Ajinomoto Dorong Budaya Hidup Sehat di Tempat Kerja

RS Satria Medika – PT Ajinomoto Indonesia mendorong karyawan untuk menjalani gaya hidup sehat melalui berbagai program edukatif dan aktivitas menarik. Kepala Departemen Human Resources PT Ajinomoto Indonesia, Indra Nurcahyo, menegaskan pentingnya peran perusahaan dalam membentuk perilaku sehat karyawan.

Menurut Indra, perusahaan perlu menciptakan program yang dapat mengubah perilaku kesehatan karyawan secara menyenangkan. “Perusahaan juga perlu membuat program menarik yang mampu mengubah perilaku sehat karyawan,” ujarnya dalam keterangan pers awal Oktober 2025.

Program tersebut terbukti efektif melalui peningkatan hasil Medical Check-Up (MCU) tahunan. Hasil MCU menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada health age dan pola makan yang lebih seimbang di kalangan karyawan.

“Baca Juga: Penuntasan Kasus TBC: Dukungan Kolaborasi Pusat dan Daera“


Program Edukatif dan Aktivitas Fisik yang Terintegrasi

PT Ajinomoto Indonesia menjalankan berbagai kegiatan di bawah inisiatif Ajinomoto Health Provider. Program ini menggabungkan edukasi gizi, olahraga rutin, dan tantangan penurunan berat badan.

Salah satu program unggulan adalah Health Provider Badges Program. Program ini bertujuan meningkatkan literasi gizi dan kesehatan di lingkungan kerja. Melalui kegiatan ini, karyawan belajar menjaga asupan makanan dan menerapkan pola hidup seimbang.

Selain edukasi, Ajinomoto juga mengadakan Fun & Health Activities seperti olahraga bersama dan kompetisi “lose weight challenge”. Sinergi antara edukasi dan aktivitas fisik ini mendorong kesadaran akan pentingnya kesehatan tubuh dan pikiran.

“Perubahan nyata terlihat dari kebiasaan makan dan rutinitas olahraga karyawan,” jelas Indra. Ia menambahkan bahwa gaya hidup sehat ini berpengaruh langsung terhadap peningkatan produktivitas kerja.


Kolaborasi dengan IDKI untuk Kesehatan Kerja Modern

Ajinomoto Indonesia juga bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Kesehatan Kerja Indonesia (IDKI). Mereka menggelar simposium dan workshop kesehatan kerja di Manhattan Hotel, Kuningan, Jakarta.

Acara tersebut dihadiri para dokter perusahaan, HRD, dan profesional HSE dari berbagai industri. Fokus utama kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas dokter perusahaan dalam menghadapi tantangan kesehatan kerja modern.

Sebagai organisasi profesi di bawah Ikatan Dokter Indonesia (IDI), IDKI berperan memperkuat layanan preventif, kuratif, dan rehabilitatif di tempat kerja. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat membantu dunia usaha beradaptasi dengan isu kesehatan kerja masa kini.

Wakil Sekretaris Pengurus Pusat IDKI, Rafael Nanda, memuji inisiatif Ajinomoto. “Kami melihat peningkatan hasil MCU setelah karyawan mengikuti program ini,” ujarnya dalam sesi bertajuk Nutrition Related Diseases Program at Work.

Menurut Rafael, edukasi yang konsisten dan terstruktur dapat membentuk perilaku sehat di tempat kerja.


Pentingnya Gizi Seimbang untuk Cegah Penyakit Degeneratif

Selain mendorong kegiatan di kantor, Ajinomoto juga mengajak karyawan menjaga pola makan seimbang. Asupan harian yang tepat membantu tubuh tetap bugar dan mencegah penyakit degeneratif seperti hipertensi dan diabetes.

Dokter Spesialis Gizi Klinik RS Premier Bintaro, Yohan Samudra, menjelaskan bahwa penyakit degeneratif muncul akibat gaya hidup tidak sehat. Penyakit seperti jantung dan hipertensi sering berkembang tanpa gejala. “Salah satu pemicunya adalah konsumsi garam berlebih,” kata Yohan dalam sesi Be Wise in Using Salt.

Rata-rata orang Indonesia mengonsumsi garam dua kali lipat dari batas aman yang direkomendasikan WHO, yaitu 5 gram per hari. Untuk mengatasi hal ini, Ajinomoto mengkampanyekan gerakan Bijak Garam.


Kampanye Bijak Garam untuk Hidup Lebih Sehat

Kampanye Bijak Garam mengajak masyarakat mengurangi konsumsi garam tanpa kehilangan cita rasa makanan. Caranya dengan mengurangi garam dapur dan menambahkan sedikit monosodium glutamate (MSG) saat memasak.

Faktanya, kandungan natrium pada MSG hanya sepertiga dari garam biasa. Dengan cara ini, asupan natrium bisa berkurang, sementara rasa makanan tetap lezat.

Tujuan kampanye ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya hipertensi akibat konsumsi garam berlebih. “Kunci hidup sehat adalah seimbang. Kurangi garam, tambah kesadaran,” tutup Yohan.


Kesimpulan: Ajinomoto Dorong Budaya Hidup Sehat

PT Ajinomoto Indonesia berhasil membuktikan bahwa budaya sehat bisa tumbuh dari lingkungan kerja yang suportif. Melalui edukasi, kolaborasi, dan kegiatan fisik, perusahaan menciptakan kebiasaan positif bagi karyawan.

Perubahan kecil seperti menjaga asupan garam dan rutin berolahraga terbukti mampu meningkatkan kesehatan dan produktivitas kerja secara menyeluruh.

“Baca Juga: Hindari Campur Kopi dengan Obat, Ini 5 Efek Berbahaya“

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *