Motif Dendam di Balik Penikaman Ustaz Saidi

Rssatriamedika.co.id – Seorang pria berinisial MGS, yang dikenal dengan nama Galang (25), telah melakukan Penikaman terhadap seorang ustaz bernama Saidi (71) di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Galang melakukan perbuatan tersebut karena memiliki dendam pribadi terhadap korban. Saidi meninggal dunia setelah ditikam ketika hendak melaksanakan salat Subuh di kawasan Pesing Garden, Kedoya Utara, pada Kamis, 16 Mei. Pada saat kejadian, korban bersama para jemaah lainnya sedang bersiap untuk melakukan salat Subuh berjemaah di musala.

” Baca Juga: Komitmen Partai Politik dalam Pilpres 2024 “

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes M Syahduddi mengungkapkan bahwa motif penikaman ini telah ditelusuri melalui serangkaian penyelidikan terhadap pelaku. Berdasarkan pengakuan dari Galang, diketahui bahwa pelaku menyimpan dendam terhadap Saidi. Dendam ini bermula dari hubungan asmara Galang dengan cucu Saidi, yang berinisial A, tidak mendapat restu. Galang telah menjalin hubungan dengan cucu korban sejak dua tahun yang lalu.

Awal Mula Konflik

Cinta Galang kepada cucu Saidi, yang bekerja di sebuah toko emas di Pasar Kedoya, tidak mendapat restu dari keluarga. Galang, yang saat itu bekerja sebagai sekuriti di pasar yang sama, sering mengunjungi rumah A, yang juga merupakan rumah Saidi. Namun, setiap kali berkunjung, Galang merasa mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari keluarga A, yang menurutnya, cenderung merendahkan. Hal ini menimbulkan rasa dendam yang mendalam terhadap Saidi.

Kombes M Syahduddi menegaskan bahwa motif pembunuhan ini murni bersifat pribadi dan tidak terkait dengan unsur SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan). Dendam pribadi Galang terhadap Saidi menjadi penyebab utama tindakan kriminal tersebut.

Baca Juga :   Perceraian Catherine Wilson dan Idham Mase

Rencana Pembunuhan yang Terencana

Syahduddi mengungkapkan bahwa rencana untuk membunuh Saidi sebenarnya sudah ada dalam pikiran Galang sejak dua tahun yang lalu. Keinginan untuk menghabisi nyawa Saidi telah direncanakan dengan matang selama kurun waktu tersebut. Pada saat penangkapan, Galang mencoba melarikan diri dan melawan petugas, sehingga polisi terpaksa mengambil tindakan tegas dan menembak pelaku untuk melumpuhkannya. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Andri Kurniawan, menyatakan bahwa tindakan tersebut diambil karena Galang melakukan perlawanan saat hendak ditangkap.

Langkah Kepolisian

Setelah penangkapan, polisi menemukan bahwa Galang telah berusaha untuk mengelabui pihak berwajib dengan berbagai cara, termasuk mencukur rambut dan kumisnya agar tidak mudah dikenali. Namun, upaya ini tidak berhasil menghindarkannya dari penangkapan. Syahduddi menekankan bahwa penyelidikan akan terus dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh aspek dari kasus ini terungkap dengan jelas. Langkah tegas dari pihak kepolisian dalam menangani kasus ini menunjukkan komitmen untuk menegakkan hukum dan memberikan keadilan bagi korban serta keluarganya.

” Baca Juga: Kumala Academy: Sebuah Inovasi dalam Pendidikan Kuliner “

Dengan terungkapnya motif penikaman dan rencana pembunuhan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami latar belakang dari tindakan kriminal yang dilakukan oleh Galang. Penanganan kasus ini juga menjadi pelajaran penting bahwa dendam pribadi dapat berujung pada tindakan kriminal yang merugikan banyak pihak.