh menerima glukosa secara lebih bertahap.
Telur, ikan, ayam, dan paneer dapat menjadi pilihan sumber protein. Karena itu, Anda dapat memasukkan sumber protein dalam menu utama.
Kombinasi protein dan serat juga dapat membantu mengendalikan gula darah setelah makan.
2. Serat Memperlambat Penyerapan Glukosa
Serat membantu memperlambat proses pencernaan dan penyerapan gula. Karena itu, serat dapat membantu mengurangi kenaikan glukosa yang terlalu cepat.
Buah utuh, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian dapat menyediakan serat. Anda sebaiknya memilih buah utuh daripada jus untuk mempertahankan kandungan serat.
Beri, kiwi, alpukat, dan sayuran hijau dapat menjadi pilihan. Selain itu, konsumsi serat yang cukup juga mendukung kesehatan pencernaan.
3. Lemak Sehat Mendukung Kesehatan Metabolisme
Lemak sehat juga dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang. Sumber lemak tersebut antara lain ikan berlemak dan kacang kenari.
Omega-3 tidak secara langsung menurunkan kadar gula darah. Namun, nutrisi tersebut berkaitan dengan proses peradangan dan respons tubuh terhadap insulin.
Karena itu, seseorang perlu memperhatikan komposisi makanan secara keseluruhan. Menu seimbang dapat menggabungkan protein, sayuran, serat, dan lemak sehat.
4. Magnesium Mendukung Metabolisme Glukosa
Tubuh membutuhkan magnesium untuk menjalankan berbagai proses penting. Salah satunya berkaitan dengan metabolisme glukosa.
Sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, biji-bijian, dan ikan mengandung magnesium. Karena itu, Anda dapat memenuhi kebutuhan magnesium melalui makanan sehari-hari.
Namun, kadar gula darah tinggi tidak berarti seseorang membutuhkan suplemen magnesium. Konsultasikan kebutuhan suplemen dengan tenaga medis sebelum menggunakannya.
5. Zat Besi Dapat Memengaruhi Hasil Pemeriksaan HbA1c
Zat besi tidak bekerja sebagai penurun gula darah secara langsung. Namun, kekurangan zat besi dapat memengaruhi hasil pemeriksaan HbA1c.
Anemia akibat kekurangan zat besi dapat membuat nilai HbA1c terlihat lebih tinggi. Kondisi tersebut dapat menyulitkan penilaian kadar gula darah seseorang.
Karena itu, seseorang tidak boleh langsung mengonsumsi suplemen zat besi. Dokter perlu memastikan kondisi kekurangan zat besi melalui pemeriksaan.
Kelebihan zat besi juga dapat menimbulkan masalah kesehatan. Oleh sebab itu, tenaga medis perlu menentukan kebutuhan dan dosis suplemen.
Pola Makan Tetap Menjadi Kunci
Kelima nutrisi tersebut dapat membantu mendukung pengelolaan gula darah. Namun, seseorang tetap perlu menjaga pola makan dan gaya hidup secara keseluruhan.
Protein dan serat dapat membantu mengendalikan respons gula darah setelah makan. Sementara itu, lemak sehat dan mineral mendukung berbagai fungsi metabolisme.
Dengan demikian, mengurangi gula saja belum cukup untuk menjaga gula darah. Aktivitas fisik, pola makan seimbang, pemeriksaan kesehatan, dan pengobatan juga tetap penting.
“Baca Juga: Gula Darah Tetap Tinggi? Kenali 5 Nutrisi Penting“