RS Satria Medika – Banyak orang sering merasa cepat lapar saat menjalani puasa.
Padahal pilihan menu sahur dapat memengaruhi daya tahan tubuh sepanjang hari.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan tips sederhana untuk mengatasi masalah tersebut.
Ia menyarankan masyarakat menambahkan susu pada menu sahur.
Menurutnya, banyak orang menutup sahur hanya dengan air putih.
Kebiasaan tersebut sebenarnya bisa diperbaiki dengan tambahan minuman bergizi.
Ia menyampaikan pesan tersebut melalui akun Instagram pribadinya.
Ia berharap masyarakat mulai mencoba kebiasaan baru tersebut sejak sahur berikutnya.
“Baca Juga: Perjalanan Vidi Aldiano 6 Tahun Melawan Kanker Ginjal“
Menkes Sarankan Tambahkan Susu Saat Sahur
Menkes Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat menambahkan segelas susu saat sahur.
Ia menyebut susu dapat membantu tubuh merasa kenyang lebih lama.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mengandalkan air putih.
Air putih tetap penting, tetapi susu memberi manfaat tambahan.
Ia menjelaskan bahwa masyarakat dapat menutup sahur dengan segelas susu.
Kebiasaan ini dapat membantu tubuh bertahan lebih lama selama puasa.
Selain itu, susu juga memberikan asupan gizi tambahan bagi tubuh.
Karena itu, ia mengajak masyarakat mencoba kebiasaan tersebut.
Pilih Susu Putih Tanpa Tambahan Gula
Menkes juga menekankan pentingnya memilih jenis susu yang tepat.
Ia menyarankan masyarakat memilih susu putih murni tanpa tambahan rasa.
Ia meminta masyarakat menghindari susu dengan gula tambahan.
Susu murni memberikan manfaat lebih baik bagi tubuh.
Ia menjelaskan bahwa susu yang ideal berasal dari fresh milk.
Susu jenis ini tidak mengandung pemanis buatan atau perasa tambahan.
Dengan pilihan yang tepat, tubuh dapat memperoleh manfaat optimal.
Selain itu, kandungan gizi susu tetap terjaga dengan baik.
Protein Susu Membantu Menahan Rasa Lapar
Menkes Budi Gunadi Sadikin juga menjelaskan alasan ilmiah di balik sarannya.
Ia menyoroti kandungan protein dalam susu sebagai faktor utama.
Protein membantu memperlambat proses pengosongan lambung.
Akibatnya, tubuh dapat mempertahankan rasa kenyang lebih lama.
Ketika lambung kosong lebih lambat, rasa lapar juga muncul lebih lambat.
Karena itu, tubuh dapat menjalani puasa dengan lebih nyaman.
Selain itu, protein juga membantu menjaga energi tubuh.
Tubuh tetap memiliki sumber nutrisi selama beraktivitas.
Orang dengan Perut Sensitif Perlu Berhati-hati
Meskipun susu memberikan manfaat, Menkes tetap memberikan peringatan penting.
Ia meminta masyarakat dengan perut sensitif tetap berhati-hati.
Beberapa orang memiliki kondisi lactose intolerant.
Kondisi tersebut membuat tubuh sulit mencerna susu.
Karena itu, ia menyarankan konsumsi susu dalam jumlah wajar.
Masyarakat tidak perlu memaksakan diri jika merasa tidak nyaman.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mengonsumsi susu secara berlebihan.
Konsumsi secukupnya tetap memberikan manfaat bagi tubuh.
Kebiasaan Sahur Sehat Membantu Puasa Lebih Nyaman
Menu sahur yang tepat dapat membantu tubuh menjalani puasa dengan baik.
Pilihan makanan dan minuman sangat memengaruhi energi sepanjang hari.
Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan pola sahur mereka.
Tambahan susu dapat menjadi solusi sederhana untuk menahan rasa lapar.
Dengan pola makan yang tepat, tubuh dapat menjalani puasa lebih nyaman.
Selain itu, aktivitas harian juga tetap berjalan dengan baik.
“Baca Juga: 10 Faktor Risiko Kanker Ginjal yang Perlu Diwaspadai“