RS Satria Medika – Banyak orang masih menganggap urut sebagai solusi cepat saat tubuh terkilir atau bengkak. Kebiasaan ini sudah lama berkembang di masyarakat. Bahkan, sebagian orang menjadikannya sebagai pertolongan pertama.
Namun, anggapan tersebut tidak selalu tepat. Banyak orang belum memahami risiko di balik tindakan ini. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui fakta medis sebelum mengambil langkah.
Dokter Jelaskan Risiko Mengurut Cedera
Dokter ortopedi dari Rumah Sakit Columbia, Aldo Fransiskus Marsetio, memberikan penjelasan jelas. Ia menegaskan bahwa pemijatan pada cedera baru tidak disarankan.
Menurutnya, tubuh yang baru mengalami cedera masih dalam kondisi sensitif. Jika seseorang melakukan pijatan, kondisi tersebut bisa memburuk. Bahkan, cedera ringan bisa berkembang menjadi lebih serius.
Selain itu, beberapa cedera sebenarnya dapat pulih dengan sendirinya. Namun, pijatan yang tidak tepat justru mengganggu proses pemulihan. Akibatnya, pasien mungkin membutuhkan tindakan medis lebih lanjut.
Pijatan Bisa Memperparah Kondisi Cedera
Dr. Aldo menjelaskan bahwa tekanan pada area cedera dapat meningkatkan kerusakan jaringan. Hal ini terjadi karena jaringan tubuh belum stabil setelah trauma.
Kemudian, pijatan dapat memperparah pembengkakan atau nyeri. Selain itu, risiko kerusakan pada otot atau sendi juga meningkat. Oleh sebab itu, tindakan ini tidak cocok sebagai pertolongan awal.
Dengan kata lain, niat untuk mempercepat pemulihan justru bisa berbalik merugikan. Maka dari itu, masyarakat perlu lebih berhati-hati.
Kenali Alternatif Penanganan yang Lebih Aman
Sebagai langkah awal, seseorang perlu mengistirahatkan bagian tubuh yang cedera. Selain itu, kompres dingin dapat membantu mengurangi pembengkakan.
Kemudian, posisi tubuh juga perlu diperhatikan. Mengangkat bagian yang cedera bisa membantu mengurangi tekanan. Dengan cara ini, tubuh memiliki waktu untuk pulih secara alami.
Jika nyeri tidak kunjung membaik, seseorang sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis. Langkah ini membantu memastikan kondisi tidak semakin parah.
Sports Massage Tetap Ada, Tetapi Harus Profesional
Meskipun dokter tidak menyarankan pijatan langsung setelah cedera, ia mengakui adanya teknik sports massage. Teknik ini memang digunakan dalam dunia olahraga.
Namun, hanya tenaga profesional yang boleh melakukannya. Terapis harus memiliki sertifikasi dan pemahaman tentang anatomi tubuh.
Mereka perlu memahami struktur otot, sendi, dan pembuluh darah. Dengan pengetahuan tersebut, risiko kesalahan dapat ditekan.
Sebaliknya, pijatan sembarangan justru berbahaya. Tidak semua tempat urut memiliki standar yang tepat. Oleh karena itu, masyarakat harus lebih selektif.
Bolehkah Cedera Terkilir Langsung Diurut?: Jangan Sembarangan Mengurut Cedera
Mengurut bagian tubuh yang baru cedera bukan pilihan yang aman. Tindakan ini justru dapat memperparah kondisi.
Sebagai gantinya, lakukan penanganan sederhana yang lebih aman. Istirahat dan kompres dingin menjadi langkah awal yang efektif.
Selain itu, konsultasi dengan tenaga medis menjadi pilihan terbaik. Dengan cara ini, proses pemulihan dapat berjalan lebih optimal.
“Baca Juga: Obat Diet Bisa Kurangi Massa Otot, Ini Temuannya“