Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan pada Anak

RS Satria Medika – Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah di Bethsaida Hospital Gading Serpong, Putri Reno Indrisia, menjelaskan dampak penyakit jantung bawaan pada anak. Ia menegaskan bahwa kondisi ini dapat mengganggu pertumbuhan anak sejak dini.

Ia menjelaskan bahwa tubuh anak dengan penyakit jantung bawaan membutuhkan energi lebih besar. Tubuh menggunakan energi tersebut untuk membantu kerja jantung dan pernapasan. Akibatnya, anak sering kesulitan menambah berat badan. Selain itu, pertumbuhan anak juga cenderung lebih lambat dibandingkan anak seusianya.

“Baca Juga: 4 Teh Herbal Ampuh untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh“

Pengertian Penyakit Jantung Bawaan

Penyakit jantung bawaan merupakan kelainan pada struktur atau fungsi jantung sejak dalam kandungan. Kondisi ini terjadi karena pembentukan jantung janin tidak berjalan sempurna.

Kelainan tersebut memengaruhi kemampuan jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Akibatnya, tubuh tidak menerima pasokan oksigen dan nutrisi secara optimal.

Selain itu, kondisi ini sudah ada sejak lahir. Namun, beberapa kasus baru terdeteksi saat anak tumbuh lebih besar.

Jenis Penyakit Jantung Bawaan

Dokter membagi penyakit jantung bawaan menjadi dua kelompok utama.

1. Tipe Non-Sianotik

Jenis ini merupakan yang paling sering terjadi. Pada kondisi ini, kadar oksigen dalam darah masih cukup baik. Anak tidak menunjukkan tanda kebiruan pada tubuh.

Contohnya meliputi lubang pada sekat jantung. Kondisi ini dikenal sebagai ASD atau VSD. Lubang tersebut membuat aliran darah tidak normal di dalam jantung.

2. Tipe Sianotik

Jenis ini lebih serius dibandingkan tipe sebelumnya. Pada kondisi ini, darah rendah oksigen bercampur dengan darah kaya oksigen.

Akibatnya, tubuh menerima darah dengan kadar oksigen rendah. Anak biasanya menunjukkan tanda kebiruan pada bibir, lidah, atau ujung jari.

Gejala ini semakin jelas saat anak menangis atau kelelahan. Contoh kondisi ini antara lain Tetralogy of Fallot dan kelainan posisi pembuluh darah.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Orang tua perlu mengenali gejala sejak dini. Gejala dapat muncul sejak bayi lahir atau saat anak bertambah usia.

Gejala pada Bayi

Bayi sering menyusu secara terputus-putus. Selain itu, bayi juga mudah berkeringat saat menyusu.

Berat badan bayi sulit meningkat meskipun asupan cukup. Bayi juga sering mengalami infeksi saluran pernapasan.

Infeksi tersebut meliputi batuk, pilek, atau pneumonia. Selain itu, orang tua dapat melihat warna kebiruan pada bibir atau ujung jari bayi.

Gejala pada Anak Lebih Besar

Anak mudah lelah saat bermain atau berolahraga. Selain itu, pertumbuhan anak terlihat lebih lambat dibandingkan teman sebaya.

Anak juga dapat mengalami nyeri dada atau jantung berdebar. Ujung jari anak bisa tampak membulat.

Selain itu, warna kebiruan pada bibir atau jari muncul saat anak kelelahan.

Pentingnya Deteksi Dini

Dokter menekankan pentingnya deteksi dini pada penyakit ini. Orang tua perlu segera membawa anak ke dokter jika muncul gejala.

Deteksi dini membantu dokter menentukan penanganan yang tepat sejak awal. Selain itu, tindakan cepat dapat mencegah komplikasi lebih serius.

Pemeriksaan untuk Diagnosis

Dokter menggunakan beberapa pemeriksaan untuk memastikan kondisi anak.

Pertama, dokter mendengarkan suara jantung untuk mendeteksi bunyi tidak normal. Kedua, dokter mengukur kadar oksigen dalam darah bayi.

Selanjutnya, dokter merekam aktivitas listrik jantung melalui EKG. Dokter juga menggunakan rontgen untuk melihat kondisi jantung dan paru.

Selain itu, dokter melakukan USG jantung untuk melihat struktur jantung secara detail. Jika diperlukan, dokter menggunakan CT scan atau MRI.

Pada kasus tertentu, dokter melakukan kateterisasi untuk mengevaluasi tekanan dalam jantung.

Penanganan Penyakit Jantung Bawaan

Dokter menentukan penanganan sesuai kondisi pasien. Beberapa pasien hanya membutuhkan obat untuk membantu fungsi jantung.

Selain itu, dokter dapat melakukan tindakan non-bedah seperti pemasangan alat khusus. Pada kondisi tertentu, dokter melakukan operasi untuk memperbaiki struktur jantung.

Dengan penanganan yang tepat, anak memiliki peluang tumbuh lebih baik. Oleh karena itu, orang tua perlu memperhatikan gejala sejak dini dan segera berkonsultasi dengan dokter.

“Baca Juga: Pola Makan Tidak Teratur, Ancaman Serius Kesehatan“

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *