RS Satria Medika – Lupus merupakan penyakit autoimun yang dapat menyerang berbagai organ tubuh. Penyakit ini sering sulit dikenali karena gejalanya menyerupai banyak gangguan kesehatan lainnya.
Karena memiliki gejala yang beragam, banyak orang mengenal lupus sebagai “penyakit seribu wajah”. Setiap penderita dapat mengalami tanda dan keluhan yang berbeda.
Secara medis, lupus atau Systemic Lupus Erythematosus (SLE) terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sehat. Akibatnya, tubuh mengalami peradangan yang dapat merusak berbagai organ penting.
Penyakit ini dapat memengaruhi kulit, sendi, ginjal, jantung, paru-paru, hingga otak. Tingkat keparahannya juga berbeda pada setiap orang.
“Baca Juga: Gusi Bermasalah Bisa Picu Berbagai Gangguan Kesehatan“
Jumlah Penderita Lupus Masih Cukup Tinggi
Data yang dikutip dari Institut Pertanian Bogor menunjukkan bahwa lupus masih menjadi masalah kesehatan global.
Secara global, lupus menyerang sekitar 43,7 orang dari setiap 100.000 penduduk. Jumlah tersebut setara dengan lebih dari 3,4 juta penderita di seluruh dunia.
Sementara itu, Indonesia memiliki jumlah penderita yang cukup besar. Prevalensi lupus diperkirakan mencapai sekitar 0,5 persen dari total populasi.
Jumlah penyandang lupus di Indonesia bahkan diperkirakan melebihi 1,3 juta orang.
Penyakit ini lebih sering menyerang perempuan. Kelompok usia 15 hingga 45 tahun menjadi kelompok yang paling rentan mengalami lupus.
Faktor yang Dapat Meningkatkan Risiko Lupus
Beberapa faktor dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami lupus.
1. Riwayat Keluarga
Faktor keturunan memiliki peran penting dalam perkembangan lupus.
Seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan penyakit autoimun memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi serupa.
2. Faktor Hormon
Perempuan lebih sering mengalami lupus dibandingkan laki-laki.
Para ahli menduga hormon estrogen ikut memengaruhi aktivitas sistem kekebalan tubuh sehingga meningkatkan risiko penyakit autoimun.
3. Penggunaan Obat Tertentu
Beberapa jenis obat dapat memicu reaksi sistem imun pada orang yang memiliki kerentanan tertentu.
Karena itu, penggunaan obat dalam jangka panjang perlu mendapat pengawasan tenaga medis.
4. Infeksi
Infeksi virus atau bakteri tertentu dapat memicu respons imun yang berlebihan.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko munculnya lupus pada sebagian orang.
5. Paparan Sinar Matahari
Paparan sinar ultraviolet yang berlebihan dapat memicu gejala lupus.
Selain itu, sinar matahari juga dapat memperburuk kondisi penderita yang sudah terdiagnosis lupus.
Gejala Lupus yang Perlu Diwaspadai
Lupus dapat menimbulkan berbagai gejala karena penyakit ini menyerang banyak organ tubuh.
Berikut beberapa tanda yang paling sering ditemukan.
1. Ruam Kemerahan di Wajah
Ruam berbentuk kupu-kupu di area pipi dan hidung menjadi salah satu tanda khas lupus.
Gejala ini sering muncul setelah penderita terpapar sinar matahari.
2. Kelelahan Berlebihan
Penderita lupus sering merasakan lelah yang sangat berat.
Kondisi tersebut tetap muncul meski penderita sudah beristirahat cukup.
3. Nyeri dan Kaku pada Sendi
Peradangan akibat lupus dapat menyebabkan nyeri pada sendi dan otot.
Selain itu, beberapa penderita juga mengalami pembengkakan serta kekakuan sendi.
4. Berat Badan Menurun
Sebagian penderita mengalami penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas.
Gejala ini sering muncul bersamaan dengan keluhan lainnya.
5. Gangguan pada Organ Penting
Lupus dapat menyerang ginjal, jantung, paru-paru, hingga otak.
Karena itu, gejala yang muncul sangat bergantung pada organ yang terdampak.
Pentingnya Deteksi dan Penanganan Dini
Lupus memerlukan penanganan sejak dini untuk mencegah kerusakan organ yang lebih serius.
Semakin cepat dokter mengenali penyakit ini, semakin besar peluang mengendalikan gejalanya.
Karena gejalanya sering menyerupai penyakit lain, masyarakat perlu lebih waspada terhadap tanda-tanda yang muncul.
Jika mengalami keluhan yang berlangsung lama, segera lakukan pemeriksaan medis. Langkah tersebut dapat membantu mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat lebih awal.
“Baca Juga: Bakteri Baik Bantu Jaga Pencernaan dan Nafsu Makan Anak“