RS Satria Medika – Apakah Anda sering merasa sulit menjalin hubungan dekat? Atau justru terlalu tergantung pada pasangan? Kondisi ini bisa berkaitan dengan gaya kelekatan atau attachment style.
“Baca Juga: Komnas HAM Beberkan Ledakan Garut, TNI AD Merespons“
Psikolog Medwin Wisnu Prabowo, M.Psi., menjelaskan bahwa attachment style terbentuk sejak masa kanak-kanak. Gaya ini memengaruhi cara seseorang menjalin relasi dalam pertemanan, pekerjaan, atau percintaan.
Apa Itu Attachment Style?
John Bowlby, psikolog asal Inggris, pertama kali mengembangkan teori attachment. Ia meneliti hubungan anak dengan pengasuh utama.
Menurut Medwin, gaya kelekatan terbentuk dari pola asuh dan lingkungan tempat seseorang tumbuh.
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang yang konsisten dan tidak berlebihan, ia cenderung memiliki secure attachment. Sebaliknya, trauma masa kecil bisa membentuk gaya kelekatan yang tidak sehat.
1. Secure Attachment: Gaya Kelekatan Sehat
Orang dengan secure attachment nyaman dalam kedekatan emosional. Mereka bisa mempercayai orang lain dan memiliki citra diri yang positif.
Gaya ini terbentuk dari pola asuh yang stabil dan penuh cinta. Orang tua memberi dukungan saat anak berhasil dan mengarahkan saat anak salah.
2. Anxious Attachment: Takut Ditinggalkan
Gaya ini muncul saat seseorang merasa cemas berlebihan dalam hubungan. Mereka sering takut ditinggalkan dan terus-menerus mencari validasi.
Anxious attachment terbentuk dari pola asuh yang tidak konsisten. Anak kadang diperlakukan manja, namun di lain waktu diabaikan. Ketidakpastian ini membuat anak sulit merasa aman.
3. Avoidant Attachment: Menjauh dari Kedekatan
Tipe ini membuat seseorang sulit membuka diri dan menghindari keintiman. Mereka merasa tidak nyaman saat menjalin hubungan yang terlalu dekat.
Biasanya, anak dengan avoidant attachment dibesarkan dalam keluarga yang minim kedekatan emosional. Meski kebutuhan materi terpenuhi, mereka tidak merasa dicintai secara emosional.
4. Disorganized Attachment: Gaya Paling Kompleks
Disorganized attachment sering terbentuk dari pengalaman traumatis, seperti kekerasan atau pelecehan. Orang dengan tipe ini memiliki emosi tidak stabil dan sulit membangun hubungan yang sehat.
Mereka merasa tidak layak dicintai. Trauma membuat mereka bingung antara ingin dekat dan takut disakiti.
Mengapa Penting Mengenali Attachment Style?
Menurut Medwin, attachment style berpengaruh kuat terhadap hubungan paling dekat, seperti dengan pasangan atau keluarga.
Semakin dekat hubungannya, semakin kuat gaya kelekatan muncul.
Gaya kelekatan yang tidak sehat bisa menimbulkan konflik, kecemasan, dan menurunkan kualitas hidup. Oleh karena itu, penting memahami gaya ini agar bisa memperbaiki hubungan dan mengenali diri sendiri.
“Baca Juga: Jenis Rokok Tentukan Risiko dan Lokasi Kanker“
Attachment Style Bisa Berubah
Kabar baiknya, gaya kelekatan bukanlah sesuatu yang permanen. Seseorang bisa mengubah attachment style melalui kesadaran diri dan proses pemulihan psikologis.
Langkah pertama adalah mengenali pola kelekatan sendiri. Setelah itu, seseorang bisa belajar membangun pola hubungan yang lebih sehat dan saling menghargai.