RS Satria Medika – Pernahkah kamu melihat leher seseorang berdenyut sangat kuat secara terus-menerus? Kondisi tersebut memang dapat menimbulkan kekhawatiran.
Namun, denyutan kuat pada leher tidak selalu menunjukkan kedutan otot biasa. Dokter sekaligus edukator kesehatan, dr. Adam Prabata, menjelaskan kondisi tersebut.
Menurut dr. Adam, denyutan kuat pada leher dapat menjadi tanda regurgitasi aorta. Kondisi ini juga memiliki istilah Corrigan’s Sign atau dancing carotid.
“Baca Juga: BPJS Keliling Permudah Layanan JKN di Pangalengan“
Apa Itu Regurgitasi Aorta?
Aorta merupakan pembuluh darah terbesar dalam tubuh manusia. Pembuluh tersebut membawa darah dari jantung menuju seluruh tubuh.
Sementara itu, katup aorta membantu mengatur aliran darah satu arah. Katup tersebut seharusnya menutup rapat setelah jantung memompa darah.
Pada regurgitasi aorta, katup aorta tidak menutup dengan sempurna. Akibatnya, sebagian darah kembali masuk ke ruang jantung.
Dr. Adam menggambarkan jantung seperti pompa air. Kemudian, ia menggambarkan katup aorta sebagai pintu satu arah.
Jika pintu tersebut tidak menutup rapat, air dapat mengalir kembali. Kondisi serupa terjadi ketika katup aorta mengalami kebocoran.
Mengapa Darah Bisa Mengalir Kembali?
Katup aorta yang tidak menutup sempurna dapat mengganggu aliran darah. Sebagian darah akan kembali ke ruang jantung setelah jantung memompanya keluar.
Akibatnya, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah. Jantung juga harus menghadapi volume darah yang kembali tersebut.
Jika kondisi ini terus berlangsung, beban kerja jantung dapat meningkat. Dalam kondisi tertentu, masalah tersebut dapat memicu pelebaran jantung dan gagal jantung.
Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan gejala yang muncul secara terus-menerus. Pemeriksaan medis dapat membantu dokter mencari penyebab denyutan tersebut.
Mengapa Leher Bisa Berdenyut Sangat Kuat?
Menurut dr. Adam, denyutan kuat pada leher berkaitan dengan perubahan tekanan darah. Perubahan tersebut terjadi ketika jantung memompa darah.
Pembuluh darah karotis berada di area leher. Pembuluh tersebut dapat terlihat berdenyut kuat ketika aliran darah meningkat.
Pada kondisi ini, pembuluh darah dapat mengembang ketika jantung memompa darah. Setelah itu, pembuluh tersebut dapat mengempis dengan cepat.
Fenomena tersebut menghasilkan gerakan leher yang terlihat seperti berkedut. Kondisi ini dikenal sebagai Corrigan’s Sign atau dancing carotid.
Kapan Perlu Memeriksakan Diri?
Denyutan pada leher tidak selalu berarti seseorang mengalami regurgitasi aorta. Namun, denyutan yang kuat dan terus-menerus perlu mendapat perhatian.
Terlebih lagi, seseorang perlu memeriksakan diri jika muncul keluhan lain. Dokter dapat melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya.
Dengan demikian, masyarakat sebaiknya tidak langsung menganggap denyutan leher sebagai kedutan biasa. Pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk memastikan kondisi jantung dan pembuluh darah.
“Baca Juga: IMS Bisa Picu Kemandulan Wanita? Ini Penjelasan Dokter“