Etomidate dalam Vape, Ini Bahaya bagi Kesehatan

RS Satria Medika – Etomidate kini mendapat perhatian setelah polisi menangkap selebgram Julia Prastini alias Jule. Polisi menduga Jule menyalahgunakan zat tersebut melalui cartridge vape.

Dokter sekaligus influencer kesehatan dr. Adam Prabata kemudian menjelaskan risiko penyalahgunaan etomidate. Ia menyoroti penggunaan obat anestesi tersebut untuk mencari sensasi rileks hingga merasa nge-fly.

“Baca Juga: 30 Tahun Siloam Kembangkan Layanan Neuroscience“

Etomidate Digunakan untuk Prosedur Anestesi

Etomidate merupakan obat yang dokter gunakan dalam prosedur anestesi atau pembiusan. Dokter biasanya memberikan obat tersebut melalui suntikan ke pembuluh darah.

Etomidate bekerja dengan menekan aktivitas sistem saraf pusat. Efek tersebut kemudian dapat menurunkan aktivitas otak dan membuat seseorang kehilangan kesadaran.

Karena itu, tenaga medis menggunakan etomidate dalam kondisi yang membutuhkan pembiusan. Penggunaan obat tersebut membutuhkan pengawasan dan penanganan tenaga medis.

Penyalahgunaan Etomidate Mengejar Efek Rileks

Menurut dr. Adam, sebagian orang menyalahgunakan etomidate karena efeknya muncul dalam waktu singkat. Pengguna dapat merasakan sensasi rileks, nge-fly, hingga kehilangan kesadaran.

Namun, penyalahgunaan tersebut dapat menimbulkan risiko kesehatan serius. Pengguna juga mulai memasukkan etomidate ke cairan vape untuk kemudian menghirupnya.

Dr. Adam menyebut kelompok usia muda mendominasi kasus penyalahgunaan etomidate. Ia menyebut 86,4 persen kasus melibatkan orang berusia di bawah 35 tahun.

Etomidate Dapat Menimbulkan Efek Serius

Penggunaan etomidate tanpa pengawasan medis dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Risiko tersebut dapat muncul dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Dalam jangka pendek, pengguna dapat mengalami kelemahan otot dan penurunan kesadaran. Pengguna juga dapat mengalami sesak napas atau kesulitan bernapas.

Selain itu, etomidate dapat memicu gerakan otot yang tidak terkendali. Pengguna juga menghadapi risiko kejang dan gangguan fungsi jantung.

Karena itu, efek tersebut dapat membahayakan keselamatan pengguna. Risiko tersebut semakin besar ketika seseorang menggunakan etomidate tanpa pengawasan tenaga medis.

Penggunaan Jangka Panjang Juga Membawa Risiko

Penyalahgunaan etomidate dalam jangka panjang juga dapat mengganggu kesehatan tubuh. Dr. Adam menyebut beberapa risiko yang perlu masyarakat perhatikan.

Penggunaan tersebut dapat mengganggu hormon steroid dalam tubuh. Selain itu, pengguna dapat mengalami gangguan kemampuan berpikir dan masalah pada daya ingat.

Penggunaan jangka panjang juga dapat memicu psikosis dan halusinasi. Karena itu, efek penyalahgunaan tidak hanya muncul ketika seseorang mengonsumsi zat tersebut.

Dokter Ingatkan Masyarakat Tidak Mencoba Etomidate

Dr. Adam mengingatkan masyarakat agar tidak mencoba etomidate untuk mencari sensasi tertentu. Penggunaan obat tersebut membutuhkan pengawasan tenaga medis.

Masyarakat juga perlu memahami bahwa efek rileks tidak menghilangkan risiko kesehatan. Sebaliknya, penyalahgunaan etomidate dapat mengancam keselamatan pengguna.

Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak menggunakan etomidate melalui vape. Penggunaan obat anestesi harus mengikuti kebutuhan medis dan arahan tenaga kesehatan.

“Baca Juga: IMS Bisa Picu Kemandulan Wanita? Ini Penjelasan Dokter“

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *