RS Satria Medika – Serangan jantung pada perempuan sering muncul dengan tanda yang berbeda dibanding pada laki-laki. Banyak perempuan tidak mengalami nyeri dada hebat seperti yang sering terjadi pada pria. Mereka justru merasakan gejala samar seperti sesak napas, kelelahan, atau mual. Kondisi ini membuat banyak perempuan terlambat mencari bantuan.
“Baca Juga: Tanda Diabetes Tersembunyi pada Perempuan yang Perlu Diwaspadai“
Gejala Serangan Jantung pada Perempuan Lebih Halus
Ahli bedah kardiovaskular Jeremy London menjelaskan bahwa gejala pada perempuan sering tidak menunjukkan tanda khas. Perempuan dapat mengalami mual, muntah, pusing, atau keringat dingin yang lembap. Keringat tersebut terasa berbeda dari keringat saat beraktivitas.
Selain itu, beberapa perempuan mengalami kecemasan kuat atau perasaan takut mendadak. Gejala ini sering disalahartikan sebagai serangan panik. Karena itu mereka menunda pemeriksaan medis dan mengabaikan keluhan tubuh.
London mengatakan bahwa perempuan tetap dapat merasakan nyeri dada. Namun sensasinya berbentuk tekanan atau sesak. Rasa tidak nyaman dapat menjalar ke rahang, leher, punggung, bahu, atau perut. Banyak orang menilai gejala tersebut sebagai gangguan otot atau masalah lambung.
Gejala Non-nyeri Sering Tidak Diperhatikan
Gejala non-nyeri sering muncul beberapa hari sebelum serangan jantung. Perempuan dapat mengalami sesak napas tanpa nyeri dada. Mereka juga merasakan kelelahan berat yang tidak memiliki penyebab jelas. Kondisi tersebut sering dianggap sebagai kelelahan biasa.
Gejala samar membuat banyak perempuan tidak menyadari adanya risiko. Penanganan pun menjadi terlambat. Padahal intervensi cepat dapat menjaga fungsi jantung dan mencegah kerusakan serius.
Faktor Risiko Serangan Jantung pada Perempuan
Perempuan pascamenopause memiliki risiko lebih tinggi karena penurunan hormon estrogen. Estrogen membantu menjaga elastisitas pembuluh darah dan meningkatkan kolesterol baik. Penurunan hormon ini membuat pembuluh darah lebih rentan terhadap penyempitan.
Namun perempuan sebelum menopause juga memiliki risiko yang sama penting. Faktor risiko tersebut antara lain diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, dan gangguan lemak darah. Merokok, obesitas, kurang bergerak, dan stres berat juga meningkatkan risiko serangan jantung.
Riwayat keluarga menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan. Perempuan dengan orang tua atau saudara yang pernah mengalami serangan jantung harus lebih waspada. Depresi dan tekanan emosional juga dapat memengaruhi kesehatan jantung dalam jangka panjang.
Pentingnya Mengenali Tanda Dini
London mengajak perempuan untuk mengenali gejala sejak awal. Setiap orang perlu memahami faktor risiko pribadi agar dapat melakukan pencegahan tepat waktu. Perempuan juga perlu segera mencari bantuan medis ketika muncul keluhan tidak biasa.
Kesadaran dini memberi kesempatan untuk mendapatkan penanganan cepat. Tindakan cepat dapat menyelamatkan nyawa dan mencegah komplikasi serius. Karena itu perempuan perlu memperhatikan perubahan tubuh meskipun gejalanya terasa ringan.
Kesimpulan: Perempuan Harus Lebih Peka terhadap Sinyal Tubuh
Serangan jantung tidak selalu menunjukkan nyeri dada seperti pada laki-laki. Perempuan sering mengalami gejala samar seperti mual, pusing, dan sesak napas. Mereka perlu lebih peka terhadap sinyal tubuh. Penanganan cepat menjadi kunci untuk menjaga kesehatan jantung dan mengurangi risiko komplikasi.
“Baca Juga: Malaysia Dorong Durian Jadi Ikon Nasional dan Pilihan Sehat“