RS Satria Medika – Kementerian Kesehatan menaruh perhatian pada kebutuhan antibisa ular di wilayah Baduy.
Sebagian besar warga Baduy bekerja sebagai petani di ladang dan kawasan hutan.
Aktivitas tersebut meningkatkan risiko gigitan ular berbisa.
Namun, Kemenkes menegaskan pemberian antibisa harus mengikuti prosedur medis.
Tenaga kesehatan wajib memastikan kondisi pasien sebelum pemberian obat.
“Baca Juga: Ketombe Bisa Terkait Gangguan Kesehatan Tubuh“
Antibisa Tidak Disimpan Massal di Wilayah Baduy
Sekretaris Jenderal Kemenkes, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, menjelaskan kebijakan penyimpanan antibisa.
Kemenkes tidak menyimpan antibisa dalam jumlah besar di wilayah Baduy.
Antibisa tersedia di puskesmas rujukan dengan tenaga kesehatan terlatih.
Puskesmas tersebut memiliki kompetensi menangani gigitan ular.
Kunta menyebut antibisa tidak bisa diberikan sembarangan.
Petugas medis harus melakukan pemeriksaan terlebih dahulu.
Penanganan Awal Dilakukan Sebelum Rujukan
Kunta menjelaskan langkah awal saat terjadi gigitan ular.
Petugas dapat melakukan penanganan awal untuk mencegah penyebaran racun.
Petugas biasanya melakukan pengikatan sementara pada area gigitan.
Langkah ini membantu menahan penyebaran racun dalam tubuh.
Setelah itu, puskesmas melakukan koordinasi lanjutan.
Tim kesehatan memastikan pasien segera dirujuk ke fasilitas rujukan.
Jarak Puskesmas Jadi Tantangan Penanganan Cepat
Kunta mengakui jarak puskesmas rujukan cukup jauh dari wilayah Baduy.
Waktu tempuh mencapai sekitar satu setengah jam perjalanan.
Meski demikian, Kemenkes memastikan koordinasi tetap berjalan.
Petugas kesehatan berupaya memberikan penanganan secepat mungkin.
Koordinasi lintas layanan menjadi kunci dalam kondisi darurat.
Warga Baduy Nilai Antibisa Masih Sangat Dibutuhkan
Warga Baduy Luar menyampaikan kebutuhan antibisa ular kepada pemerintah.
Narja, warga Desa Cihuni, menyebut risiko gigitan sering terjadi.
Ia menjelaskan warga tidak meminta penyediaan antibisa berlebihan.
Masyarakat hanya menginginkan kesiapsiagaan saat kondisi darurat.
Narja menilai keterbatasan antibisa menyulitkan tenaga kesehatan.
Situasi tersebut kerap membuat petugas bekerja dalam tekanan.
Kemenkes Perkuat Layanan Kesehatan Dasar
Selain antibisa, Kemenkes terus memperkuat layanan kesehatan dasar.
Pemerintah melakukan pemeriksaan kesehatan rutin di wilayah Baduy.
Petugas juga memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.
Langkah ini bertujuan mencegah penyakit sejak dini.
Kunta berharap warga tidak ragu memeriksakan kesehatan.
Pemeriksaan rutin membantu tenaga medis memahami kebutuhan masyarakat.
Kemenkes menilai kepercayaan warga menjadi faktor utama keberhasilan layanan.
“Baca Juga: Bawang Putih untuk Flu dan Pilek: Mitos atau Fakta?“