RS Satria Medika – Aktivitas duduk dalam waktu lama kini dianggap bukan sekadar membuat tubuh kurang aktif. Penelitian terbaru menyebutkan bahwa kebiasaan ini dapat menyebabkan penyusutan otak, bahkan pada orang yang rutin berolahraga.
“Baca Juga: Kejagung Sita Rest Area KM 21B Terkait Korupsi Timah“
Studi ini berasal dari kolaborasi peneliti dari Vanderbilt University, University of Pittsburgh, dan Seoul National University. Hasilnya menunjukkan bahwa orang berusia di atas 50 tahun yang menghabiskan waktu terlalu banyak untuk duduk memiliki risiko lebih tinggi mengalami penurunan fungsi otak dan penyusutan volume otak.
Risiko Tinggi Meski Rutin Olahraga
Para peneliti menekankan bahwa aktivitas fisik saja tidak cukup. Seseorang yang rutin berolahraga namun tetap duduk terlalu lama masih berisiko mengalami efek negatif pada otak. Mereka menemukan bahwa gaya hidup tidak aktif tetap berdampak terhadap kognisi otak.
Marissa Gogniat, ahli saraf dari University of Pittsburgh, mengatakan bahwa mengurangi risiko Alzheimer bukan hanya soal berolahraga sekali sehari. Ia menegaskan bahwa mengurangi waktu duduk sama pentingnya dengan aktivitas fisik.
“Minimalkan waktu duduk agar peluang terkena Alzheimer ikut berkurang,” ujar Marissa.
Penurunan Kognitif dan Penyusutan Otak Terjadi dalam 7 Tahun
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Alzheimer’s & Dementia ini melibatkan 404 orang berusia 50 tahun ke atas. Para peserta memakai alat pelacak aktivitas selama seminggu penuh untuk memantau pola gerak dan duduk mereka.
Setelah tujuh tahun, peneliti melakukan pemindaian otak dan tes kognitif. Hasilnya menunjukkan bahwa peserta yang duduk lebih lama mengalami penyusutan otak dan penurunan kinerja kognitif lebih signifikan daripada mereka yang lebih aktif.
Hal ini menunjukkan bahwa waktu duduk yang berlebihan berdampak jangka panjang terhadap kesehatan otak, terlepas dari kebiasaan olahraga harian.
Mengapa Otak Menyusut Akibat Terlalu Lama Duduk?
Penyusutan otak ini berhubungan dengan kurangnya aliran darah ke otak saat tubuh dalam posisi duduk terlalu lama. Kurangnya sirkulasi darah menyebabkan berkurangnya asupan oksigen dan nutrisi ke otak, yang berdampak pada volume dan fungsinya.
Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa duduk dalam waktu lama meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan obesitas. Kini, risikonya bertambah dengan temuan tentang dampak terhadap otak.
Cara Sederhana Mengurangi Risiko
Untuk menjaga kesehatan otak, para ahli menyarankan beberapa langkah sederhana:
- Bangun dan bergerak setiap 30 menit, meski hanya beberapa menit.
- Gunakan meja kerja berdiri atau meja dengan pengatur tinggi.
- Jalan kaki ringan saat menelepon atau meeting daring.
- Jadwalkan waktu olahraga ringan seperti berjalan pagi setiap hari.
- Hindari maraton nonton TV tanpa bergerak.
“Baca Juga: Pneumonia Serang 99 Jemaah Haji, Kemenkes Ingatkan Waspada“
Kesimpulan
Duduk terlalu lama memang bisa berdampak serius pada kesehatan otak. Penyusutan otak selama tujuh tahun bukan ancaman ringan, apalagi bagi mereka yang sudah memasuki usia lanjut. Bahkan olahraga teratur tidak cukup jika waktu duduk tetap tinggi setiap harinya.
Gaya hidup aktif bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga soal seberapa sering tubuh bergerak dalam satu hari. Jadi, segera bangun dari kursi, regangkan tubuh, dan beri otak asupan gerak yang ia butuhkan.