Upaya Indonesia Atasi Retinopati Diabetik dengan Teknologi Baru

RS Satria Medika – Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, menyampaikan bahwa masalah diabetes memberi dampak besar bagi Indonesia. Ia menjelaskan bahwa prevalensi diabetes hampir mencapai 30 persen menurut Survei Kesehatan Indonesia 2025. Angka itu berarti sekitar 65 juta masyarakat Indonesia berisiko mengidap diabetes melitus.

“Baca Juga: Salmon vs Ayam: Pilihan Protein Terbaik untuk Kesehatan“

Kasus Diabetes Meningkat Melalui Program Cek Kesehatan

Nadia menyampaikan bahwa timnya baru mendeteksi sekitar 10 juta pasien diabetes. Program Cek Kesehatan Gratis sejak awal 2024 menambah temuan kasus baru. Melalui program itu, timnya menemukan 5 hingga 7,5 juta pasien baru. Ia menjelaskan bahwa tantangan terbesar muncul dari keterbatasan alat dan tenaga kesehatan. Ia menegaskan bahwa timnya terus berupaya memperbaiki layanan tersebut.

Retinopati Diabetik Jadi Ancaman Serius bagi Penglihatan

Diabetes memicu banyak komplikasi, termasuk retinopati diabetik. Komplikasi ini merusak pembuluh darah di retina dan mengganggu penglihatan. Penyakit ini menyerang jaringan peka cahaya di belakang mata dan dapat menyebabkan kebutaan.

Nadia mendorong masyarakat dengan diabetes mengikuti skrining retinopati diabetik. Ia ingin layanan skrining tersedia di fasilitas primer. Ia juga ingin proses skrining tidak bergantung pada dokter spesialis. Nadia menekankan pentingnya teknologi yang tepat dan alur rujukan yang jelas.

UGM dan Kemenkes Jalin Kerja Sama untuk Penanganan RD

Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM menandatangani kerja sama untuk penanganan retinopati diabetik. Kementerian Kesehatan mendukung program percontohan itu. Kerja sama itu bertujuan memperkuat pelayanan retinopati diabetik di Indonesia.

Nadia menjelaskan bahwa dukungan Roche Indonesia sangat penting dalam proyek ini. Teknologi tele-oftalmologi berbasis AI akan membantu proses skrining. Ia berharap hasil uji coba ini menjadi dasar kebijakan nasional di masa depan.

Tantangan Deteksi dan Penanganan Retinopati Diabetik

Tingginya kasus retinopati diabetik berasal dari tingginya jumlah pasien diabetes. Rendahnya cakupan skrining juga memperparah situasi. Keterbatasan tenaga ahli mata membuat masyarakat kesulitan mendapatkan layanan standar.

Melalui kerja sama ini, UGM dan Roche berupaya memperluas cakupan skrining. Mereka ingin meningkatkan akses tatalaksana retinopati diabetik sesuai standar medis.

Komitmen UGM untuk Mengembangkan Layanan Mata

Wakil Rektor UGM, Danang Sri Hadmoko, menyambut baik kemitraan ini. Ia menjelaskan bahwa timnya ingin memberikan solusi kesehatan berbasis bukti. Ia juga ingin menghadirkan teknologi yang dapat diterapkan di sistem layanan kesehatan nasional.

Danang menyampaikan bahwa timnya siap mengembangkan model layanan mata yang lebih efektif. Ia menekankan bahwa inovasi tele-oftalmologi dapat membawa perubahan besar. Ia juga memastikan bahwa program ini akan berjalan secara berkelanjutan.

Dukungan Roche untuk Transformasi Kesehatan Penglihatan

Presiden Direktur Roche Indonesia, Sanaa Sayagh, menyatakan bahwa kemitraan ini bertujuan melindungi kesehatan mata masyarakat. Ia ingin pasien mendapatkan akses layanan yang tepat dan mudah dijangkau. Ia berharap kemitraan ini membantu percepatan transformasi kesehatan di Indonesia.

Target Nasional untuk Menekan Kasus Retinopati Diabetik

Retinopati diabetik menjadi penyebab utama gangguan penglihatan di Indonesia. Dua dari lima orang dewasa dengan diabetes tipe 2 mengalami kondisi ini. Penelitian global menunjukkan bahwa 29 persen pasien retinopati diabetik juga mengalami diabetic macular edema.

Peta Jalan Kesehatan Penglihatan 2025–2030 menetapkan target skrining retina pada 80 persen pasien diabetes. Pemerintah juga menargetkan 80 persen pasien retinopati diabetik mendapatkan pengobatan tepat. Teknologi digital dan tele-oftalmologi akan membantu mendeteksi kasus lebih cepat.

“Baca Juga: Bedakan Gejala Darah Tinggi dan Rendah demi Kesehatan Anda“

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *