Adan Aryan Bunuh Casis Lanal Nias Terancam Hukuman Mati

Rssatriamedika.co.id – Sebuah tragedi mengguncang Lanal Nias pada tahun 2022 ketika Iwan Sutrisman Telaumbanua, seorang mantan calon siswa (casis) Bintara TNI AL, ditemukan tewas dibunuh oleh Serda Pom Adan Aryan. Kasus ini mengejutkan banyak pihak dan menimbulkan kecaman atas tindakan keji yang dilakukan oleh Serda Adan.

” Baca Juga: Menemukan Kengerian di Dunia Game Horor Terbaru “

Ancaman Hukuman Mati bagi Serda Adan

Menurut Mayor Laut (PM) Afrizal, Komandan Denpom Lanal Nias, Adan Aryan dijerat dengan Pasal 340 KUHPidana, yaitu pembunuhan berencana, yang berpotensi menghadapi hukuman mati. Pernyataan tersebut disampaikan melalui laman detikSumut pada Sabtu, 30 Maret 2024. Meskipun begitu, proses penyelidikan masih terus berlangsung oleh penyidik Pom Lantamal II Padang, dan Serda Adan telah ditahan sebagai tersangka utama dalam kasus ini.

Fakta-fakta di Balik Pembunuhan Iwan Sutrisman

Serda Adan, yang baru berdinas selama 2,5 tahun di bagian Baur Hartib Denpom Lanal Nias, mengakui perbuatannya yang mengerikan. Ia mengakui telah membunuh Iwan bersama seorang rekannya bernama Alvin pada sore tanggal 24 Desember 2022.

Motif Pembunuhan yang Mengerikan

Sejak tanggal 16 Desember 2022, keluarga Iwan kehilangan kontak dengannya setelah dia berangkat bersama Serda Adan ke Padang untuk mengikuti seleksi penerimaan Bintara TNI AL. Terungkap bahwa Serda Adan menjanjikan kepada keluarga korban bahwa ia bisa membantu meloloskan Iwan tanpa harus mengikuti tes, dengan imbalan uang sebesar Rp 200 juta lebih. Janji ini kemudian berujung pada tragedi yang mengerikan.

Baca Juga :   Kondisi Korban Pesawat Jatuh di BSD Serpong: Tidak Terbakar

Proses Hukum yang Berlanjut

Dalam kasus ini, keadilan harus ditegakkan dengan tegas. Proses hukum akan menentukan nasib Serda Adan, yang saat ini menghadapi ancaman hukuman mati akibat perbuatannya yang keji. Penyidik Pom Lantamal II Padang sedang melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap seluruh fakta dan memastikan bahwa kebenaran dan keadilan ditegakkan.

” Baca Juga: Pentingnya Optimalkan Perlindungan dengan Antivirus “

Dampak pada Keluarga Korban

Tragedi ini tidak hanya meninggalkan luka yang dalam pada keluarga korban, tetapi juga menciptakan keguncangan di masyarakat. Kehilangan seorang anak yang diharapkan akan menjadi bagian dari Angkatan Laut menyisakan duka yang tak terobati. Semoga proses hukum dapat memberikan keadilan bagi keluarga korban dan masyarakat, serta memberikan hukuman setimpal bagi pelaku kejahatan ini.