Kapan Waktu Tepat Membersihkan Telinga Menurut Dokter

RS Satria Medika – Banyak orang menganggap membersihkan telinga sebagai kebiasaan wajib.
Namun, tubuh sebenarnya memiliki mekanisme pembersihan alami.
Karena itu, telinga tidak membutuhkan pembersihan terlalu sering.

Menurut Healthline, saluran telinga membersihkan diri secara alami.
Kulit telinga bergerak perlahan ke luar saat seseorang mengunyah dan berbicara.
Gerakan ini mendorong serumen keluar tanpa bantuan alat.

“Baca Juga: 4 Penyakit yang Perlu Diwaspadai Saat Musim Hujan“

Peran Penting Serumen bagi Kesehatan Telinga

Serumen bukan kotoran yang harus selalu dihilangkan.
Serumen menjaga kelembapan kulit di dalam telinga.
Selain itu, serumen melindungi telinga dari debu dan kuman.

Organisasi kesehatan seperti Mayo Clinic menegaskan fungsi penting serumen.
Dokter THT juga sepakat tentang manfaat perlindungan alami ini.
Karena itu, pembersihan berlebihan justru bisa merugikan.

Kapan Telinga Perlu Dibersihkan

Seseorang perlu membersihkan telinga saat serumen menumpuk berlebihan.
Kondisi ini dikenal sebagai impaksi serumen.
Penumpukan ini menimbulkan rasa penuh pada telinga.

Gejala lain mencakup pendengaran menurun dan telinga berdenging.
Sebagian orang juga merasakan nyeri atau pusing.
Dalam kondisi ini, pembersihan telinga menjadi perlu.

Bahaya Membersihkan Telinga dengan Cotton Bud

Banyak orang memakai cotton bud untuk membersihkan telinga.
Namun, kebiasaan ini sering menimbulkan masalah baru.
Cotton bud mendorong serumen masuk lebih dalam.

Pakar dari Cleveland Clinic memperingatkan risiko kebiasaan tersebut.
Risiko tersebut mencakup impaksi dan cedera gendang telinga.
Karena itu, cotton bud hanya aman untuk bagian luar telinga.

Tidak Semua Orang Cocok Membersihkan Telinga Sendiri

Sebagian orang perlu berhati-hati sebelum membersihkan telinga.
Kondisi tertentu meningkatkan risiko komplikasi.
Contohnya termasuk gendang telinga berlubang atau riwayat operasi.

Menurut WebMD, kelompok ini sebaiknya berkonsultasi ke dokter.
Dokter THT menggunakan alat khusus untuk membersihkan telinga.
Pendekatan ini menekan risiko cedera dan infeksi.

Pembersihan Berlebihan Justru Berbahaya

Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa serumen dalam jumlah kecil bersifat normal.
Serumen menandakan telinga dalam kondisi sehat.
Sebaliknya, pembersihan berlebihan mengganggu proses alami tubuh.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melarang memasukkan benda ke dalam telinga.
Larangan ini mencakup cotton bud dan benda tajam lainnya.
Benda tersebut berisiko mendorong kotoran semakin dalam.

Dengarkan Tubuh untuk Menjaga Kesehatan Telinga

Telinga termasuk organ tubuh yang sangat sensitif.
Karena itu, seseorang perlu membersihkannya dengan bijak.
Frekuensi bukan ukuran kebersihan telinga.

Sebaliknya, perhatian terhadap gejala menjadi kunci utama.
Jika tanda mengkhawatirkan muncul, segera temui tenaga medis.
Langkah ini menjaga telinga tetap sehat dan aman.

“Baca Juga: Cara Cegah Holiday Bloat agar Perut Tetap Nyaman“

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *