RS Satria Medika – Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, bercerita bahwa dua anaknya memiliki tinggi badan 181 cm dan 185 cm. Ia menyebut hal itu terjadi karena mereka minum dua liter susu setiap hari sejak kecil hingga SMA kelas 2. Pernyataan ini ia sampaikan saat peluncuran pembangunan 1.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bangkalan, Senin (26/5/2025).
“Baca Juga: Polisi Ditembak KKB di RSUD Wamena Usai Antar Korban“
Dokter Gizi: Susu Bukan Satu-satunya Kunci
Dokter spesialis gizi klinis, dr. Nurul Ratna Mutu Manikam, menjelaskan bahwa susu bukan lagi prioritas bagi anak setelah usia 1 tahun. Ia menyarankan anak di atas satu tahun memenuhi nutrisi utamanya dari makanan padat. Nutrisi tersebut meliputi energi, karbohidrat, protein, dan lemak.
“Jika salah satu komponen tidak terpenuhi, pertumbuhan bisa terganggu,” tegas Nurul. Ia juga mengingatkan pentingnya vitamin dan mineral seperti vitamin D, kalsium, fosfor, magnesium, seng, dan yodium.
Konsep Gizi Kini Berubah
Dulu, masyarakat Indonesia mengenal konsep 4 Sehat 5 Sempurna yang menempatkan susu sebagai penyempurna makanan. Namun, sejak 2014, pemerintah menggantinya dengan konsep gizi seimbang. Konsep baru ini tertuang dalam Permenkes Nomor 41 Tahun 2014 dan kini dikenal sebagai “Isi Piringku.”
Konsep ini membagi piring menjadi 50 persen sayur dan buah serta 50 persen makanan pokok dan lauk-pauk. Minum susu tidak lagi menjadi syarat mutlak dalam pola makan sehat.
Ahli Gizi: Susu Bukan Minuman Wajib
Dr. Santi, Health Management Specialist dari Kompas Gramedia, mengatakan bahwa susu bukan lagi minuman wajib dalam prinsip gizi seimbang. Menurutnya, jika anak mendapat cukup protein, kalsium, dan vitamin D dari makanan lain, maka tidak perlu bergantung pada susu.
“Kita tetap bisa hidup sehat tanpa minum susu tiap hari, asalkan kebutuhan gizi terpenuhi,” kata Santi pada Rabu (28/5/2025).
Faktor Lain Penentu Tinggi Badan Anak
Santi juga menjelaskan bahwa tinggi badan anak tidak hanya dipengaruhi oleh makanan. Faktor eksternal seperti stimulasi tubuh, lingkungan, dan ekonomi keluarga ikut berperan. Faktor internal seperti jenis kelamin, ras, dan genetika juga memiliki pengaruh besar.
“Genetik berperan sekitar 60 hingga 80 persen terhadap tinggi anak,” jelasnya. Nutrisi, aktivitas fisik, olahraga, tidur cukup, dan kesehatan umum melengkapi sisanya.
“Baca Juga: Vitamin D Bisa Perlambat Penuaan Biologis, Ini Temuannya“
Kesimpulan
Minum susu setiap hari memang bisa membantu mendukung pertumbuhan. Namun, susu bukan satu-satunya faktor yang menentukan tinggi badan anak. Nutrisi seimbang, gaya hidup sehat, dan faktor genetik juga sangat berperan. Orang tua sebaiknya memberikan pola makan lengkap dan memastikan anak tetap aktif serta cukup tidur agar tumbuh optimal.