RS Satria Medika – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyusun Rencana Aksi Nasional Kanker Payudara 2025–2034. Pemerintah menargetkan penurunan angka kematian sebesar 2,5 persen setiap tahun. Target tersebut mengikuti standar Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyampaikan komitmen ini dalam forum diseminasi nasional. Ia menegaskan pemerintah ingin mempercepat penanganan kanker payudara. Selain itu, pemerintah ingin memperluas akses layanan bagi seluruh perempuan Indonesia.
“Baca Juga: Cara Turunkan Berat Badan yang Sehat dan Tepat“
Pemerintah Kejar Target WHO dan Kurangi Kesenjangan Layanan
Dante menjelaskan perbedaan angka kematian masih terjadi antara negara maju dan berkembang. Negara maju berhasil menekan kematian karena masyarakat rutin melakukan deteksi dini. Selain itu, pemerintah di negara tersebut menyediakan akses pengobatan yang merata.
Sebaliknya, banyak negara berpenghasilan menengah dan rendah menghadapi tantangan besar. Masyarakat sering terlambat memeriksakan diri. Fasilitas kesehatan juga belum merata di semua daerah.
Karena itu, pemerintah Indonesia ingin mengejar ketertinggalan tersebut. Pemerintah menyusun RAN sebagai panduan kerja nasional. Pemerintah juga mengajak berbagai pihak untuk terlibat aktif.
Dante mendorong kolaborasi nyata melalui program dan proyek percontohan. Ia juga meminta dukungan pendanaan yang berkelanjutan. Pemerintah menargetkan penyembuhan pasien dan meringankan beban mereka.
Kemenkes Temukan Kesenjangan Besar dalam Deteksi Dini
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Siti Nadia Tarmizi, memaparkan data terbaru. Ia menunjukkan masih rendahnya partisipasi perempuan dalam pemeriksaan.
Kemenkes mencatat 14 juta perempuan menjadi sasaran skrining. Namun, hanya 4,1 juta perempuan menjalani pemeriksaan. Dari jumlah tersebut, tenaga kesehatan menemukan 20 ribu kasus kelainan.
Selanjutnya, hanya 6.000 pasien melanjutkan pengobatan. Bahkan, hanya separuh pasien yang berhasil mencapai rumah sakit. Data ini menunjukkan banyak pasien berhenti di tengah proses.
Nadia menilai keraguan masyarakat menjadi hambatan utama. Selain itu, sistem rujukan yang belum terintegrasi memperlambat penanganan. Oleh sebab itu, pemerintah memperkuat sistem agar pasien tidak terlewat.
Pemerintah Fokus pada Tiga Pilar Utama Penanganan
RAN Kanker Payudara mengacu pada tiga pilar WHO Global Breast Cancer Initiative. Pertama, pemerintah menargetkan 60 persen pasien terdiagnosis pada stadium awal. Pemerintah mendorong perempuan segera memeriksakan diri saat muncul gejala.
Kedua, pemerintah menetapkan batas waktu diagnosis maksimal 60 hari sejak gejala muncul. Tenaga kesehatan harus bergerak cepat agar pasien tidak kehilangan waktu berharga.
Ketiga, pemerintah menargetkan lebih dari 80 persen pasien menyelesaikan terapi kombinasi. Dokter akan menggabungkan operasi, obat, dan terapi lain sesuai kebutuhan pasien.
Melalui tiga pilar tersebut, pemerintah ingin meningkatkan peluang hidup pasien. Pemerintah juga ingin mengurangi risiko komplikasi akibat keterlambatan pengobatan.
Lima Strategi Utama untuk Tingkatkan Kesintasan
Pemerintah merancang lima strategi utama dalam RAN 2025–2034. Pertama, pemerintah memperkuat promosi kesehatan di berbagai daerah. Pemerintah mengedukasi masyarakat tentang pentingnya deteksi dini.
Kedua, pemerintah meningkatkan layanan skrining di fasilitas kesehatan. Ketiga, pemerintah memperluas akses layanan bermutu hingga ke daerah terpencil.
Keempat, pemerintah memperkuat sistem pencatatan kasus kanker secara nasional. Data yang akurat akan membantu perencanaan kebijakan. Kelima, pemerintah membangun kemitraan dengan berbagai pihak melalui forum PPCP.
Melalui langkah tersebut, pemerintah menargetkan angka ketahanan hidup lima tahun mencapai 70 persen. Target ini membutuhkan kerja sama semua pihak. Oleh karena itu, pemerintah mengajak masyarakat, tenaga kesehatan, dan mitra swasta untuk bergerak bersama.
Dengan strategi terarah dan kolaborasi kuat, pemerintah berharap angka kematian akibat kanker payudara terus menurun setiap tahun.
“Baca Juga: Tips Buka Puasa Sehat Ala Ade Rai Saat Ramadhan“