Gejala Varises yang Sering Diabaikan dan Risikonya

RS Satria Medika – Banyak orang menganggap varises hanya mengganggu estetika kaki. Padahal, varises menunjukkan gangguan pada pembuluh darah vena. Kondisi ini dapat berkembang menjadi masalah serius jika tidak ditangani.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Emanoel Oepangat, menjelaskan bahwa varises termasuk penyakit vena kronis. Penyakit ini terjadi karena aliran balik darah di tungkai tidak berjalan normal.

Ia menegaskan bahwa banyak pasien datang saat kondisi sudah parah. Mereka biasanya mengalami nyeri, bengkak, atau luka pada kaki. Oleh karena itu, penanganan sejak dini sangat penting.

“Baca Juga: GERD dan Kecemasan Saling Berkaitan, Ini Faktanya“

Varises Bisa Menyebabkan Komplikasi Berbahaya

Varises tidak berhenti pada perubahan tampilan saja. Kondisi ini dapat memicu komplikasi serius jika diabaikan.

Dokter Emanoel menjelaskan bahwa varises dapat berkembang menjadi insufisiensi vena kronis. Selain itu, pasien juga berisiko mengalami luka kronis pada kaki. Bahkan, kondisi ini bisa memicu Trombosis Vena Dalam yang berbahaya.

Oleh sebab itu, masyarakat perlu mengenali gejala sejak awal. Langkah ini membantu mencegah kondisi yang lebih berat.

Siapa Saja Bisa Mengalami Varises

Varises dapat menyerang pria maupun wanita. Namun, wanita memiliki risiko lebih tinggi karena pengaruh hormon.

Data dari World Health Organization menunjukkan bahwa sekitar 25 persen wanita mengalami varises. Sementara itu, sekitar 10 hingga 15 persen pria juga mengalami kondisi ini.

Pada pria, varises sering muncul akibat aktivitas tertentu. Misalnya, pekerjaan yang mengharuskan berdiri lama atau duduk terlalu lama. Contohnya termasuk pekerja pabrik, pengemudi, dan pegawai kantor.

Di sisi lain, wanita lebih rentan karena faktor hormonal. Hormon estrogen dan progesteron dapat melemahkan dinding pembuluh darah. Selain itu, kehamilan meningkatkan tekanan pada vena di kaki.

Kenali Gejala Awal Varises Sejak Dini

Gejala varises biasanya muncul secara perlahan. Banyak orang sering mengabaikan tanda awal karena terlihat ringan.

Awalnya, kaki terasa berat setelah beraktivitas. Kemudian, muncul nyeri tumpul atau rasa cepat lelah. Selain itu, pergelangan kaki bisa membengkak, terutama pada sore hari.

Selanjutnya, pembuluh darah halus berwarna kebiruan mulai terlihat. Seiring waktu, vena tampak lebih tebal dan berliku di permukaan kulit.

Pada tahap lanjut, kulit di area betis bisa berubah warna menjadi lebih gelap. Kondisi ini sering disalahartikan sebagai masalah lain. Padahal, perubahan tersebut menunjukkan gangguan vena yang sudah lama terjadi.

Pemeriksaan dan Pengobatan Varises Semakin Modern

Dokter melakukan pemeriksaan untuk menentukan kondisi vena secara akurat. Salah satu metode yang digunakan adalah Duplex Ultrasound vaskular.

Pemeriksaan ini membantu dokter melihat fungsi katup vena. Selain itu, alat ini juga mendeteksi lokasi gangguan aliran darah.

Setelah itu, dokter menentukan terapi sesuai kondisi pasien. Pertama, pasien dapat menggunakan terapi kompresi untuk memperlancar aliran darah.

Kemudian, dokter dapat melakukan sclerotherapy. Prosedur ini menggunakan suntikan untuk menutup vena yang bermasalah.

Selain itu, tersedia metode modern seperti Radiofrequency Ablation dan Laser Vein Therapy. Kedua metode ini tidak memerlukan sayatan besar. Bahkan, pasien bisa pulang pada hari yang sama.

Ubah Cara Pandang terhadap Varises

Dokter Emanoel mengajak masyarakat untuk mengubah cara pandang terhadap varises. Ia menegaskan bahwa varises bukan sekadar masalah tampilan.

Sebaliknya, varises menunjukkan gangguan pada sistem sirkulasi darah. Oleh karena itu, masyarakat perlu lebih waspada.

Dengan penanganan yang tepat, pasien dapat memperbaiki aliran darah. Selain itu, terapi juga membantu mencegah komplikasi jangka panjang.

Kesadaran sejak dini menjadi kunci utama. Dengan begitu, seseorang dapat menjaga kesehatan pembuluh darah dan kualitas hidup tetap baik.

“Baca Juga: Penyebab Tingginya Kematian Ibu di Indonesia“

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *